Sabtu, 05 April 2014

Tim Iga Babi saus tausi nyam nyam....

Ceritanya doyan banget makan dim sum dan ada 1 menu di aneka makanan dimsum yang saya suka banget yaitu iga babi tim dengan saus tausi, rasanya mak nyussss.....

Susah sekali cari resep olahan babi yang sesuai di lidah kalo browsing di internet. Cari-cari resep ini akhirnya dapet dari teman kantor yang adiknya sekolah di Tristar culinary. Resep sudah dapat dari setahun yang lalu tapi baru praktek minggu lalu.

Buatnya cepat banget (hanya sekitar 45 menit) dan rasanya sangat sesuai dengan harapan dan selera saya. Ini resepnya:

Bahan:
300 gram iga babi/baikut (pakai yang super karena empuk dan banyak dagingnya), bisa diganti ayam juga
1,5 sdm tepung terigu
1 sdm tausi (kedelai hitam fermentasi)
1/2 sdt garam
1/2 sdt gula
1/2 sdt baking powder
1/4 sdt merica
1 sdt kecap asin
1/2 sdt minyak wijen
sedikit bawang daun

Cara buat:
* rendam baikut selama 30 menit dengan garam, 1 sdm tepung terigu, baking powder, gula selama 30 menit.
* cuci bersih baikut dari tepung
* lumuri dengan sisa tepung sedikit garam, gula, minyak wijen, tausi, bawang daun, kecap asin, dan merica
* kukus 30 menit lalu siap disantap dengan nassi hangat

Buatnya cepat, pas baru matang buat sarapan, dan si Eko habis nasi 2 piring, sampai si mbak diminta ke pasar beli nasi putih karena nasi di rumah abis.

Ini fotonya:

Sabtu, 30 November 2013

Investasi yuk

Beberapa waktu lalu ada seorang sahabat yang meminjamkan buku mengenai langkah menjadi kaya. Bukan langkah menjadi kaya yang mau saya sharingkan. Singkat cerita kami berdua ingin punya tambahan properti namun melihat mahalnya harga rumah saat ini membuat kami keder dan memutuskan untuk menunda  dulu keinginan kami. Sampai akhirnya saya terima BM mengenai apartemen yang harganya terjangkau untuk ukuran kantong saya. Karena pihak marketing susah dihubungi, si Eko mampir ke kantor pemasarannya untuk bertanya-tanya. Bukannya malah mau beli e malah jadi marketingnya.

Singkat cerita kami juga ambil apartemennya. Karena sambil menyelam minum air si Eko tetap jadi marketingnya. Sebagai istri yang baik saya mau bantu jualan, berikut gambar-gambar apartemen yang ditawarkan. Kalau ada yang minat bisa hubungi saya (0813307977763 pin BB 32A8DCDD) atau eko (08164258564 atau 031-70648114).

Beberapa alasan kami memutuskan membeli apartemen ini:

  • harga nya terjangkau buat kami, harga rumah di sekitar tempat tinggal kami sudah di atas 500 juta semua walaupun luasnya sangat kecil.
  • lokasi lumayan menarik, sehingga bisa disewakan harian, bulanan atau tahunan (bisa sebagai  tambahan income)
  • bila tidak dijual bisa buat masa tua, karena luas sempit sehingga saat tua tidak capek mengurus rumah.
  • kalaupun dijual bisa digunakan untuk DP rumah
Berikut gambarnya, siapa tau ada yang tertarik










Kalau mau investasi, jangan ragu-ragu, karena nilai uang akan terus tergerus inflasi.






Minggu, 03 November 2013

Mamiku narsis

Tangal, 28 Oktober yang lalu kami sekeluarga pergi ke Bandar Djakarta Surabaya untuk me ngikuti acara lomba foto bayibdan bayi ceria. Ceritanya pas beberapa minggu sebelumnya saya ke TP untuk menemui sahabat saya sejak kecil, saya menerima brosur lomba ini. langsung saja saya semangat 45 untuk mengikutkan Felix lomba foto dan lomba bayi ceria.

Tampaknya memang naluri semua ibu yang bilang bahwa anaknya lucu dan menggemaskan. Selain ingin Felix aktif, saya juga ingin Felix tumbuh jadi anak yang berani tampil di depan umum dan pandai bersosialisasi. Dan salah satu cara yang ingin saya tempuh adalah dengan sering mempertemukan Felix dengan banyak orang.

Setelah tiba waktunya harinya tiba. Sepulang gereja kami langsung ke lokasi, Bandar Djakarta Surabaya sekitar jam 12siang. posisi Felix saat itu sedang bobo, akhirnya kami makan dulu. setelah Felix terbangun mulailah saya menyuapinya sambil menggoda, ingin mendaftarkan lomba bayi ceria, menurut saya Felix adalah anak yang ceria.

Tiba saatnya lomba bayi ceria, kami naik ke atas panggung dan beraksi. Felix berhasil tertawa terbahak-bahak, dan bila melihat pesaingnya tampaknya bisa menang. Karena merasa sedikit PD kami selain menunggu pengumuman lomba foto, kami juga menunggu pengumuman loba bayi ceria.

Setelah menanti beberapa waktu, akhirnya tiba pengumuman lomba foto bayi ceria, dan terdengar nama Felix disebut, segera saja dia saya gendong ke panggung untuk terima piala. Ternyata setelah saya perhatikan lagi, Felix bukan menang tapi dapat piala penghargaan, pantas saja di piala tidak ada tulisan juara berapa. Dasar mak nya narsis, ya lumayan dapat souvenir piala. Walau ga menang tapi senang juga, minimal tahu suasana lomba. Dan sama halnya dengan lomba bayi ceria, Felix belum menang, padahal dia jauh lebih ceria dari bayi lain. Tapi bedanya ga dapat piala lagi karena baru dafta hari H, sedangkan lomba foto sudah saya daftarkan sebelumnya, jadi sudah disiapkan oleh panitia.

Dan seperti biasa, Eko bilang "Kalau piala begini dia buatkan saja di toko sport, ga perlu panas-panas antri dll". Alasannya karena kasian Felix capek. Tapi untungnya Felix cukup menikmati acaranya dan banyak suasana baru.

Tetap saja tampaknya saya tidak akan ikut lomba foto lagi dalam waktu dekat. Mungkin tunggu usia Felix lebih besar dan mulai mengerti apa yang dia lakukan. Karena saya juga ingin dia mengerti apa yang dia lakukan. Berikut foto saat Felix pegang piala.

Arti sahabat....

Lagi-lagi  postingan mengenai renungan di kantor, entah karena saya kurang kreatif atau karena banyak ide tetapi bingung mau menulis dari mana. Berikut renungan yang saya dapat di kantor.

=================================================================================
BacaMazmur 23

TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1)


Bacaan Alkitab Setahun:
Yohanes 1-3


Bayangkan Anda, yang berasal dari daerah, diberi kesempatan berlibur gratis di Jakarta. Fasilitas dan dana disediakan secara berlimpah. Lalu, Anda disodori dua pilihan untuk menikmati liburan itu. Anda diberi peta dan perangkat Global Positioning System tercanggih, agar Anda dapat menelusuri Jakarta secara leluasa seorang diri. Atau, Anda didampingi Pemandu, seorang sahabat yang mengenal Jakarta dan sekaligus mengenal Anda dengan baik. Mana yang Anda pilih?

Daud melihat perjalanan hidupnya didampingi Pemandu yang hebat, Tuhan. Ia menggambarkannya sebagai Gembala, sosok yang dekat dan mengenal dengan baik domba-Nya. Sebagai Gembala, Dia menjauhkan mereka dari makanan beracun, dan menyediakan makanan dan minuman terbaik. Dia menjaga agar mereka tidak tersesat, mengarahkan mereka menempuh jalan yang benar. Jalan itu tidak selalu mudah, tetapi membuat mereka semakin mengenal karakter-Nya. Dia tidak pernah meninggalkan mereka. Saat melewati lembah kekelaman, Dialah penolong, kekuatan, dan jalan keluar bagi mereka. Dia melindungi mereka dari musuh dan menyediakan kelimpahan dan kemenangan. Kebaikan dan kemurahan-Nya tidak berhenti di alam fana ini, namun berlanjut sampai selama-lamanya. Sungguh, dalam penggembalaan Tuhan, Daud tidak kekurangan hal yang baik.

Bagaimana kita memandang hubungan kita dengan Tuhan? Apakah kita merasa bahwa Dia hanya memberi kita peta dan kita bebas menentukan arah? Ataukah kita melekat pada-Nya, Pemandu yang senantiasa memikirkan yang terbaik bagi kita?
================================================================================

Pada saat saya membaca renungan di atas yang terlintas di otak saya adalah, benar adanya di jaman sekarang di mana berbagai peralatan canggih diciptakan untuk memudahkan manusia, tampaknya akan banyak yang memilih GPS daripada pemandu.

Seringkali saat tersesat kita lebih memilih buka HP dan buka map daripada turun dan bertanya pada warga sekitar. Hal ini terjadi apakah karena pengaruh canggihnya peralatan atau karena sifat manusia yang mulai berubah.

Jadi teringat pelajaran sekolah yang menyatakanbahwa manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial, jadi sudah kodrat manusia untuk bersosial dengan sesama manusia bukan sibuk dengan social media untuk kontak teman lama. Memang berbagai social media dapat membantu kontak dengan teman lama, namun secanggih apapun piranti yang kita punya, kehadiran memiliki arti yang sangat penting. Seringkali kita sibuk sekali denan kegiaatan kita dan lupa dengan teman dan sahabat yang pernah mengisi ruang hati kita. Kita bertemu teman hanya bila ada undangan, tidak sengaja bertemu di mall, atau ada orang meninggal.

Hal ini juga menjadi tantangan buat saya, karena kehadiran sangat penting artinya dalam segala macam relasi, entah dengan orang tua, sahabat, saudara, dll. Mari kita hadir dalam kehidupan teman dan sahabat kita, tidak hanya via BBM dan facebook, tapi hadir dan berbagi cerita  bersama sama seperti waktu yang lalu.

Rabu, 23 Oktober 2013

persahabatan bagai kepompong


Beberapa waktu lalu ada sebuah lagu yang menjadi populer baik dari kalangan anak-anak hingga orangtua. Referent lyric lagu tersebut berkata seperti ini:
Persahabatan bagai kepompong
 

Mengubah ulat menjadi kupu kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan

Dalam Alkitab, persahabatan merupakan tingkat hubungan yang tertinggi. Abraham mendapat sebuah kehormatan dengan disebut sebagai "Sahabat Allah" (Yakobus 2:23b). Selain itu, Daud dikatakan sebagai seorang yang berkenan di hati Allah (1 Samuel 13:14), ini adalah salah satu cara mengatakan bahwa Daud adalah seorang sahabatNya.

Yesus menyebut murid-muridNya adalah sahabatNya, "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku." (Yohanes 15:15).

Banyak hubungan suami istri tidak mencapai hingga hubungan yang sejati, karena mereka tidak bisa menjadi seorang sahabat. Hubungan persahabatan lebih dari hubungan asmara. Karena hanya melihat hubungan suami istri sebagai sebuah hubungan asmaraa akibatnya mereka hanya membangun hubungannya sampai di permukaan saja.

Pernikahan adalah perjalanan seumur hidup menuju keintiman, tetapi juga menuju persahabatan. Seorang suami istri harus bisa menjadi sahabat baik satu sama lain. Siapakah yang lebih mengenal diri kita selain sahabat kita? Terkadang seorang sahabat akan berbagi banyak hal yang tidak pernah dibicarakan dengan keluarganya. Untuk itulah suami istri harus menjadi sahabat, karena mereka tidak boleh merahasiakan sesuatu satu sama lain.

Seorang sahabat menerima satu sama lain, baik dengan kelebihannya maupun kekurangannya. Mereka saling berbagi, baik di hari-hari yang indah maupun saat-saat duka. Kualitas inilah yang memisahkan seorang teman biasa dan seorang sahabat.
Banyak pasangan suami istri sulit menjadi seorang sahabat bagi satu sama lain, mereka lebih mudah menjadi seorang "hamba" dari pada seorang sahabat. Bahkan terkadang, mereka lebih mirip kakak dan adik dari pada seorang sahabat.

Dalam Alkitab, persahabatan dan kasih adalah dua hal yang tak terpisahkan. "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran" (Amsal 17:17). Persahabatan adalah sebuah alat untuk melebur pasangan suami istri menjadi satu kesatuan yang indah. Tidak ada hubungan lain di bumi ini yang sedekat dengan gambaran pernikahan, karena pernikahan adalah gambaran yang ideal yang Allah inginkan sebagai hubungan antara diriNya dengan manusia. Untuk itu, persahabatan adalah sebuah hal yang penting untuk membuat sebuah pernikahan berhasil. Jadilah seorang sahabat sejati bagi pasangan Anda, dan ijinkan dunia melihat bahwa Allah hadir dalam pernikahan kalian.

Tulisan di atas saya adopsi dari renungan harian yang saya dapat di kantor.


                         Ini foto saya dengan sahabat terdekat saya, suami, partner kerja, tempat curhat saya.


seorang sahabat dapat menjadi keluarga dekat, sebaliknya keluarga sendiri kadang menjauh. Teringat saat mami saya meninggal di awal 2011 yang lalu, entah bagaimana saya melewatinya bila para sahabat mami dan sahabat saya tidak turut membantu. Bahkan mungkin hanya bantuan kecil, menjaga nenek saya, itu sangat berharga. 

Thanks to all my bestfriend for all your support on my life :)

Malaikat tak bersayap

berikut ini sedikit cerita yang menginspirasi...

Mazmur 55:23 : "Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau. Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah"

"Cara TUHAN menjaga kita"

Ini ditulis oleh seorang dokter dari Rumah Sakit Metro Denver USA :

Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar pukul 5, terjebak dalam kemacetan di jalan di Colorado Boulevard, dan tiba-tiba mobil saya mulai tersendat-sendat dan akhirnya mati - dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. Tapi tidak ada yang mau berhenti. Sebelum saya mulai menelpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart, dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh didekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik-baik saja.
Ketika saya tiba disana, terlihat bahwa ia sedang tersedu-sedu lebih karena sedih bukannya karena jatuh; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut-awutan dengan lingkaran hitam disekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan ke dia. Ternyata uang logam satu nikel.

Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, mobil tua yang dipenuhi dengan barang-barang dan 3 anak dibelakang (1 di tempat duduk depan) , dan meteran pompa menunjukkan $4.95.

Saya bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata 'Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis!, jadi kita berdiri menjauh dari mobilnya kebalik pompa. Ia bercerita bahwa ia lagi menuju keCalifornia dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini. Saya bertanya, 'Apakah anda berdoa?' Ia mundur sedikit, tapi saya yakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, 'IA mendengar kamu, dan IA mengirim saya.'

Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa terisi penuh, sementara bensin nya diisi, saya berjalan ke McDonald disebelah dan membeli 2 kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi. Ia memberikan makanan itu kepada anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kita berdiri disebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.

Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki-lakinya meninggalkan nya 2 bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan Januari nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menilpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama 5 tahun. Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang disana.

Jadi ia mengemas semua barangnya kedalam mobil milik satu-satunya. Ia memberitahu anak-anaknya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal disana.
Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya. Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, 'Apakah, anda malaikat atau apa?'

Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, 'Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang-kadang TUHAN memakai orang biasa.'

Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju ke mobil, mobilnya bisa langsung distarter dan pulang kerumah tanpa masalah. Saya akan kebengkel besok untuk memeriksakan, tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah.

Kadang-kadang Malaikat terbang sangat dekat dengan anda sehingga anda bisa mendengar getaran sayapnya...

Mazmur 55:23 ' Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka IA akan memelihara engkau. Tidak akan selama-lamanya dibiarkan Nya orang benar itu goyah.'


Saat saya membaca renungan di atas, walaupun sebenarnya saya sudah pernah membacanya, saya sangat tersentuh. Saya jadi teringat saat awal saya aktif di aktivitas rohani, saat itu ada seorang senior di sebuah Persekutuan Doa yang membawa renungan bahwa setiap hal terjadi karena rancangan Tuhan, sama seperti renungan di atas.

Saya juga kembali merenung, seringkali dengan kesibukan saya akhir-akhir ini saya banyak mengeluh dan kurang bersyukur. Seberapapun sulit kehidupan kita tampaknya Tuhan mau tunjukkan bahwa ada orang lain yang mengalami hal yang lebih buruk dari kita. Sanggupkah kita menjadi malaikat tak bersayap seperti sang dokter? mungkin yang kita berikan tidak banyak, tetapi dapat saja pemberian itu untuk orang lain menjadi sangat berharga.

Kamis, 17 Oktober 2013

Koki untuk Felix

Setelah Felix berusia 7 bulan, sudah saatnya dia belajar makan bubur tim saring, setelah sebulan sebelumnya Felix makan bubur susu yang saya buat dari tepung gasol. Saat mau mulai makan bubur tim saring galaulah diri ini, antara membeli slowcooker atau tidak. Maklum saat baca di internet banyak sekali posting ibu-ibu gaul yang bilang bahwa enak banget pakai slowcooker tinggal cemplung di malam hari dan pagi hari bubur sudah jadi. Bahkan banyak sekali yang bilang tidak perlu disaring lagi karena sudah lembut. Selain itu nutrisi bahan makanan masih terjaga karena proses pemasakan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi. Tetapi ada juga yang bilang bahwa kurang berguna membeli slocooker karena hanya pakai sebentar saja. Sampai akhirnya tiba waktunya, saya mantap mau membeli slowcooker tepat sebelum Felix mulai makan bubur, kami pergi ke salah satu toko elektronik terbesar di Surabaya. Kami tiba di sana pukul 20.00, dan karena tempatnya besar kami putar-putar sambil melihat produk-produk lain. Dan ternyata slowcooker dengan kapasitas kecil tidak tersedia lagi, yang paling kecil kapasitasnya 3,5L. Dan kami pun pulang dengan tangan hampa. Khawatir kejadian yang sama terulang, keeseokan harinya saya telfon ke beberapa toko elektronik lain apakah produk yang saya cari tersedia atau tidak. Dan tampaknya memang banyak sekali yang tidak menyediakan slowcooker dengan kapasitas kecil. Sebenarnya beberapa bulan sebelum mulai MPASI, saya sudah mau beli slowcooker di OL shop tapi hati ini nggak mantap khawatir kalau selama pengiriman produk rusak, karena produk elektro. Akhirnya saya menemukan slowcooker kapasitas kecil (1,5L) di Toko Elektronik Perdana, itupun atas rekomendasi seorang sahabat, Patty (tq ya Pat infonya :). Kami beli di hari sabtu dan langsung dipakai di hari minggunya. Awal pemakaian slowcooker tampaknya kurang pas penambahan airnya sehingga agak kering. Hari ke-3 bubur buatan saya sudah bagus banget. Beberapa kali saya tidak terbangun di malam hari sehingga saya tidak sempat masak dengan slowcooker dan saya harus memasak dengan cara di tim. Namun berdasarkan pengamatan saya hasil dan rasa bubur yang dihasilkan berbeda. Berikut beberapa perbedaannya:
*memasak dengan slowcooker beras menjadi benar-benar pecah dan lembut. Pada saat saya tim, pernah sampai 2 jam tapi bubur masih tidak terlalu pecah. Karena memasak dengan slowwcooker beras sudah lembut, maka saya hanya memberi bubur tim saring selama 3 minggu. Setelah itu bubur sudah tidak saya saring, bahkan agar mulai mau makanan kasar, sayur tidak lagi saya blender tetapi saya parut dengan parutan pala.

*rasanya gurih dan enak memasak dengan slowcooker, bahkan enak sekali hanya saja memang tidak ada rasa asin karena tidak saya tambah garam. Memasak dengan ditim membuat rasa bubur masih belum menyatu dan sangat tawar (tidak gurih)

*daging saat dimasak dengan slowwcooker lebih lembut daripada di tim, mungkin ini karena pemasakan dengan slowcooker memakan waktu yang lebih lama.

Buat teman-teman yang mau beli slowcooker untuk buah hati Anda, menurut hemat saya beli aja karena sangat membantu terutama untuk ibu yang bekerja seperti saya


Dengan hanya satu alat saya sangat terbantu, pagi hari bubur sudah masak dengan rasa yang gurih dan tidak perlu disaring. Karena itu slowcooker saya namakan kokinya Felix wkwkwk