Jumat, 11 April 2014

My first year

Lama bangettt ga ngeblog, kangen jugaaaaa. Akhirnya setelah sekian lama sempat juga nulis wkwkwkwkwwk J

Tahun 2013 adalah tahun yang luar biasa buat saya, di mana saya diberi Anugerah luar biasa  untuk merawat by sweetest baby boy, Felix. Puji Tuhan, Felix adalah anak yang sangat bisa diajak kerjasama, misal saat kami repot Felix sangat nurut. Bukan berarti tidak pernah rewel juga, namanya juga anak kecil, pasti pernah rewel.

Yang pasti waktu sangat cepat bergulir, buktinya sekarang sudah satu tahun berlalu sejak kelahirannya. Saat sudah dewasa, tampaknya 1 tahun berlalu seperti tidak ada perubahan, lain halnya dengan bayi, justru di satu tahun awal banyak sekali perkembangan yang terjadi. Kira-kira seperti inilah:

  • Breastfeeding / ASI

Karena saya melahirkan secara Caesar dengan berbagai pertimbangan dan masukan dari dokter obgyn saya, saya sudah bertekad bulat untuk memberi ASI minimal 1 tahun, and thanks God, saya dimampukan. Walaupun ASI eksklusif hanya selama 5,5 bulan dan setelahnya sudah campur dengan susu formula, namun ini sudah cukup memuaskan buat saya.

ASI adalah makanan terbaik untuk buah hati Anda, tidak perlu diragukan lagi, karena itu sudah digariskan oleh Tuhan. Kalau banyak orang bilang ASI berhemat, sebenarnya ngga juga lho, karena pada saat memberi ASI, saya sebagai working mom harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli pompa, belum lagi sempat pompa saya rusak, sehingga saya harus membeli pompa lagi yang saya pakai saat pompa di service. Belum lagi vitamin yang kita konsumsi dan berbagai supplemen untuk melancarkan ASI. Jangan sampai asupan nutrisi kita kurang saat memberi ASI, kasian baby dan tulang kita bila sampai kalsium tulang kita yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan kalsium baby.

Seringkali saat berniat memberi ASI banyak orang di sekitar kita yang justru mendorong untuk menggunakan susu formula, dengan alasan, bayi sering nangis karena masih lapar. Kadang bayi nangis bukan karena lapar, kalo Felix sih dulu nangis seringkali karena mau sendawa atau minta gendong untuk bisa tidur.

Prinsip ASI adalah produksinya akan sesuai dengan kebutuhan bayi, jadi tidak perlu khawatir tidak cukup. Semakin sering bayi minum maka produksinya semakin banyak. Kalau berdasarkan informasi yang saya dapat dari buku, paling baik untuk merangsang produksi ASI adalah oleh bayi sendiri baru kemudian diikuti pemerahan dengan tangan baru oleh pompa. Katanya sih karena organ mulut bayi dapat merangsang organ-organ di payudara untuk memproduksi lebih banyak ASI, jadi sering-sering ya memberi ASI langsung pada si kecil. Produksi ASI paling banyak sekitar di bulan ke 2-3, dan akan menurun pada saat bayi mulai makan (sekitar 6 bulan), ini sih pengalaman pribadi ya J

Buat saya pribadi memberi ASI adalah tantangan tersendiri, seringkali Felix minum terlalu banyak sampai muntah. Awalnya susah sekali memberi ASI, karena baik saya maupun Felix sama-sama masih belajar. Yang pasti perlekatan akan menentukan proses pemberian ASI juga posisi. Thanks God tahapan memberi ASI dilalui dengan cukup baik.

Saat stress di awal kelahiran (baby blue syndrome), segera cari teman yang bisa diajak sharing agar stress bisa segera hilang. Kan kasian si kecil kalau lihat kita yang sedang stress, bisa kena imbas stress kita. Tapi memang kebanyakan ibu baru mengalaminya, ada yang langsung ada yang beberapa minggu sebelumnya. Ada yang cepat hilang ada yang perlu waktu berbulan-bulan untuk menghilangkannya.

  • Bentuk kepala

Karena melahirkan secara Caesar, otomatis bentuk kepala Felix bagus, bulat. Akan tetapi  faktor yang mempengaruhi tidak hanya proses melahirkan, apalagi tulang bayi masih merupakan tulang rawan sehingga masih bisa dibentuk. Pada saat masih bayi saya menggunakan bantal bayi yang bagian tengahnya lobang (banyak yang menyebut bantal peyang). Bantal favorit saya, saya beli di Chicco, Surabaya, harganya lumayan untuk bantal kecil, tapi benar-benar lembut bahannya. Felix juga menikmati tidur di bantal ini dibandingkan dengan batal bayi yang lainnya.

Selain menggunakan bantal bayi, ada baiknya bayi saat tidur walaupun masih berusia beberapa minggu setiap beberapa saat dimiringkan ke kanan dan ke kiri secara bergantian, misal @ 20 menit. Di tengkurapkan juga bagus, untuk melatih pernafasannya. Karena dengan dimiringkan dan ditengkurapkan bisa mengistirahatkan tulang tengkoraknya agar tidak terus-menerus bersinggungan dengan bantal, sehingga bentuk kepala bisa bagus (bulatm tidak peyang).

  • Tengkurap
Bila ingat proses Felix belajar tengkurap lucu sekali. Pada umumnya bayi tengkurap sejak 3 bulan, bahkan ada yang 2 bulan sudah tengkurap. Tapi Felix beda dong, mungkin karena lumayan montok (4 bulan beratnya sekitar 6.5 kg, dan beratnya sama dengan beberapa bayi yang usia 7 bulan) sehingga membuat dia susah untuk bergerak aktif. Felix bisa tengkurap di usia 4,5 bulan, itupun untuk kembali ke posisi terlentang butuh banyak sekali usaha, sampai nangis segala dan sudah lancar bolak-balik saat usianya 5,5 bulan.
                      Ekspresi Felix saat tengkurap


  • Duduk

Saat bisa duduk sendiri (tanpa dipegangi) usianya sekitar 6 bulan. Waktu itu maminya lumayan galau kok Felix duduk masih didudukkan, sedangkan beberapa anak teman yang seumuran 6 bulan sudah bisa duduk sendiri (dari posisi terlentang atau tengkurap ke posisi duduk, tapi anaknya langsing :D ). Selidik punya selidik dengan konsultasi dengan beberapa dokter, ternyata duduk yang dimaksud adalah duduk tegak tanpa dipegangi, bukan bisa ke posisi duduk sendiri (biasanya tahap ini di usia 9 bulan, dan Felix pas 9 bulan kurang sedikit sudah bisa duduk sendiri).













  • Tumbuh Gigi

  • Tahapan ini lumayan dinanti-nanti, karena untuk persiapan anak untuk mulai makan. Awalnya saya kira giginya akan tumbuh di usia 6 bulan karena di gusi sudah tampak putih dan kasar, seperti bergerigi. Ternyata tidak bertambah besar, dan baru tumbuh benar di usianya yang ke 8. Awalnya tumbuh 2 gigi bawah lalu disusul 2 gigi atas. Di usia yang setahun total giginya ada 5 buah, 3 gigi atas dan 3 gigi bawah.

    • Merangkak

    Felix awalnya (usia 7 bulan) tidak mau merangkak, maunya berdiri dan gerakkan kakinya ingin berjalan. Jadi saya terutama, sempat bingung. Kalaupun merangkak salah satu kakinya diseret, lucu sekali. Saat bertanya-tanya dengan sesame teman bagaimana pengalaman mereka dengan anak-anaknya, ternyata tahapan merangkak sangat penting dan sebaiknya tidak diloncati (langsung ke tahap jalan).

    Beberapa kegunaan tahapan merangkak adalah : menjaga keseimbangan, perkembangan otak kiri dan otak kanan, koordinasi, dll (saya lupa juga). Oleh karena itu di beberapa lembaga pendidikan walaupun anak sudah bisa jalan tetap akan diajari merangkak.

    Pas di usia 8 bulan Felix sudah bisa merangkak sendiri dengan gesit. Dan tahapan ini tidak diloncati seperti kekhawatiran saya.


    • Berjalan
    Felix bisa berjalan di usia 13 bulan dan di 14 bulan sudah lancar jalannya. Awalnya jalan masih divariasi dengan merangkak, lucunya bila capek dan rada sebal dia langsung ambil posisi duduk minta digendong, kalo sudah liat wajahnya lucu bangetttt.

    Karena suka jalan, kalau dipakaikan sepatu suka banget. Awal-awal belajar di usia 9 bulan dengan alat bantu jalan. Kami memang tidak menggunakan baby walker karena banyak inputan bahwa baby walker kurang fungsional seperti: walaupun si anak berani berjalan pada kenyataannya anak menggunakan gerak roda untuk berjalan. Terkadang pada saat dilepas dari baby walker justru anak tidak berani berjalan karena merasa takut, kan selama menggunakan baby walker ada yang menyangga tubuhnya agar tidak jatuh. Belum lagi kalau anaknya terlalu tinggi atau terlalu pendek sedangkan baby walker tidak dapat disesuaikan tingginya, bisa jadi mempengaruhi struktur tulang, misal kalau anak terlalu tinggi bisa jadi tulang kaki justru tertekuk bila lama duduk di walker. Mana ada cerita baby jatuh terjungkal dari walker karena kurang pengawasan orang tua dan bertemu dengan tangga. Dengan beberapa pertimbangan itu maka si felix belajar jalan dengan mainan yang memang difungsikan untuk belajar berjalan. Felix suka banget karena kalau didorong ada lagu dan lampunya menyala, sangat menarik untuk anak-anak, ga merasa rugi beli ….


    • Bicara
    Felix mulai berkata-kata dengan jelas di usia 8 bulan, dan kata pertamanya adalah Momo, anjing peliharaan kami, mungkin karena sering mendengar kami memanggil si Momo. Bicara semakin lancer saat usia 13 bulan selisih 2 minggu dari lanca berjalan. Kata-kata standar seperti mami (seringkali panggil mi mi mi kalo panggil saya), maem, no (sambil bilang no no no sambil jari telunjuk digoyang, rada meniru saya kalo saya melarang dia melakukan sesuatu, dan kalau bilang no no no selalu diikuti dengan senyumnya yang ngece), jadi tambah gemes.


    Itu sekilas perkembangan nya di tahun pertamanya. Menyenangkan dan saya tidak sabar menanti perkembangan nya selanjutnya. Ingin sekali menikmati setiap  perkembangannya dengan puas.

    Bagaimanapun perkembangan anak Anda selama masih dalam range, dibuat santai saja, yang penting kita asah supaya berkembang agar tumbuh kembangnya tidak terlambat. Sekarang banyak sekali mainan yang bisa digunakan untuk memacu tumbuh kembang anak, informasi juga banyak bisa kita dapat di internet so enjoy your days as parents ya….




    Sabtu, 05 April 2014

    Tim Iga Babi saus tausi nyam nyam....

    Ceritanya doyan banget makan dim sum dan ada 1 menu di aneka makanan dimsum yang saya suka banget yaitu iga babi tim dengan saus tausi, rasanya mak nyussss.....

    Susah sekali cari resep olahan babi yang sesuai di lidah kalo browsing di internet. Cari-cari resep ini akhirnya dapet dari teman kantor yang adiknya sekolah di Tristar culinary. Resep sudah dapat dari setahun yang lalu tapi baru praktek minggu lalu.

    Buatnya cepat banget (hanya sekitar 45 menit) dan rasanya sangat sesuai dengan harapan dan selera saya. Ini resepnya:

    Bahan:
    300 gram iga babi/baikut (pakai yang super karena empuk dan banyak dagingnya), bisa diganti ayam juga
    1,5 sdm tepung terigu
    1 sdm tausi (kedelai hitam fermentasi)
    1/2 sdt garam
    1/2 sdt gula
    1/2 sdt baking powder
    1/4 sdt merica
    1 sdt kecap asin
    1/2 sdt minyak wijen
    sedikit bawang daun

    Cara buat:
    * rendam baikut selama 30 menit dengan garam, 1 sdm tepung terigu, baking powder, gula selama 30 menit.
    * cuci bersih baikut dari tepung
    * lumuri dengan sisa tepung sedikit garam, gula, minyak wijen, tausi, bawang daun, kecap asin, dan merica
    * kukus 30 menit lalu siap disantap dengan nassi hangat

    Buatnya cepat, pas baru matang buat sarapan, dan si Eko habis nasi 2 piring, sampai si mbak diminta ke pasar beli nasi putih karena nasi di rumah abis.

    Ini fotonya:

    Sabtu, 30 November 2013

    Investasi yuk

    Beberapa waktu lalu ada seorang sahabat yang meminjamkan buku mengenai langkah menjadi kaya. Bukan langkah menjadi kaya yang mau saya sharingkan. Singkat cerita kami berdua ingin punya tambahan properti namun melihat mahalnya harga rumah saat ini membuat kami keder dan memutuskan untuk menunda  dulu keinginan kami. Sampai akhirnya saya terima BM mengenai apartemen yang harganya terjangkau untuk ukuran kantong saya. Karena pihak marketing susah dihubungi, si Eko mampir ke kantor pemasarannya untuk bertanya-tanya. Bukannya malah mau beli e malah jadi marketingnya.

    Singkat cerita kami juga ambil apartemennya. Karena sambil menyelam minum air si Eko tetap jadi marketingnya. Sebagai istri yang baik saya mau bantu jualan, berikut gambar-gambar apartemen yang ditawarkan. Kalau ada yang minat bisa hubungi saya (0813307977763 pin BB 32A8DCDD) atau eko (08164258564 atau 031-70648114).

    Beberapa alasan kami memutuskan membeli apartemen ini:

    • harga nya terjangkau buat kami, harga rumah di sekitar tempat tinggal kami sudah di atas 500 juta semua walaupun luasnya sangat kecil.
    • lokasi lumayan menarik, sehingga bisa disewakan harian, bulanan atau tahunan (bisa sebagai  tambahan income)
    • bila tidak dijual bisa buat masa tua, karena luas sempit sehingga saat tua tidak capek mengurus rumah.
    • kalaupun dijual bisa digunakan untuk DP rumah
    Berikut gambarnya, siapa tau ada yang tertarik










    Kalau mau investasi, jangan ragu-ragu, karena nilai uang akan terus tergerus inflasi.






    Minggu, 03 November 2013

    Mamiku narsis

    Tangal, 28 Oktober yang lalu kami sekeluarga pergi ke Bandar Djakarta Surabaya untuk me ngikuti acara lomba foto bayibdan bayi ceria. Ceritanya pas beberapa minggu sebelumnya saya ke TP untuk menemui sahabat saya sejak kecil, saya menerima brosur lomba ini. langsung saja saya semangat 45 untuk mengikutkan Felix lomba foto dan lomba bayi ceria.

    Tampaknya memang naluri semua ibu yang bilang bahwa anaknya lucu dan menggemaskan. Selain ingin Felix aktif, saya juga ingin Felix tumbuh jadi anak yang berani tampil di depan umum dan pandai bersosialisasi. Dan salah satu cara yang ingin saya tempuh adalah dengan sering mempertemukan Felix dengan banyak orang.

    Setelah tiba waktunya harinya tiba. Sepulang gereja kami langsung ke lokasi, Bandar Djakarta Surabaya sekitar jam 12siang. posisi Felix saat itu sedang bobo, akhirnya kami makan dulu. setelah Felix terbangun mulailah saya menyuapinya sambil menggoda, ingin mendaftarkan lomba bayi ceria, menurut saya Felix adalah anak yang ceria.

    Tiba saatnya lomba bayi ceria, kami naik ke atas panggung dan beraksi. Felix berhasil tertawa terbahak-bahak, dan bila melihat pesaingnya tampaknya bisa menang. Karena merasa sedikit PD kami selain menunggu pengumuman lomba foto, kami juga menunggu pengumuman loba bayi ceria.

    Setelah menanti beberapa waktu, akhirnya tiba pengumuman lomba foto bayi ceria, dan terdengar nama Felix disebut, segera saja dia saya gendong ke panggung untuk terima piala. Ternyata setelah saya perhatikan lagi, Felix bukan menang tapi dapat piala penghargaan, pantas saja di piala tidak ada tulisan juara berapa. Dasar mak nya narsis, ya lumayan dapat souvenir piala. Walau ga menang tapi senang juga, minimal tahu suasana lomba. Dan sama halnya dengan lomba bayi ceria, Felix belum menang, padahal dia jauh lebih ceria dari bayi lain. Tapi bedanya ga dapat piala lagi karena baru dafta hari H, sedangkan lomba foto sudah saya daftarkan sebelumnya, jadi sudah disiapkan oleh panitia.

    Dan seperti biasa, Eko bilang "Kalau piala begini dia buatkan saja di toko sport, ga perlu panas-panas antri dll". Alasannya karena kasian Felix capek. Tapi untungnya Felix cukup menikmati acaranya dan banyak suasana baru.

    Tetap saja tampaknya saya tidak akan ikut lomba foto lagi dalam waktu dekat. Mungkin tunggu usia Felix lebih besar dan mulai mengerti apa yang dia lakukan. Karena saya juga ingin dia mengerti apa yang dia lakukan. Berikut foto saat Felix pegang piala.

    Arti sahabat....

    Lagi-lagi  postingan mengenai renungan di kantor, entah karena saya kurang kreatif atau karena banyak ide tetapi bingung mau menulis dari mana. Berikut renungan yang saya dapat di kantor.

    =================================================================================
    BacaMazmur 23

    TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. (Mazmur 23:1)


    Bacaan Alkitab Setahun:
    Yohanes 1-3


    Bayangkan Anda, yang berasal dari daerah, diberi kesempatan berlibur gratis di Jakarta. Fasilitas dan dana disediakan secara berlimpah. Lalu, Anda disodori dua pilihan untuk menikmati liburan itu. Anda diberi peta dan perangkat Global Positioning System tercanggih, agar Anda dapat menelusuri Jakarta secara leluasa seorang diri. Atau, Anda didampingi Pemandu, seorang sahabat yang mengenal Jakarta dan sekaligus mengenal Anda dengan baik. Mana yang Anda pilih?

    Daud melihat perjalanan hidupnya didampingi Pemandu yang hebat, Tuhan. Ia menggambarkannya sebagai Gembala, sosok yang dekat dan mengenal dengan baik domba-Nya. Sebagai Gembala, Dia menjauhkan mereka dari makanan beracun, dan menyediakan makanan dan minuman terbaik. Dia menjaga agar mereka tidak tersesat, mengarahkan mereka menempuh jalan yang benar. Jalan itu tidak selalu mudah, tetapi membuat mereka semakin mengenal karakter-Nya. Dia tidak pernah meninggalkan mereka. Saat melewati lembah kekelaman, Dialah penolong, kekuatan, dan jalan keluar bagi mereka. Dia melindungi mereka dari musuh dan menyediakan kelimpahan dan kemenangan. Kebaikan dan kemurahan-Nya tidak berhenti di alam fana ini, namun berlanjut sampai selama-lamanya. Sungguh, dalam penggembalaan Tuhan, Daud tidak kekurangan hal yang baik.

    Bagaimana kita memandang hubungan kita dengan Tuhan? Apakah kita merasa bahwa Dia hanya memberi kita peta dan kita bebas menentukan arah? Ataukah kita melekat pada-Nya, Pemandu yang senantiasa memikirkan yang terbaik bagi kita?
    ================================================================================

    Pada saat saya membaca renungan di atas yang terlintas di otak saya adalah, benar adanya di jaman sekarang di mana berbagai peralatan canggih diciptakan untuk memudahkan manusia, tampaknya akan banyak yang memilih GPS daripada pemandu.

    Seringkali saat tersesat kita lebih memilih buka HP dan buka map daripada turun dan bertanya pada warga sekitar. Hal ini terjadi apakah karena pengaruh canggihnya peralatan atau karena sifat manusia yang mulai berubah.

    Jadi teringat pelajaran sekolah yang menyatakanbahwa manusia dilahirkan sebagai makhluk sosial, jadi sudah kodrat manusia untuk bersosial dengan sesama manusia bukan sibuk dengan social media untuk kontak teman lama. Memang berbagai social media dapat membantu kontak dengan teman lama, namun secanggih apapun piranti yang kita punya, kehadiran memiliki arti yang sangat penting. Seringkali kita sibuk sekali denan kegiaatan kita dan lupa dengan teman dan sahabat yang pernah mengisi ruang hati kita. Kita bertemu teman hanya bila ada undangan, tidak sengaja bertemu di mall, atau ada orang meninggal.

    Hal ini juga menjadi tantangan buat saya, karena kehadiran sangat penting artinya dalam segala macam relasi, entah dengan orang tua, sahabat, saudara, dll. Mari kita hadir dalam kehidupan teman dan sahabat kita, tidak hanya via BBM dan facebook, tapi hadir dan berbagi cerita  bersama sama seperti waktu yang lalu.

    Rabu, 23 Oktober 2013

    persahabatan bagai kepompong


    Beberapa waktu lalu ada sebuah lagu yang menjadi populer baik dari kalangan anak-anak hingga orangtua. Referent lyric lagu tersebut berkata seperti ini:
    Persahabatan bagai kepompong
     

    Mengubah ulat menjadi kupu kupu
    Persahabatan bagai kepompong
    Hal yang tak mudah berubah jadi indah
    Persahabatan bagai kepompong
    Maklumi teman hadapi perbedaan

    Dalam Alkitab, persahabatan merupakan tingkat hubungan yang tertinggi. Abraham mendapat sebuah kehormatan dengan disebut sebagai "Sahabat Allah" (Yakobus 2:23b). Selain itu, Daud dikatakan sebagai seorang yang berkenan di hati Allah (1 Samuel 13:14), ini adalah salah satu cara mengatakan bahwa Daud adalah seorang sahabatNya.

    Yesus menyebut murid-muridNya adalah sahabatNya, "Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku." (Yohanes 15:15).

    Banyak hubungan suami istri tidak mencapai hingga hubungan yang sejati, karena mereka tidak bisa menjadi seorang sahabat. Hubungan persahabatan lebih dari hubungan asmara. Karena hanya melihat hubungan suami istri sebagai sebuah hubungan asmaraa akibatnya mereka hanya membangun hubungannya sampai di permukaan saja.

    Pernikahan adalah perjalanan seumur hidup menuju keintiman, tetapi juga menuju persahabatan. Seorang suami istri harus bisa menjadi sahabat baik satu sama lain. Siapakah yang lebih mengenal diri kita selain sahabat kita? Terkadang seorang sahabat akan berbagi banyak hal yang tidak pernah dibicarakan dengan keluarganya. Untuk itulah suami istri harus menjadi sahabat, karena mereka tidak boleh merahasiakan sesuatu satu sama lain.

    Seorang sahabat menerima satu sama lain, baik dengan kelebihannya maupun kekurangannya. Mereka saling berbagi, baik di hari-hari yang indah maupun saat-saat duka. Kualitas inilah yang memisahkan seorang teman biasa dan seorang sahabat.
    Banyak pasangan suami istri sulit menjadi seorang sahabat bagi satu sama lain, mereka lebih mudah menjadi seorang "hamba" dari pada seorang sahabat. Bahkan terkadang, mereka lebih mirip kakak dan adik dari pada seorang sahabat.

    Dalam Alkitab, persahabatan dan kasih adalah dua hal yang tak terpisahkan. "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran" (Amsal 17:17). Persahabatan adalah sebuah alat untuk melebur pasangan suami istri menjadi satu kesatuan yang indah. Tidak ada hubungan lain di bumi ini yang sedekat dengan gambaran pernikahan, karena pernikahan adalah gambaran yang ideal yang Allah inginkan sebagai hubungan antara diriNya dengan manusia. Untuk itu, persahabatan adalah sebuah hal yang penting untuk membuat sebuah pernikahan berhasil. Jadilah seorang sahabat sejati bagi pasangan Anda, dan ijinkan dunia melihat bahwa Allah hadir dalam pernikahan kalian.

    Tulisan di atas saya adopsi dari renungan harian yang saya dapat di kantor.


                             Ini foto saya dengan sahabat terdekat saya, suami, partner kerja, tempat curhat saya.


    seorang sahabat dapat menjadi keluarga dekat, sebaliknya keluarga sendiri kadang menjauh. Teringat saat mami saya meninggal di awal 2011 yang lalu, entah bagaimana saya melewatinya bila para sahabat mami dan sahabat saya tidak turut membantu. Bahkan mungkin hanya bantuan kecil, menjaga nenek saya, itu sangat berharga. 

    Thanks to all my bestfriend for all your support on my life :)

    Malaikat tak bersayap

    berikut ini sedikit cerita yang menginspirasi...

    Mazmur 55:23 : "Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau. Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah"

    "Cara TUHAN menjaga kita"

    Ini ditulis oleh seorang dokter dari Rumah Sakit Metro Denver USA :

    Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar pukul 5, terjebak dalam kemacetan di jalan di Colorado Boulevard, dan tiba-tiba mobil saya mulai tersendat-sendat dan akhirnya mati - dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. Tapi tidak ada yang mau berhenti. Sebelum saya mulai menelpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart, dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh didekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik-baik saja.
    Ketika saya tiba disana, terlihat bahwa ia sedang tersedu-sedu lebih karena sedih bukannya karena jatuh; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut-awutan dengan lingkaran hitam disekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan ke dia. Ternyata uang logam satu nikel.

    Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, mobil tua yang dipenuhi dengan barang-barang dan 3 anak dibelakang (1 di tempat duduk depan) , dan meteran pompa menunjukkan $4.95.

    Saya bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata 'Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis!, jadi kita berdiri menjauh dari mobilnya kebalik pompa. Ia bercerita bahwa ia lagi menuju keCalifornia dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini. Saya bertanya, 'Apakah anda berdoa?' Ia mundur sedikit, tapi saya yakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, 'IA mendengar kamu, dan IA mengirim saya.'

    Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa terisi penuh, sementara bensin nya diisi, saya berjalan ke McDonald disebelah dan membeli 2 kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi. Ia memberikan makanan itu kepada anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kita berdiri disebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.

    Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki-lakinya meninggalkan nya 2 bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan Januari nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menilpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama 5 tahun. Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang disana.

    Jadi ia mengemas semua barangnya kedalam mobil milik satu-satunya. Ia memberitahu anak-anaknya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal disana.
    Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya. Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, 'Apakah, anda malaikat atau apa?'

    Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, 'Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang-kadang TUHAN memakai orang biasa.'

    Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju ke mobil, mobilnya bisa langsung distarter dan pulang kerumah tanpa masalah. Saya akan kebengkel besok untuk memeriksakan, tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah.

    Kadang-kadang Malaikat terbang sangat dekat dengan anda sehingga anda bisa mendengar getaran sayapnya...

    Mazmur 55:23 ' Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka IA akan memelihara engkau. Tidak akan selama-lamanya dibiarkan Nya orang benar itu goyah.'


    Saat saya membaca renungan di atas, walaupun sebenarnya saya sudah pernah membacanya, saya sangat tersentuh. Saya jadi teringat saat awal saya aktif di aktivitas rohani, saat itu ada seorang senior di sebuah Persekutuan Doa yang membawa renungan bahwa setiap hal terjadi karena rancangan Tuhan, sama seperti renungan di atas.

    Saya juga kembali merenung, seringkali dengan kesibukan saya akhir-akhir ini saya banyak mengeluh dan kurang bersyukur. Seberapapun sulit kehidupan kita tampaknya Tuhan mau tunjukkan bahwa ada orang lain yang mengalami hal yang lebih buruk dari kita. Sanggupkah kita menjadi malaikat tak bersayap seperti sang dokter? mungkin yang kita berikan tidak banyak, tetapi dapat saja pemberian itu untuk orang lain menjadi sangat berharga.