Rabu, 11 Juni 2014

Parakan Here I come again

Ceritanya tgl 17 Mei 2014 yang lalu ada kerabat menikah di kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. Karena tgl 15 adalah hari libur nasional, Waisak, maka kami sekeluarga memutuskan pulang kampong tgl 14 malam. Kami menggunakan jasa supir untuk antar kami ke kampung, karena siangnya kami masih kerja dan Eko kurang nyaman mengemudi di malam hari.
Kami berangkat dari rumah sekitar pkl 20.00 menjemput driver kantor saya dan langsung menuju kampung halaman. Felix sudah bobo saat di depan terminal Bungurasih, jadi ortunya bisa ngajak driver ngobrol-ngobrol, Puji Tuhan jalanan lancar, hanya sedikit ramai sampai Mojokerto. Kami berhenti di Rumah Makan Duta untuk ngopi dan makan bakso, hehehe laparrr
Felix sudah kami siapkan tempat tidur di kursi tengah dialasi bedcover agar lebih rata dan empuk. Lalu di belakang kursi pengemudi diberi travel bag agar ngga jatuh. Tampaknya Felix bisa tidur nyaman karena hanya bangun untuk minum susu.
Kami tiba di rumah sekitar pkl 8 pagi lalu Felix langsung digendong Mak dan Kong nya kan sudah kangen berat setelah terakhir jumpa di Februari yang lalu. Lalu kami mulai menurunkan barang yang kami perlu saja, siapin sarapan Felix karena saya dan Eko sudah makan di Temanggung bersama pak Supir.

Felix disiapkan bubur dan opor, makannya lumayan walau awalnya agak susah. Lalu kami ke kamar sambil rebahan dan ketiduran. Lumayan bisa tidur setelah di jalan tidurnya setengah-setengah karena harus nemani driver agar tidak ngantuk.
Malamnya kami pindah ke Hotel untuk istirahat. Felix lumayan bisa tidur nyenyak, karena suasana kamar hotel nyaman.
Keesokan harinya setelah sarapan kami kembali ke Parakan untuk ngobrol-ngobrol sambil menanti adik yang dari Bandung. Setelah berjumpa dan ngobrol-ngobrol kami balik hotel untuk persiapan sebelum malam widodaren. Sesampai di Hotel Felix bisa tidur siang, sambil saya siap-siap diri dan make up. Untungnya acara widodaren dan hotel tempat kami menginap sama sehingga kami hanya perlu jalan kaki saja.
saat malam widodaren
Di rumah makan tempat widodaren ada live music dan Felix joget-joget saat mendengar lagu dinyanyikan sambil memandang serius si penyanyi. Para tamu yang melihat tingkah lakunya pada tertawa, melihat betapa lucunya tingkah laku si Felix. 
Keesokan harinya, pas hari Sabtu, 17 Mei tibalah saatnya hari pernikahannya, pagi jam 6 saya sudah berangkat ke salon di Parakan, karena saya berangkat Felix masih tidur, semua urusan Felix dilakukan eko, dari mandi, ganti baju dan sarapan. Karena Felix tidak mau makan sama sekali  terpaksa saya menyuapi Felix saat di gereja, sebelum sakramen pernikahan. Lumayan mau makan walau dikit.
Dan selama sakramen pernikahan, si Felix lumayan aktif sehingga harus saya bawa ke luar agar tidak mengganggu kekhidmatan prosesi. Jalan-jalan terus si Felix untung sempat dibantu gendong oleh salah satu saudara, karena kaki ini sudah pegel betul pakai high heels. Lalu saya gendong Felix dengan selendang dan tidurlah dia. Karena acara resepsi masih sekitar 1,5 jam dari sakramen kami balik hotel dulu selain agar Felix bisa tidur dan anti baju, papinya juga ganti baju.
Setelah Felix bangun kami bergegas ke tempat resepsi. Dan lagi-lagi Felix aktif banget kesana kemari. Setelah semua tamu pulang kami mulai balik hotel untuk mempersiapkan perjalanan balik ke Surabaya. Tepat jam 5 sore kami meninggalkan hotel untuk kembali ke Surabaya karena hari minggu jam 9 pagi sudah ada acara penting lain yang saya juga harus datang.
Saat perjalanan pulang ke Surabaya sejak jam 2 dini hari tampaknya driver nguantuk ampe jalannya pelan banget. Untung Eko terbangun jadi bisa memberi arahan. Penyertaan Tuhan masih bersama keluarga kami, sampai kami tiba d rumah pukul 4 dinihari.
Sayang sekali kami ga sempat foto saat Felix memakai jas, padahal lucu sekali lho.

Sabtu, 07 Juni 2014

1st trip to KBS

Akhir mei 2014 banyak sekali tgl merah, yaitu 27 (selasa) dan 29 mei (kamis), akhirnya kami merencanakan vacation dalam kota untuk Felix, sekedar menyenangkannya.
Tgl 24.05.2014 kami sewa mainan untuk Felix yang ada ring basket, gawang main bola dan perosotan kecil. Felix awalnya suka main basket. Tapi namanya anak kecil mudah sekali bosan. Sewa 2 minggu hanya dipakai sebentar saja, terasa rugi banget kali ini sewa mainan.
Tgl 27 sudah kami agendakan untuk berenang. Belajar dari pengalaman yang lalu saat usia 9 bulan setelah berenang, Felix sakit batuk pilek karena minum air kolam, maklum anak kecil masih belum paham bahwa air kolam kotor, kali ini seminggu sebelum berenang, Felix vaksin flu terlebih dahulu pas  kondisinya juga sedang fit. Dan tiba saatnya kami berenang. Berangkat jam 9 pagi, ke sport club dekat rumah. Kami renang hanya sebentar hanya 1 jam saja. Felix menggunakan swim trainer. Dia senang sekali main air, sampai saat diajak berhenti protes minta balik ke dalam kolam untuk main air. Walau ngantuk berat tetap saja ingin berenang. Sayang tidak ada dokumentasi, karena terburu-buru.
Pulang berenang, kami pulang untuk istirahat, si Felix bobo nyenyak sekali. Lalu kami siap-siap hantar Felix pijat bayi, setelah sebulan lebih tidak pijat. Tapi karena sudah agak besar, pijatnya sambil jalan-jalan, untukng si mbak telaten mengejar Felix untuk pijat.
Keesokan harinya kami kembali ke aktivitas semula, orang tua bekerja dan Felix di daycare.
Kamis, 29 Mei 2014 sudah direncanakan mau ke KBS. Karena 29 mei adalah hari kenaikan Tuhan Yesus, maka kami ke gereja dulu dan seperti biasa kami ke gereja Redemptor mundi jam 10 pagi. Ini adalah gereja favorit saya karena: bahasa inggris (sekalian ajak Felix untuk belajar dan praktek), jam 10 (tidak terlalu pagi, jadi sempat malas-malasan, belaja ke pasar, menyupi Felix, dll), dan pulangnya bisa langsung pergian entah ke mall atau tempat lain. Dan tidak disangka saya bertemu dengan teman sel lama, Nanny dan Johan dan kami duduk sebangku jadi bisa ngobrol-ngobrol, pelepas rindu….
Lalu perjalanan kami lanjutkan, sebelum ke KBS (Kebun Binatang Surabaya), kai makan dulu di Pizza Hut dan untuk Felix saya pesan nasi sapi jamur dan sup. Ternyata, Felix suka banget dengan nasinya, sepanjang disuapin bilang “nak” (=enak) terus. Jadi terpikir apa dia suka makan di luar?, atau masakan saya kurang enak, padahal bekal di daycare selalu saya yang masak dan selalu habis, hiks…mungkin Felix tidak sadar bahwa saya yang selalu masak untuk dia, karena kalau libur di rumah seringkali susah makan, pengennya main terus.
Perjalanan lanjut ke KBS, masuknya hanya bayar Rp 15.000,- untuk orang dewasa dan gratis untuk anak dibawah 3 thn. Tentunya Felix gratis. Begitu masuk, Felix melihat lahan yang luas langsung matanya berbinar dan ingin lari ke sana dan ke sini, untungnya tidak rama sekali, sehingga kami bisa jalan dengan santai.
Karena kondisi Felix mengantuk jadi kami di KBS kurang bisa santai yang penting bisa jalan dan nunjukin ke Felix aneka hewan. Salah satu tujuan saya adalah ingin Felix dan papinya naik gajah, ternyata hanya ada jam 11-13 dan kami kelewatan, segera lah kami jalan agak cepat agar tidak rugi sudah bayar tiket masuk lalu pulang. Si papi sudah ngomel karena pakai sepatu, lupa bawa sandal sehingga capek kakinya. Kami hanya jalan menyusuri jalan, sehingga banyak sekali yang belum kami lihat, mungkin lain kali harus mencari waktu yang lebih enak sambil menunggu Felix lebih besar.


Comment saya saat di KBS adalah, memang masuknya murah, masa ke KBS dan berenang masih lebih murah ke KBS, padahal lahannya luas dan banyak binatang yang harus diberi makan setiap harinya. Tetapi kondisi hewan di sana sangat miris menurut saya (sama dengan komentar berbagai penulis di Koran maupun media lain). Hewannya seperti kurang terawat, lingkungan juga kurang terjaga. Kesannya KBS sangat tidak berperikehewanan. Mungkin saya berpendapat demikian karena saya memelihara anjing, si Momo yang saya perlakukan seperti anak sendiri.
Ada 1 show hewan-hewan semacam atraksi sirkus begitu, awalnya menarik, tetapi setelah melihat betapa sebenarnya kasian hewan-hewan yang dilatih, mungkin hewan nya memang dibuat lapar agar menurut saat show dan dipancing dengan makanan agar menurut. Ga sampai show berhenti dan kami langsung pulang.


Walau ngantuk berat Felix tidak mau tidur di mobil, tampaknya dia masih ingin tahu apa lagi yang mau kami berikan untuknya. Sampai di rumah langsung mandi, dengan harapan Felix ngantuk dan bobo. Ternyata menanti dia bobo lama sekali hampir 1 jam. Bobo jam 4 sore dan baru bangun sekitar jam 6 sore (walaupun sudah berulangkali saya bangunkan tetap saja dia terlelap kembali). Untungnya Felix bisa tidur lagi sekitar jam 8.30 malam, kami sudah khawatir dia susah tidur malam harinya. Tampaknya dia sangat capek tapi seneng.





Jumat, 30 Mei 2014

My first birthday party

Sama halnya dengan para mommies yang lain, saya juga ingin merayakan ultah pertama si Felix. Saya sudah merencanakan sekitar sebulan sebelumnya mulai apakah akan diadakan di rumah atau di rumah makan. Dan dengan beberapa pertimbangan seperti jadwal tidur Felix, ribet transportasi dan tentunya penghematan, akhirnya ultah Felix diputuskan diadakan di rumah.
Acara ulang tahun kami buat sederhana, hanya sekedar untuk acara kumpul-kumpul keluarga, beberapa teman, dan tetangga. Karena momen ulang tahun Felix di 8 February 2014 kemarin pas jatuh di hari Sabtu dan pas juga saya libur, jadi perayaan kami adakan di hari Sabtu sore jam 15.30, dengan pertimbangan anak-anak lain juga pas kalau diadakan jam itu karena tidak terlalu malam. Pas juga Papa dan Mama mertua datang dari Parakan jadi rame deh.
Setelah memutuskan bahwa ulang tahun kami adakan di rumah saya mulai merancang susunan menu, kalau tidak salah ingat ini susunan menunya:
  • Sate (pesan di pedagang sate langganan dekat rumah)
  • Gurami asam manis (pesan)
  • Sapo tahu (pesan)
  • Fu yung hai (pesan)
  • Babi kecap (masak sendiri tapi Cuma dikit dan ludes)
  • Bakmi goreng (masak sendiri dan habis, katanya sih mie wajib ada untuk setiap perayaan ulang tahun sebagai perlambang agar diberi panjang umur seperti mie yang bentuknya panjang-panjang)
  • Aneka kue mini (saya pesan di Sam’s donat bersamaan dengan kue tart nya)
  • Es buah (isi nata de coco, lychee kaleng, selasih, klapa muda, dan saya beri irisan jeruk lemon, jadi rasanya segarrrrr, ludes juga)
  • Kue tart (saya pesan spiku dengan hiasan buttercream dengan tema minion). Saat ke toko kue kami langsung coba kue nya dan karena Felix suka langsung saja kami putuskan pesan. Dan gambar kue tart kami pilih gambar minion dengan buttercream warna biru.
Dekorasi juga kami siapkan dengan sederhana dan praktis, untuk urusan dekor dibantu oleh Ako Lia dan Thio Dani. Dekorasi banyak didominasi Balon dan selama proses dekor, Felix sangat menikmati main balon, walaupun banyak sekali blon yang meletus, maklum kami semua amatir :)



Agar suasana meriah, saya sewa beberapa mainan anak, dan halaman belakang jadi seperti playgroup. Ada sekitar 7-10 anak kecil dan hanya ada 1 cewek, bisa kebayang kan ramainya. Konsep inipun mencontoh ultah si Alice biar anak-anak ngga kesepian. Lucunya ada ada yang masih rebutan mainan. Melihat perilaku anak-anak lucu sekali.

Suasana sebelum para tamu datang

Suasana saat para tamu kecil sudah datang

Souvenir saat pulang kami bagi snack khusus anak-anak dan mainan bentuk palu yang ditiup  yang kebetulan juga bergambar minion, padahal ini tidak sengaja. Kebetulan saat cari souvenir yang harganya masuk mainan ini dan pas di toko kue boneka untuk cowok yang ready adalah minion.
Selain ultah di rumah, kami juga bagi-bagi goodie bag di daycare nya Felix, dan agar agak meriah kami juga bagi balon. Bagi-bagi goodie bag kami adakan hari Senin nya, 10 Feb 2014, pas saya cuti juga, dengan pertimbangan kalau hari sabtu banyak anak daycare yang off.
Itulah rangkaian ultah Felix, tahun depan belum tahu mau seperti apa, ditunggu ya….

Jumat, 11 April 2014

My first year

Lama bangettt ga ngeblog, kangen jugaaaaa. Akhirnya setelah sekian lama sempat juga nulis wkwkwkwkwwk J

Tahun 2013 adalah tahun yang luar biasa buat saya, di mana saya diberi Anugerah luar biasa  untuk merawat by sweetest baby boy, Felix. Puji Tuhan, Felix adalah anak yang sangat bisa diajak kerjasama, misal saat kami repot Felix sangat nurut. Bukan berarti tidak pernah rewel juga, namanya juga anak kecil, pasti pernah rewel.

Yang pasti waktu sangat cepat bergulir, buktinya sekarang sudah satu tahun berlalu sejak kelahirannya. Saat sudah dewasa, tampaknya 1 tahun berlalu seperti tidak ada perubahan, lain halnya dengan bayi, justru di satu tahun awal banyak sekali perkembangan yang terjadi. Kira-kira seperti inilah:

  • Breastfeeding / ASI

Karena saya melahirkan secara Caesar dengan berbagai pertimbangan dan masukan dari dokter obgyn saya, saya sudah bertekad bulat untuk memberi ASI minimal 1 tahun, and thanks God, saya dimampukan. Walaupun ASI eksklusif hanya selama 5,5 bulan dan setelahnya sudah campur dengan susu formula, namun ini sudah cukup memuaskan buat saya.

ASI adalah makanan terbaik untuk buah hati Anda, tidak perlu diragukan lagi, karena itu sudah digariskan oleh Tuhan. Kalau banyak orang bilang ASI berhemat, sebenarnya ngga juga lho, karena pada saat memberi ASI, saya sebagai working mom harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli pompa, belum lagi sempat pompa saya rusak, sehingga saya harus membeli pompa lagi yang saya pakai saat pompa di service. Belum lagi vitamin yang kita konsumsi dan berbagai supplemen untuk melancarkan ASI. Jangan sampai asupan nutrisi kita kurang saat memberi ASI, kasian baby dan tulang kita bila sampai kalsium tulang kita yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan kalsium baby.

Seringkali saat berniat memberi ASI banyak orang di sekitar kita yang justru mendorong untuk menggunakan susu formula, dengan alasan, bayi sering nangis karena masih lapar. Kadang bayi nangis bukan karena lapar, kalo Felix sih dulu nangis seringkali karena mau sendawa atau minta gendong untuk bisa tidur.

Prinsip ASI adalah produksinya akan sesuai dengan kebutuhan bayi, jadi tidak perlu khawatir tidak cukup. Semakin sering bayi minum maka produksinya semakin banyak. Kalau berdasarkan informasi yang saya dapat dari buku, paling baik untuk merangsang produksi ASI adalah oleh bayi sendiri baru kemudian diikuti pemerahan dengan tangan baru oleh pompa. Katanya sih karena organ mulut bayi dapat merangsang organ-organ di payudara untuk memproduksi lebih banyak ASI, jadi sering-sering ya memberi ASI langsung pada si kecil. Produksi ASI paling banyak sekitar di bulan ke 2-3, dan akan menurun pada saat bayi mulai makan (sekitar 6 bulan), ini sih pengalaman pribadi ya J

Buat saya pribadi memberi ASI adalah tantangan tersendiri, seringkali Felix minum terlalu banyak sampai muntah. Awalnya susah sekali memberi ASI, karena baik saya maupun Felix sama-sama masih belajar. Yang pasti perlekatan akan menentukan proses pemberian ASI juga posisi. Thanks God tahapan memberi ASI dilalui dengan cukup baik.

Saat stress di awal kelahiran (baby blue syndrome), segera cari teman yang bisa diajak sharing agar stress bisa segera hilang. Kan kasian si kecil kalau lihat kita yang sedang stress, bisa kena imbas stress kita. Tapi memang kebanyakan ibu baru mengalaminya, ada yang langsung ada yang beberapa minggu sebelumnya. Ada yang cepat hilang ada yang perlu waktu berbulan-bulan untuk menghilangkannya.

  • Bentuk kepala

Karena melahirkan secara Caesar, otomatis bentuk kepala Felix bagus, bulat. Akan tetapi  faktor yang mempengaruhi tidak hanya proses melahirkan, apalagi tulang bayi masih merupakan tulang rawan sehingga masih bisa dibentuk. Pada saat masih bayi saya menggunakan bantal bayi yang bagian tengahnya lobang (banyak yang menyebut bantal peyang). Bantal favorit saya, saya beli di Chicco, Surabaya, harganya lumayan untuk bantal kecil, tapi benar-benar lembut bahannya. Felix juga menikmati tidur di bantal ini dibandingkan dengan batal bayi yang lainnya.

Selain menggunakan bantal bayi, ada baiknya bayi saat tidur walaupun masih berusia beberapa minggu setiap beberapa saat dimiringkan ke kanan dan ke kiri secara bergantian, misal @ 20 menit. Di tengkurapkan juga bagus, untuk melatih pernafasannya. Karena dengan dimiringkan dan ditengkurapkan bisa mengistirahatkan tulang tengkoraknya agar tidak terus-menerus bersinggungan dengan bantal, sehingga bentuk kepala bisa bagus (bulatm tidak peyang).

  • Tengkurap
Bila ingat proses Felix belajar tengkurap lucu sekali. Pada umumnya bayi tengkurap sejak 3 bulan, bahkan ada yang 2 bulan sudah tengkurap. Tapi Felix beda dong, mungkin karena lumayan montok (4 bulan beratnya sekitar 6.5 kg, dan beratnya sama dengan beberapa bayi yang usia 7 bulan) sehingga membuat dia susah untuk bergerak aktif. Felix bisa tengkurap di usia 4,5 bulan, itupun untuk kembali ke posisi terlentang butuh banyak sekali usaha, sampai nangis segala dan sudah lancar bolak-balik saat usianya 5,5 bulan.
                      Ekspresi Felix saat tengkurap


  • Duduk

Saat bisa duduk sendiri (tanpa dipegangi) usianya sekitar 6 bulan. Waktu itu maminya lumayan galau kok Felix duduk masih didudukkan, sedangkan beberapa anak teman yang seumuran 6 bulan sudah bisa duduk sendiri (dari posisi terlentang atau tengkurap ke posisi duduk, tapi anaknya langsing :D ). Selidik punya selidik dengan konsultasi dengan beberapa dokter, ternyata duduk yang dimaksud adalah duduk tegak tanpa dipegangi, bukan bisa ke posisi duduk sendiri (biasanya tahap ini di usia 9 bulan, dan Felix pas 9 bulan kurang sedikit sudah bisa duduk sendiri).













  • Tumbuh Gigi

  • Tahapan ini lumayan dinanti-nanti, karena untuk persiapan anak untuk mulai makan. Awalnya saya kira giginya akan tumbuh di usia 6 bulan karena di gusi sudah tampak putih dan kasar, seperti bergerigi. Ternyata tidak bertambah besar, dan baru tumbuh benar di usianya yang ke 8. Awalnya tumbuh 2 gigi bawah lalu disusul 2 gigi atas. Di usia yang setahun total giginya ada 5 buah, 3 gigi atas dan 3 gigi bawah.

    • Merangkak

    Felix awalnya (usia 7 bulan) tidak mau merangkak, maunya berdiri dan gerakkan kakinya ingin berjalan. Jadi saya terutama, sempat bingung. Kalaupun merangkak salah satu kakinya diseret, lucu sekali. Saat bertanya-tanya dengan sesame teman bagaimana pengalaman mereka dengan anak-anaknya, ternyata tahapan merangkak sangat penting dan sebaiknya tidak diloncati (langsung ke tahap jalan).

    Beberapa kegunaan tahapan merangkak adalah : menjaga keseimbangan, perkembangan otak kiri dan otak kanan, koordinasi, dll (saya lupa juga). Oleh karena itu di beberapa lembaga pendidikan walaupun anak sudah bisa jalan tetap akan diajari merangkak.

    Pas di usia 8 bulan Felix sudah bisa merangkak sendiri dengan gesit. Dan tahapan ini tidak diloncati seperti kekhawatiran saya.


    • Berjalan
    Felix bisa berjalan di usia 13 bulan dan di 14 bulan sudah lancar jalannya. Awalnya jalan masih divariasi dengan merangkak, lucunya bila capek dan rada sebal dia langsung ambil posisi duduk minta digendong, kalo sudah liat wajahnya lucu bangetttt.

    Karena suka jalan, kalau dipakaikan sepatu suka banget. Awal-awal belajar di usia 9 bulan dengan alat bantu jalan. Kami memang tidak menggunakan baby walker karena banyak inputan bahwa baby walker kurang fungsional seperti: walaupun si anak berani berjalan pada kenyataannya anak menggunakan gerak roda untuk berjalan. Terkadang pada saat dilepas dari baby walker justru anak tidak berani berjalan karena merasa takut, kan selama menggunakan baby walker ada yang menyangga tubuhnya agar tidak jatuh. Belum lagi kalau anaknya terlalu tinggi atau terlalu pendek sedangkan baby walker tidak dapat disesuaikan tingginya, bisa jadi mempengaruhi struktur tulang, misal kalau anak terlalu tinggi bisa jadi tulang kaki justru tertekuk bila lama duduk di walker. Mana ada cerita baby jatuh terjungkal dari walker karena kurang pengawasan orang tua dan bertemu dengan tangga. Dengan beberapa pertimbangan itu maka si felix belajar jalan dengan mainan yang memang difungsikan untuk belajar berjalan. Felix suka banget karena kalau didorong ada lagu dan lampunya menyala, sangat menarik untuk anak-anak, ga merasa rugi beli ….


    • Bicara
    Felix mulai berkata-kata dengan jelas di usia 8 bulan, dan kata pertamanya adalah Momo, anjing peliharaan kami, mungkin karena sering mendengar kami memanggil si Momo. Bicara semakin lancer saat usia 13 bulan selisih 2 minggu dari lanca berjalan. Kata-kata standar seperti mami (seringkali panggil mi mi mi kalo panggil saya), maem, no (sambil bilang no no no sambil jari telunjuk digoyang, rada meniru saya kalo saya melarang dia melakukan sesuatu, dan kalau bilang no no no selalu diikuti dengan senyumnya yang ngece), jadi tambah gemes.


    Itu sekilas perkembangan nya di tahun pertamanya. Menyenangkan dan saya tidak sabar menanti perkembangan nya selanjutnya. Ingin sekali menikmati setiap  perkembangannya dengan puas.

    Bagaimanapun perkembangan anak Anda selama masih dalam range, dibuat santai saja, yang penting kita asah supaya berkembang agar tumbuh kembangnya tidak terlambat. Sekarang banyak sekali mainan yang bisa digunakan untuk memacu tumbuh kembang anak, informasi juga banyak bisa kita dapat di internet so enjoy your days as parents ya….




    Sabtu, 05 April 2014

    Tim Iga Babi saus tausi nyam nyam....

    Ceritanya doyan banget makan dim sum dan ada 1 menu di aneka makanan dimsum yang saya suka banget yaitu iga babi tim dengan saus tausi, rasanya mak nyussss.....

    Susah sekali cari resep olahan babi yang sesuai di lidah kalo browsing di internet. Cari-cari resep ini akhirnya dapet dari teman kantor yang adiknya sekolah di Tristar culinary. Resep sudah dapat dari setahun yang lalu tapi baru praktek minggu lalu.

    Buatnya cepat banget (hanya sekitar 45 menit) dan rasanya sangat sesuai dengan harapan dan selera saya. Ini resepnya:

    Bahan:
    300 gram iga babi/baikut (pakai yang super karena empuk dan banyak dagingnya), bisa diganti ayam juga
    1,5 sdm tepung terigu
    1 sdm tausi (kedelai hitam fermentasi)
    1/2 sdt garam
    1/2 sdt gula
    1/2 sdt baking powder
    1/4 sdt merica
    1 sdt kecap asin
    1/2 sdt minyak wijen
    sedikit bawang daun

    Cara buat:
    * rendam baikut selama 30 menit dengan garam, 1 sdm tepung terigu, baking powder, gula selama 30 menit.
    * cuci bersih baikut dari tepung
    * lumuri dengan sisa tepung sedikit garam, gula, minyak wijen, tausi, bawang daun, kecap asin, dan merica
    * kukus 30 menit lalu siap disantap dengan nassi hangat

    Buatnya cepat, pas baru matang buat sarapan, dan si Eko habis nasi 2 piring, sampai si mbak diminta ke pasar beli nasi putih karena nasi di rumah abis.

    Ini fotonya:

    Sabtu, 30 November 2013

    Investasi yuk

    Beberapa waktu lalu ada seorang sahabat yang meminjamkan buku mengenai langkah menjadi kaya. Bukan langkah menjadi kaya yang mau saya sharingkan. Singkat cerita kami berdua ingin punya tambahan properti namun melihat mahalnya harga rumah saat ini membuat kami keder dan memutuskan untuk menunda  dulu keinginan kami. Sampai akhirnya saya terima BM mengenai apartemen yang harganya terjangkau untuk ukuran kantong saya. Karena pihak marketing susah dihubungi, si Eko mampir ke kantor pemasarannya untuk bertanya-tanya. Bukannya malah mau beli e malah jadi marketingnya.

    Singkat cerita kami juga ambil apartemennya. Karena sambil menyelam minum air si Eko tetap jadi marketingnya. Sebagai istri yang baik saya mau bantu jualan, berikut gambar-gambar apartemen yang ditawarkan. Kalau ada yang minat bisa hubungi saya (0813307977763 pin BB 32A8DCDD) atau eko (08164258564 atau 031-70648114).

    Beberapa alasan kami memutuskan membeli apartemen ini:

    • harga nya terjangkau buat kami, harga rumah di sekitar tempat tinggal kami sudah di atas 500 juta semua walaupun luasnya sangat kecil.
    • lokasi lumayan menarik, sehingga bisa disewakan harian, bulanan atau tahunan (bisa sebagai  tambahan income)
    • bila tidak dijual bisa buat masa tua, karena luas sempit sehingga saat tua tidak capek mengurus rumah.
    • kalaupun dijual bisa digunakan untuk DP rumah
    Berikut gambarnya, siapa tau ada yang tertarik










    Kalau mau investasi, jangan ragu-ragu, karena nilai uang akan terus tergerus inflasi.






    Minggu, 03 November 2013

    Mamiku narsis

    Tangal, 28 Oktober yang lalu kami sekeluarga pergi ke Bandar Djakarta Surabaya untuk me ngikuti acara lomba foto bayibdan bayi ceria. Ceritanya pas beberapa minggu sebelumnya saya ke TP untuk menemui sahabat saya sejak kecil, saya menerima brosur lomba ini. langsung saja saya semangat 45 untuk mengikutkan Felix lomba foto dan lomba bayi ceria.

    Tampaknya memang naluri semua ibu yang bilang bahwa anaknya lucu dan menggemaskan. Selain ingin Felix aktif, saya juga ingin Felix tumbuh jadi anak yang berani tampil di depan umum dan pandai bersosialisasi. Dan salah satu cara yang ingin saya tempuh adalah dengan sering mempertemukan Felix dengan banyak orang.

    Setelah tiba waktunya harinya tiba. Sepulang gereja kami langsung ke lokasi, Bandar Djakarta Surabaya sekitar jam 12siang. posisi Felix saat itu sedang bobo, akhirnya kami makan dulu. setelah Felix terbangun mulailah saya menyuapinya sambil menggoda, ingin mendaftarkan lomba bayi ceria, menurut saya Felix adalah anak yang ceria.

    Tiba saatnya lomba bayi ceria, kami naik ke atas panggung dan beraksi. Felix berhasil tertawa terbahak-bahak, dan bila melihat pesaingnya tampaknya bisa menang. Karena merasa sedikit PD kami selain menunggu pengumuman lomba foto, kami juga menunggu pengumuman loba bayi ceria.

    Setelah menanti beberapa waktu, akhirnya tiba pengumuman lomba foto bayi ceria, dan terdengar nama Felix disebut, segera saja dia saya gendong ke panggung untuk terima piala. Ternyata setelah saya perhatikan lagi, Felix bukan menang tapi dapat piala penghargaan, pantas saja di piala tidak ada tulisan juara berapa. Dasar mak nya narsis, ya lumayan dapat souvenir piala. Walau ga menang tapi senang juga, minimal tahu suasana lomba. Dan sama halnya dengan lomba bayi ceria, Felix belum menang, padahal dia jauh lebih ceria dari bayi lain. Tapi bedanya ga dapat piala lagi karena baru dafta hari H, sedangkan lomba foto sudah saya daftarkan sebelumnya, jadi sudah disiapkan oleh panitia.

    Dan seperti biasa, Eko bilang "Kalau piala begini dia buatkan saja di toko sport, ga perlu panas-panas antri dll". Alasannya karena kasian Felix capek. Tapi untungnya Felix cukup menikmati acaranya dan banyak suasana baru.

    Tetap saja tampaknya saya tidak akan ikut lomba foto lagi dalam waktu dekat. Mungkin tunggu usia Felix lebih besar dan mulai mengerti apa yang dia lakukan. Karena saya juga ingin dia mengerti apa yang dia lakukan. Berikut foto saat Felix pegang piala.