Senin, 23 Maret 2015
home made pizza
Bahan-bahan
Tepung Terigu 180 gram
Ragi 1 sendok teh
minyak zaitun/ minyak sayur 2 sendok makan
Garam 1 sendok teh
saus spagheti 3 sendok makan
Daging giling tumis 1 sdm
Saus Tomat 1 sendok makan
Gula Pasir 1 sendok teh
Paprika Merah secukupnya
Sosis Sapi 2 buah
Keju Cheddar
secukupnya
melted cheese secukupnya
Cara membuat
1. Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu dan garam, aduk rata. Masukkan larutan ragi, minyak makan, aduk hingga semua bahan tercampur dan jadi adonan yang kasar, lembek sedikit basah. Tutup mangkuk dengan kain, biarkan di suhu ruang selama 1 jam hingga mengembang. Masukkan adonan ke kulkas dan biarkan 1 - 2 jam lagi dalam posisi tertutup kain. Adonan boleh disimpan dlm kulkas maksimal maks 7 jam. katanya semakin lama semakin bagus adonannya. Saya cuma sampai 2 jam :D seteah dikeluarkan dari kulkas adonan telah mengembang sempurna siap di topping dan di panggang.
2. Sambil nunggu adonan roti yang didiamkan, siapakan bahan-bahan saus dan topping. Untuk Saus, aduk saus spaghetti, saus sambel, saus tomat, gula pasir. Kalau mau lebih pedas bisa di tambah saus sambel sesuai selera. Untuk topping, potong2 paprika, sosis dan parut keju (biasanya untuk keju saya parut lagsung di atas pizza yg siap di oven). Topping sesuai selera, apapn bisa dtambahkan, salami, telur, jagung, dll.
3. Setelah keluar dari kulkas, lebarkan adonan di atas loyang. Bila ingin hasil bagus saat menggilas adonan, taruh di meja yang ditaburi tepung. Lalu taruh di Loyang yang sudah dioles minyak sayur/minyak zaitun. Beri topping sesuai selera, panaskan oven suhu 200 C dengan api bawah.
4. ratakan campuran saus di atas adonan. tata potongan paprika dan sosis. Kalo mau tambahkan topping2 lain juga bisa, sesuai selera dan budget. Setelah selesai atur topping, parutkan keju di atas pizza
5. Panggang sampai 20 menit. Atau sampai roti kecoklatan dan matang.
Bila tidak mau menggunakan saus spaghetti instan:
Tumis bawang putih cincang dan bawang bombai yang sudah dirajang halus, tambahkan daging giling, masak hingga setengah matang (berubah warna), lalu tambahkan saus tomat (pasta tomat bila ada), gula garam, merica (lebih enak dengan merica hitam), oregano. Tambahkan sedikit air dan masak hingga mengental dan siap digunakan.
With some modification source from: https://dapurmasak.com/resep/pizza-mudah-buat-si-malas-3410
resep adonan/dough di atas cocok untuk yang suka pizza dengan kulit yang mengenyangkan. Saya sendiri lebih suka kulit yang empuk seperti roti, caranya: uleni 300 gram tepung terigu protein tinggi, 2 sdm gula, 180 ml air, 1/2 bks ragi (1 bks 11 grm), uleni hingga kalis. Setelah kalis tambahkan 1/2 sdt garam, 2 sdm olive oil, 1 sdm butter lalu diuleni hingga kalis. Jangan lupa dibanting-banting. Kemudian adonan diistirahatkan selama 1 jam sebelum dipanggang. Adonan bisa jadi 2 pizza ukuran besar, jadi adonan bisa disimpan di lemari es. Adonan kulit ini enak banget, penuh aroma karena ada olive oil dan butter. Selamat mencoba
Sabtu yang lalu, bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, kami nyepi di rumah, dan saatnya untuk saya untuk trial kue yang sudah lama sekali tertunda. Butuh tekad ekstra karena yang paling tidak saya sukai saat membuat kue dengan basis roti adalah pada saat membuat adonan, karena harus mengeluarkan tenaga ekstra. Pada saat saya membuat adonan dan mulai membantingnya, Felix cukup terkejut dan memandang saya, dikira saya marah.
Saya sendiri cukup puas dengan trial kali ini. Rasanya enak dan cocok dengan lidah saya, saya sendiri lebih suka dibentuk calzone (seperti pastel) isinya di tengah sehingga tidak kering.
Sebenarnya membuat pizza, karena pagi saat sarapan saya membuat spaghetti dan ada saus yang lebih. Itupun saya menggunakan saus spaghetti instan. Lumayan, rasanya saya cocok kali ini. Resep pizzanya akan saya coba lagi lain kali.
Selasa, 17 Maret 2015
Mancing
Hari sabtu tanggal 7 maret yang lalu, pas saya waktu libur, dan masih terasa suasana berlibur karena ada mak dan kong di Surabaya, kami pergi ke Delta Fishing, Sidoarjo. Sebenarnya sudah tahu tempat ini dari lama, hanya saja tertarik ke sana, karena Felix beberapa kali menunjukkan suka memancing. Yah, saya pikir tidak ada salahnya juga, mumpung banyak orang, jadi bisa pergi ramai-ramai.
Delta Fishing ini lokasinya lumayan luas dan lumayan lengkap untuk lokasi wisata, jadi buat yang mau berwisata dalam kota Sidoarjo atau Surabaya yang cukup dekat dengan alam bisa ajak anaknya ke sini. Sayangnya fasilitas sudah mulai banyak yang rusak dan tidak terawat, mungkin karena terlalu luas sehingga tidak bisa mencakup semuanya. Tiket masuk murahhh banget hanya 2 ribu per orang, dan anak-anak bisa menggunakan tiket terusan 15 ribu saja untuk semua fasilitas bermain yang ada di dalam. Sewa Pancing juga murah banget hanya 2 ribu dan pakan berkisar 2-3 ribu per pack.
Selain kolam pancing (ikan patin, gurami, nila, bawal), banyak juga mainan untuk anak, ada berbagai mainan, ada sepeda kapal, perahu dayung, flying fox, ayunan, dan beberapa permainan outbond, dan beberapa mainan lain, juga kolam renang. Pastinya anak-anak suka main di sini. Yang saya suka adalah suasana pedesaan yang asri udara yang masih segar. Selain itu, lebih baik anak bermain di alam daripada di mall (ini pendapat saya pribadi, tentunya tidak dapat disamakan dengan ortu lain). Agar anak lebih mengenal alam dan lebih bisa berkolaborasi dengan alam, untuk masa depannya.
Saat sampai di lokasi sekitar jam 11 siang Felix masih tidur, kami tetap pesan makan untuk persiapan makan siang. Felix bangun beberapa saat sebelum makanan tiba, dan seperti biasa dia agak susah makan kalau bangun tidur. Dirayu-rayu susah tapi masuk beberapa suap. Keinginannya untuk memegang pancing besar sekali. Dan saya ajak mancing sambil saya suapin, ya lumayan masuk beberapa suap. Dan susahlah dia melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan, lalu kami mancing, karena pada tidak hobby mancing, tentu saja kami tidak menunggu mendapatkan ikan sebelum pulang, mungkin kapan-kapan kami akan datang lagi saat Felix sudah lebih besar. Kami lanjut naik sepeda air, Felix suka sekali naik kapal, sedangkan saya sendiri kurang suka karena kondisi yang goyang-goyang membuat saya merasa tidak nyaman.
Walaupun liburannya sederhana, dan murah meriah, Felix suka sekali. Terkadang pemikiran kita jauh berbeda dengan pemikiran anak kita yang sederhana. Walau tempatnya biasa, tapi saat ditemani ortu dan keluarga yang sayang, mereka merasa bahagia. Seandainya bisa sering-sering meluangkan waktu bersamamu nak, melihat senyum dan tawamu yang polos sungguh membahagiakan.
Delta Fishing ini lokasinya lumayan luas dan lumayan lengkap untuk lokasi wisata, jadi buat yang mau berwisata dalam kota Sidoarjo atau Surabaya yang cukup dekat dengan alam bisa ajak anaknya ke sini. Sayangnya fasilitas sudah mulai banyak yang rusak dan tidak terawat, mungkin karena terlalu luas sehingga tidak bisa mencakup semuanya. Tiket masuk murahhh banget hanya 2 ribu per orang, dan anak-anak bisa menggunakan tiket terusan 15 ribu saja untuk semua fasilitas bermain yang ada di dalam. Sewa Pancing juga murah banget hanya 2 ribu dan pakan berkisar 2-3 ribu per pack.
Selain kolam pancing (ikan patin, gurami, nila, bawal), banyak juga mainan untuk anak, ada berbagai mainan, ada sepeda kapal, perahu dayung, flying fox, ayunan, dan beberapa permainan outbond, dan beberapa mainan lain, juga kolam renang. Pastinya anak-anak suka main di sini. Yang saya suka adalah suasana pedesaan yang asri udara yang masih segar. Selain itu, lebih baik anak bermain di alam daripada di mall (ini pendapat saya pribadi, tentunya tidak dapat disamakan dengan ortu lain). Agar anak lebih mengenal alam dan lebih bisa berkolaborasi dengan alam, untuk masa depannya.
Saat sampai di lokasi sekitar jam 11 siang Felix masih tidur, kami tetap pesan makan untuk persiapan makan siang. Felix bangun beberapa saat sebelum makanan tiba, dan seperti biasa dia agak susah makan kalau bangun tidur. Dirayu-rayu susah tapi masuk beberapa suap. Keinginannya untuk memegang pancing besar sekali. Dan saya ajak mancing sambil saya suapin, ya lumayan masuk beberapa suap. Dan susahlah dia melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan, lalu kami mancing, karena pada tidak hobby mancing, tentu saja kami tidak menunggu mendapatkan ikan sebelum pulang, mungkin kapan-kapan kami akan datang lagi saat Felix sudah lebih besar. Kami lanjut naik sepeda air, Felix suka sekali naik kapal, sedangkan saya sendiri kurang suka karena kondisi yang goyang-goyang membuat saya merasa tidak nyaman.
Walaupun liburannya sederhana, dan murah meriah, Felix suka sekali. Terkadang pemikiran kita jauh berbeda dengan pemikiran anak kita yang sederhana. Walau tempatnya biasa, tapi saat ditemani ortu dan keluarga yang sayang, mereka merasa bahagia. Seandainya bisa sering-sering meluangkan waktu bersamamu nak, melihat senyum dan tawamu yang polos sungguh membahagiakan.
Rabu, 11 Maret 2015
Felix first flight
Kado ultah Felix yang kedua adalah naik pesawat terbang, dan kami pergi ke Bali berlima, kami bertiga plus kedua mertua. Kami merencanakan untuk pergi sejak bulan November, semua tiket sudah dibeli, mau berlibur sambil menjenguk adik yang di Bali.
Kami merencanakan pergi 24-26 Februari 2015, tapi di minggu terakhir sebelum keberangkatan, diinfo oleh airlines bahwa flight kami yang seharusnya tgl 24 jam 05.50 pagi dirubah menjadi tgl 23 jam 17.20 atau tgl 24 jam 17.20, tentunya kami pilih yang tgl 23 jam 17.20. Tentunya saya harus menambah cuti setengah hari untuk persiapan, beres-beres rumah dan prepare Felix.
Day 1, Senin, 23 Feb 2015
Kami berangkat dari rumah jam 15.20 dan langsung turun di Terminal 2, Bandara Internasional karena kami naik Airasia. Sampai di Bandara saat mau masuk Felix masih minta pencet ATM (akibat sering lihat papinya pencet-pencet di ATM), setelah diikuti maunya lalu masuk ke bandara dan masuk ruang tunggu. Di ruang tunggu Felix makan burger KFC yang saya beli sepulang kerja untuk mengisi perut karena biasa makan jam 17.15. Tepat jam 17.00 kami mulai masuk pesawat, dan seperti dugaan walau sudah diberitahu sebelumnya bahwa di pesawat harus nurut mami-papi dan pakai sabuk pengaman, susah juga. Saat giliran mau terbang, suara mesin sudah menderu, mulai wajah Felix terlihat panik. Langsung saja saya action mau ngebut, dan ternyata berhasil, Felix ga jadi takut malah tertawa terbahak-bahak. Setelah terbang dan lihat awan, pesawat sudah stabil bobo dech si bos kecil.
![]() |
| action di depan bus dan pesawat |
Setelah mendarat, kami sudah booking guest house yang saya order via Agoda untuk jemput. Sayangnya setelah tiba kondisi sedikit macet sehingga perjalanan yang seharusnya Cuma 5 menit jadi setengah jam lebih.
Sampai di guest house baru mulai bongkar bawaan dan mau mandi, mati lampu, langsung aja malas. Emang sih di Bali selalu ada pemadaman listrik bergilir, tampaknya pemerintah harus lebih bekerja keras untuk menatasi berbagai kendala yang terjadi di masyarakat. Puji Tuhan lok
![]() |
| di Lippo Mall |
asi kami menginap persis di sebelah Lippo Mall Kuta, hanya menyeberang gang saja. Langsung saja kami ke mall untuk makan, walaupun sudah sekitar jam 8.30 malam. Mall nya kecil, dibanding Mall yang di Surabaya, tapi kami nemu Ta Wan, resto yang juga ada di Surabaya, setelah pesan beberapa makanan, mulailah makan, Puji Tuhan juga, Felix mau makan dengan lahap.
Setelah makan kami masih putar-putar mall sebentar sambil menanti listrik kembali menyala. Sekitar jam 9.30 kami balik ke guest house dengan sedikit gerimis. Sungguh saya sangat bersyukur memilih guest house ini walaupun tidak sebagus yang saya bayangkan. Karena letak strategis.
Tantangan lain saat hendak tidur, tampaknya Felix yang bangun tidur dan baru makan masih ingin main, jadi malah susah bobo, walau badan sudah ngantuk. Wajah sudah ngantuk dan kalau jalan sudah sempoyongan, tapi ga mau bobok, malah mondar-mandir ke kamar mak-nkong berulang kali, tapi disuruh bobo dengan mak dan nkong juga tidak mau.
Jam 10.30 baru Felix mulai nurut untuk bobo, itupun susah sekali bobonya, bisa bobo pada saat saya temani, sambil saya juga ngantuk berat. Malam itu juga adik Eko datang ke guesthouse dan kita ngobrol sampai larut malam sambil ditemani hujan deras.
Day 2, Selasa, 24 Feb 2015
Keesokan harinya Felix bangun siang sekitar jam 8 pagi waktu Bali, tampaknya dia kecapekan. Setelah makan pagi, Felix mandi lalu kami siap-siap check out. Kami meninggalkan hotel sekitar jam 10 pagi. Dan karena kami tidak ada planning untuk hari pertama, kami menuju Krisna, salah satu pusat oleh-oleh dan mulai belanja beberapa barang untuk oleh-oleh dan beberapa barang titipan. Sambil meluangkan waktu, lalu kami makan Babi Guling Pak Malen di Sunset Road yang lumayan terkenal itu. Karena masakan Bali rata-rata bercitarasa pedas, Felix tidak bisa makan, lalu Felix makan burger Mc D. Dan sekali lagi untuk menghabiskan waktu, kami ke Titiles karena di sana ada mini zoo, ada 3 ekor harimau, beberapa macam burung, 2 ekor rusa, dan ikan koi. Tentunya Felix lumayan suka di sini.
Dari Titiles kami menuju hotel untuk check in, kami menginap di Solaris, Wana Segar
a. Dan di perjalanan Felix bisa bobok, lumayan perjalanan sekitar 45 menit. Dan kami tiba di hotel sekitar pukul 2 siang, tepat waktu untuk check in hotel.
a. Dan di perjalanan Felix bisa bobok, lumayan perjalanan sekitar 45 menit. Dan kami tiba di hotel sekitar pukul 2 siang, tepat waktu untuk check in hotel.
Dibandingkan dengan kamar guest house, masuk kamar hotel terasa nyaman sekali, dan Felix langsung saja menjelajah ruangan terutama main telpon. Setelah beristirahat sejenak, kami pergi ke pantai, walaupun hanya sebentar. Felix sangat menikmati main pasir, papinya sengaja membelikan mainan untuk bermain di pantai khusus untuk trip ke Bali. Dan lebih seneng lagi saat main air, kena deburan ombak dan bisa melihat pesawat take off, karena pantai Segare dekat sekali dengan bandara. Setelah main air selama kira-kira 45 menit kami balik ke Hotel untuk mandi-mandi.
![]() |
| main di pantai Segare |
Kami lalu jalan kaki ke Lippo Mall, Kuta, lagi, mall yang kemarin kami datangi, hanya dengan berjalan kaki, kegiatan yang jarang dilakukan di Surabaya karena jarak yang cukup jauh dari satu tempat ke tempat lain. Kami hanya makan malam dan kembali ke hotel untuk istirahat.
Day 3, Rabu, 25 Februari 2015
Pagi ini Felix bangun cukup pagi dengan badan yang segar karena cukup istirahat. Karena bangun pagi dan kami sudah janji untuk berenang, tentunya kami harus tepat janji. Saat mau sarapan diinfo bahwa siap jam 7 pagi, saya masih ada waktu setengah jam, akhirnya ajak Felix ke Indomaret di depan hotel, walaupun 24 jam tapi computer dimatikan jadi saat mau bayar harus tunggu beberapa menit untuk bayar, dan seperti biasa saya minta tolong Felix untuk bayar.
Setiba di hotel, lihat kolam renang langsung aja Felix pengen berenang, dan karena memang masih pagi, belum ada yang berenang. Saya beritahu Felix bahwa makan pagi dulu baru bisa berenang. Pas jam 7 pagi kami mulai makan, dan kami makan di tepi kolam renang, karena Felix terobsesi dengan berenang. Felix makan bubur, salah satu menu andalan saya sekarang, yang saya tahu pada saat makan di Ta Wan saat tiba di Bali.
Saat makan hampir habis Felix, papinya turun untuk sarapan, mulailah Felix berulah. Saat sarapan sudah selesai, tentunya saya yang terakhir sarapan, akhirnya Felix berenang sama papi. Felix berenang tidak lama mungkin hanya 30 menit lalu siap-siap untuk jalan-jalan.
Sekitar jam 10 kami pergi ke Tanah Lot, perjalanan yang cukup lama sehingga Felix bisa tidur. Di Tanah Lot Felix suka banget lihat ombak yang besar, sayangnya kami ngga sempat jalan jauh, hanya belanja beberapa baju dan ke taman ular dekat sana. Ularmua besar-besar dan juga ada beberapa hewan unik lain seperti burung hantu, burung kakak tua, kelelawar dan iguana. Tidak ada biaya masuk, hanya sumbangan sukarela.
Karena sudah waktu makan siang, kami makan siang di objek Tanah Lot, ada salah satu depot yang jual indomie, dan Felix makan lumayan banyak. Walaupun secara tidak sengaja saus sambal dicampur di mie tapi Felix suka sambil kepedasan lalu minum klapa muda. Di Tanah Lot saya beli klepon, karena diinfo driver bahwa klepon adalah makanan khas daerah Tanah Lot, tapi saya kurang cocok, lebih enak klepon Gempol wkwkwkwkwk.
Dari Tanah Lot kami menuju kota Tabanan untuk ke rumah adik, yang menjadi tujuan utama kami ke Bali. Kami di sana sekitar 1 setengah jam lalu kami kembali ke hotel untuk istirahat. Baru hari ini tidak hujan selama kami di Bali ternyata memang hari ini adalah hari baik, sehingga banyak sekali orang yang berdoa di pura. Dan pada saat melewati pura tampak banyak orang berjualan salah satunya jual sate babi yang juga kami beli, rasanya enak perpaduan manis dan pedas. Selain membeli sate babi eko juga beli tipat cantok, mirip gado-gado tapi rasanya sedikit berbeda dengan gado-gado. Bila gado-gado menggunakan lontong, tipat cantok menggunakan ketupat. Katanya tipat cantok adalah makanan khas Tabanan. Kuliner lain yang dicopa, es daliman, serupa dengan es cincau bandung di Surabaya.
Sesampai di Hotel kami mandi-mandi dan makan malam hasil perburuan kulinernya. Setelah agak malam saya bertemu teman SMP, Cici yang sudah sekitar 10 tahun tidak berjumpa. Walau sejenak tapi sangat bisa mengobati rindu.
Day 4, Kamis, 26 February 2015
Hari ini kami check out untuk pulang ke Surabaya. Pagi harinya setelah sarapan Felix tidak berenang karena staminanya mulai menurun. Habis sarapan, kami selesaikan packing dan langsung check out. Kami meninggalkan hotel sekitar jam 10 pagi.
Tujuan kami masih seputar pantai, karena waktu tidak mencukupi bila ingin ke Ubud. Kami menuju Pantai Pandawa yang terletak di Desa Kutuh, Kabupaten Badung. Di perjalanan Felix lagi-lagi bobo. Kami naik tol di atas laut, yang lumayan panjang dibandingkan Suramadu. Lalu pada saat menuju lokasi wisata, kami berhenti di tempat peribadatan yang diberi nama “Puja Mandala”, di tempat ini ada 5 tempat ibadah: masjid, pura, gereja Katolik, gereja Kristen, dan vihara, bila di Bali yang mayoritas beragama Hindu bisa menghargai agama lain, semoga di seluruh wilayah Indonesia juga bisa.
Tibalah kami di Pantai Pandawa, tiket masuknya murah hanya 5 ribu rupiah per orang. Kami juga makan siang di sana, dengan lagi-lagi indomie, sate babi dan kuliner unik, gurita yang ditumis dengan bumbu khas Bali, banyak serehnya, rasanya enakkkkk.
Pantai Pandawa sangat bagus dan alami, menurut driver yang mengantar kami, pantai ini ditemukan oleh turis Australia pada saat mencari lokasi surfing. Pantainya masih alami dengan pasir putihnya yang terbentang. Banyak sekali turis asing yang menghabiskan waktu di pantai ini, sayangnya kami tidak bisa main air karena sudah selesai packing dan kami juga di pantai ini tepat saat makan siang.
Dari pantai pandawa lanjut ke Dreamland, setiba di lokasi kami harus naik mobil yang disediakan. Sambil mendidik Felix saya bilang kita naik bemo, ini adalah pengalaman Felix pertama naik bemo.
![]() |
| pantai dreamlsnd |
Kami harus turun beberapa anak tangga untuk ke pantai, sayangnya kami tidak turun ke pantai karena sedang panas sekali. Pantainya bagus dan masih alami, menurut saya 2 pantai terakhir jauh lebih bagus dari pantai Kuta. Karena tidak mau ketinggalan pesawat kami kembali menuju Denpasar, karena Bali terkenal macet.
Untuk meluangkan waktu kami mampir lagi ke pusat oleh-oleh Krisna, Tuban karena dekat sekali dengan bandara. Sedikit berbelanja dan ganti baju lalu kami ke bandara untuk pulang.
Kami makan di bandara dan meluangkan waktu. Bandaranya bagus dan bisa melihat pesawat take off, senangnya Felix melihat pesawat dari dekat, sambil teriak-teriak.
Di pesawat, karena capek Felix agak rewel, bahkan sebelum take off sudah bobo duluan. Untung Felix bobo, karena cuaca agak buruk, sempat banyak petir dan menabrak awan sehingga terasa sangat tidak nyaman. Banyak sekali yang sudah langsung spontan berdoa, karena saya yakin semua merasa takut dan ngeri teringat kejadian jatuhnya pesawat Air Asia, Desember yang lalu. Puji Tuhan, kami mendarat dengan selamat walaupun memang sangat mengerikan di atas.
Felix sangat senang dengan trip ini, bahkan dengan antusias cerita ke missnya di daycare mengenai liburannya.
Jumat, 06 Maret 2015
Felix 2nd Birthday
Tepatnya 8 February yang lalu Felix berulang tahun yang kedua. Hanya saja ultahnya tahun ini berbeda dengan tahun lalu (my-first-birthday-party), tahun ini tidak ada pesta ultah di rumah,walaupun sebenarnya saya ingin merayakan ultah Felix.
Hadiah ultahnya naik pesawat ke bali, ceritanya saat ultah TNI sekitar bulan Oktober yang lalu diselenggarakan di Surabaya banyak sekali pesawat yang berlalu lalang dan Felix sangat antusias, selain itu memang Eko dan mertua mau menjenguk adik Eko yang di Bali. Akhirnya saya mantap untuk dana ultah dialokasikan untuk biaya ke Bali naik pesawat.
![]() |
| lupa beli lilin angka 2, akhirnya pakai lilin seadanya |
Pas ultah di tanggal 8 Februari, justru Felix sedang sakit, flu berat plus sakit mata, akhirnya rencana makan bersama adik saya batal deh. Dan agar suasana ultah terasa saya hanya membuat mie sebagai syarat panjang umur dan kue tart sederhana. Saya cukup senang saat Felix memikmati acara tiup lilin. Tampaknya Felix sudah mengerti konsep ultah.
![]() |
| senyum bahagia dan polosnya |
Bahkan untuk acara ultah di daycare juga ditunda sampai Felix sembuh. Hanya agar Felix dapat menikmati ulang tahunnya.
Acara ultah di daycare sederhana, saya hanya membawakan souvenir (berisi pudding tema animal, gantungan kunci animal dengan nama tiap murid dan missnya, snack, dan permen), tart kecil, dan mie goreng untuk dimakan bersama Dan beberapa balon. Ternyata Felix sangat antusias.
Saat ultah di day care saya juga membawakan tulisan happy birthday untuk dekor sederhana. berikut foto ultah di daycare. Kado ysng Felix terima semua mobil, gara-gara mami pasang pp kue ultah tema cars.
Senin, 23 Februari 2015
spaghetti bolognaise
Lagi pengen banget makan daging pas diskon daging giling di Superindo, dan ada stock spaghetti, akhirnya buat spaghetti.
Bahan:
150 gram spagheti, direbus
4 siung bawang putih, cincang halus,
1 buah bawang Bombay ukuran kecil potong dadu
1 sendok makan minyak untuk menumis
Bahan Tumisan:
100 gram daging giling
50 gram jamur kancing, dipotong 3 bagian (optional)
2 buah tomat merah, dicincang kasar
1 wortel potong dadu (optional)
5 sendok makan saus tomat
1 sendok makan pasta tomat (opsional)
3/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk enak menggunakan merica hitam
3/4 sendok teh gula pasir
200 ml air
1/2 sendok teh oregano
1/2 sendok teh basil (optional, saya ngga pakai)
2 sendok makan minyak untuk menumis
Bahan:
150 gram spagheti, direbus
4 siung bawang putih, cincang halus,
1 buah bawang Bombay ukuran kecil potong dadu
1 sendok makan minyak untuk menumis
Bahan Tumisan:
100 gram daging giling
50 gram jamur kancing, dipotong 3 bagian (optional)
2 buah tomat merah, dicincang kasar
1 wortel potong dadu (optional)
5 sendok makan saus tomat
1 sendok makan pasta tomat (opsional)
3/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk enak menggunakan merica hitam
3/4 sendok teh gula pasir
200 ml air
1/2 sendok teh oregano
1/2 sendok teh basil (optional, saya ngga pakai)
2 sendok makan minyak untuk menumis
Cara membuat:
- Panaskan air Masukkan spagheti beri garam dan sedikit minyak agar tidak lengket. Aduk rata. Angkat dan sisihkan.
- Panaskan minyak. Tumis bawang bombay sampai harum. Masukkan daging giling. Aduk sampai berubah warna.
- Tambahkan jamur kancing, wortel dan tomat. Aduk rata. Masukkan saus tomat, pasta tomat, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata.
- Tuang air. Masak sampai matang dan meresap. Tambahkan oregano dan basil. Aduk rata.
- Tuang ke atas spagheti. Sajikan dengan parutan keju.
Imlek 2015
Tanggal 19 Februari 2015, hari kamis yang lalu adalah salah satu hari libur nasional di Indonesia untuk memberi kesempatan warga keturunan etnis Tionghoa untuk merayakan tahun baru imlek. Masih kental diingatan saya pada masa saya sekolah SD dulu untuk merayakan imlek banyak yang bolos sekolah karena tidak libur, sedangkan di keluarga besar saya biasanya kumpul pada hari minggunya. Setelah Presiden Indonesia dijabat oleh Gus Dur barulah imlek dijadikan hari libur nasional, thanks to Gus Dur.
Ini adalah tahun kedua imlek saya lalui tanpa kumpul dengan keluarga besar, tepatnya sejak nenek saya meninggal. Biasanya setiap tahun rumah selalu dipenuhi banyak orang untuk kumpul keluarga (keluarga saya kumpul pada saat imlek, bukan natal). Dari anak nenek sampai buyutnya semua datang. Saya merindukan suasana imlek tapi bingung juga dengan siapa. Sempat terpikir bahwa tahun ini mau kumpul di keluarga Jember tetapi karena akhir januari kami baru ke Jember untuk kondangan salah satu saudara Eko, saya urungkan niat untuk merayakan imlek di Jember.
Imlek tahun ini kami berkumpul di rumah keluarga adik saya untuk makan-makan acara malam tahun baru. Felix saat melihat Toto, anjing peliharaan adik saya sangat suka tetapi malah takut saat Toto mendekat. Tetapi pada saat banyak orang, Felix cenderung menarik diri, mungkin karena banyak orang baru yang tidak dikenal. Dan setelah banyak yang pulang, barulah Felix mau bercanda dengan adik saya.
Pas tahun barunya, keesokan harinya, Felix saya ajari untuk pai, ngga mau. Ya karena belum pernah juga, semoga ke depan bisa terbiasa untuk merayakan imlek. Dan untuk mengisi acara, setelah tidur, kami sekeluarga bertemu dengan keluarga Dimas-Dewi yang tidak berkumpul dengan keluarga karena keluarganya jauh di Jawa Tengah.
Karena Felix lama tidak berjumpa awalnya malu-malu dengan Jojo anak pertama mereka, tetapi kemudian setelah makan mereka berdua malah asik main, kejar-kejaran, dan main di toko buku. Lalu kami main di area bermain anak dan Felix cukup menikmati main dengan teman-temannya yang seusia.
Dan Felix dapat angpao.... yeai. Felix belum mengerti angpao, sehingga setelah dikasih ya masih diabaikan.
Keeseokan harinya giliran tetangga yang ke rumah, bersama ketiga anaknya yang Felix cukup suka bermain bersama. Dan Felix dapat ang pao lagi. Lalu Felix datang ke rumah sebelah bersama teman-temannya. Saat ke rumah Koko Kenny, Felix digandeng oleh Clement dan Cherry, bahkan lupa sama maminya. Saya melihat bahwa Felix menikmati bermain bersama teman sebayanya. Di rumah koko Kenny ada sekitar 8 anak kecil bermain bersama, terbayang kan betapa hebohnya dan serunya. Justru saat itu saya bisa melihat cara Felix berkomunikasi dengan teman-temannya, yang tidak bisa saya lihat pada saat Felix di daycare. Tampaknya tak lama lagi Felix bisa berangkat bermain sendiri.
Itu imlek tahun ini, semoga menjadi berkah untuk kita semua.
berikut hanya sekilas info untuk kita semua:
Imlek sama halnya dengan tahun baru masehi atau tahun baru hijriah umat Islam. Tahun baru Tionghoa ini dirayakan setiap tahunnya, sesuai dengan perhitungan tahun China. Dalam perayaan Imlek ini, rakyat Tionghoa mempunyai tradisi uniknya sendiri.
Makna Tradisi Leluhur Malam Imlek ( Chuxi )
(Sumber Artikel : Kebajikan De εΎ·)
Pada beberapa hari menjelang tanggal 30 bulan 12 Imlek (chuxi) atau Sa Cap Me, rakyat Tiongkok biasanya mempunyai tradisi untuk melakukan pembersihan besar-besaran di rumah.
Setelah pembersihan, seisi keluarga akan mulai memasang kuplet dan lampion perayaan Tahun Baru Imlek, dalam rangka menciptakan suasana riang gembira.
Pada hari terakhir bulan ke-12, baju yang sobek dan lauk-pauk yang belum habis dimakan akan dibuang menjelang datangnya hari Tahun Baru Imlek, dengan maksud agar kemiskinan tidak menjumpai rumah itu.
Yang Unik dalam Perayaan Imlek yaitu : Acara makan besar bersama keluarga di malam Tahun Baru Cina.
Malam Tahun Baru adalah malam khusus yang disebut juga chuxi yang dalam bahasa Cina berarti menghapus yang lama dan jahat juga berdoa untuk menyongsong kedatangan tahun baru yang terbaik adalah malam terakhir menjelang hari Tahun Baru Imlek.
Malam ini sering disebut juga dengan Da Nian Ye (dapat diterjemahkan secara harafiah menjadi 'new year's eve). Orang Hokkian di Medan menyebut dengan 'Sa cap me' dari bahasa Mandarin 'shanshi ye', artinya adalah "malam tanggal 30 ".
Pada hari ini juga biasanya diadakan upacara sembahyang yang dikenal sebagai upacara Sembahyang Tutup Tahun ( tanggal 30 bulan 12 Imlek ). Sembahyang ini khusus diadakan untuk menghormati dan memuliakan leluhur, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari ungkapan rasa Bhakti (Hauw) anak terhadap Orang Tua / Leluhur.
Upacara ini juga merupakan wujud dari pelaksanaan ajaran moral Confusianis yang bersifat humanis, religius dan yang berakar kuat pada penekanan konsep bakti atau disebut xiao, dalam bahasa Inggris disebut juga filial piety.
Setelah itu dalam perayaan Sa Cap Meh (malam tahun baru Imlek) tradisional tanggal 30 Cap Dji Gwee (bulan 12), biasanya seluruh anggota keluarga yang bekerja dan memiliki kesibukan di daerah lain, akan pulang ke rumahnya untuk berkumpul makan bersama dan saling bercerita atau mengobral santai menyambut datangnya Tahun Baru Imlek yang penuh harapan ini. Biasanya dimana orang tuanya tinggal merupakan tempat berkumpul untuk makan bersama.
Makan bersama ini memiliki makna sebagai ungkapan kebersamaan dan keutuhan keluarga dalam menyambut tahun baru Imlek. Makan adalah sumbu hidup. Makan bersama adalah untuk bersama sama mensyukuri kehidupan. Apapun agamanya, pada malam tahun baru Imlek ini seluruh anggota keluarga akan berkumpul bersama untuk mensyukuri sumbu kehidupan yang masih menyala, yang dilakukan dalam bentuk makan bersama.
Makanan yang tersaji pun terkesan mewah dan lain dari biasanya, sebab mempunyai harapan yang besar di malam tahun baru agar keluarga selalu terjaga keharmonisan dan kebaikan.
Makanan yang disiapkannya, berisikan Doa Ibu yang memasaknya agar keluarganya dilimpahkan berbagai berkat sepanjang tahun. Bahan makanan yang dipilih adalah bahan makanan yang memiliki makna, diharapkan sepanjang tahun si pemakan akan dilimpahkan hal-hal yang baik.
Beberapa makanan tersebut adalah:
1. Rebung = Harapan dan Keberuntungan.
2. Rumput Laut Hitam (Fucai) = Kemakmuran.
3. Mie = Panjang umur.
4. Ayam dan Ikan = Kebahagiaan dan Keberuntungan.
5. Bebek = Kesetiaan dan Ketaatan.
6. Haisom/Teripang laut = Kesehatan.
7. Jeruk Mandarin = Kekayaan, Keberuntungan dan keutuhan (meskipun terpisah-pisah tetap bersatu dalam satu keluarga).
8. Kue Keranjang = Tekstur yang lengket melambangkan keluarga selalu Rukun.
Di Tiongkok utara ada kebiasaan makan jiaozi (penganan berbentuk pempek kapal selam mini, terbuat dari tepung khusus berisi daging dan sayur). Alasannya, ada pepatah berbunyi nian nian you yu "setiap tahun ada sisa". Kata yu yang berarti "sisa" berbunyi sama dengan kata yu yang berarti "ikan".
Kesamaan bunyi itulah yang menyebabkan mengapa ikan menjadi hidangan wajib di malam tahun baru. Dengan makan ikan, berarti dalam segala hal ada sisa. Tentu saja yang dimaksud adalah kelebihan rezeki.
Makanan wajib lainnya, kue keranjang yang disebut nian gao. Kata gao "kue" berbunyi sama dengan gao yang bermakna "tinggi". Dengan makan kue keranjang, diharapkan rezeki seseorang setiap tahun bertambah tinggi.
Buah jeruk menjadi lambang keberuntungan karena lafal kata jeruk dalam bahasa Mandarin-juzi-mirip ji yang berarti "keberuntungan".
Sejak zaman Dinasti Tang, malam tahun baru Imlek dirayakan dengan pesta kembang api atau mercon, selaras penemuan bubuk mesiu para ahli kerajaan itu sehingga kebanyakan keluarga melek semalam suntuk sampai pagi untuk menyambut tahun baru, menyalakan petasan dan kembang api untuk mengusir 'nian' mahluk jahat yang menurut legenda hobby makan manusia. Suara keras petasan dipercaya menakuti si nian tadi. Sekarang makin melenceng untuk sekedar keramaian dan dipercaya mengusir roh jahat.
“Shoushui” atau tidak tidur pada malam menjelang hari Tahun Baru Imlek adalah kegiatan yang umumnya dilakukan rakyat Tiongkok. Anak-anak kecil paling gembira melakukan kegiatan “shoushui” karena bisa merayakan hari raya bersama dengan orang dewasa semalam suntuk, yang penuh dengan suasana riang gembira.
dumber:
https://www.facebook.com/permalink.php?id=244219005629774&story_fbid=512891078762564
Ini adalah tahun kedua imlek saya lalui tanpa kumpul dengan keluarga besar, tepatnya sejak nenek saya meninggal. Biasanya setiap tahun rumah selalu dipenuhi banyak orang untuk kumpul keluarga (keluarga saya kumpul pada saat imlek, bukan natal). Dari anak nenek sampai buyutnya semua datang. Saya merindukan suasana imlek tapi bingung juga dengan siapa. Sempat terpikir bahwa tahun ini mau kumpul di keluarga Jember tetapi karena akhir januari kami baru ke Jember untuk kondangan salah satu saudara Eko, saya urungkan niat untuk merayakan imlek di Jember.
Imlek tahun ini kami berkumpul di rumah keluarga adik saya untuk makan-makan acara malam tahun baru. Felix saat melihat Toto, anjing peliharaan adik saya sangat suka tetapi malah takut saat Toto mendekat. Tetapi pada saat banyak orang, Felix cenderung menarik diri, mungkin karena banyak orang baru yang tidak dikenal. Dan setelah banyak yang pulang, barulah Felix mau bercanda dengan adik saya.
![]() |
| bersama Jojo dan Jovan |
Pas tahun barunya, keesokan harinya, Felix saya ajari untuk pai, ngga mau. Ya karena belum pernah juga, semoga ke depan bisa terbiasa untuk merayakan imlek. Dan untuk mengisi acara, setelah tidur, kami sekeluarga bertemu dengan keluarga Dimas-Dewi yang tidak berkumpul dengan keluarga karena keluarganya jauh di Jawa Tengah.
Karena Felix lama tidak berjumpa awalnya malu-malu dengan Jojo anak pertama mereka, tetapi kemudian setelah makan mereka berdua malah asik main, kejar-kejaran, dan main di toko buku. Lalu kami main di area bermain anak dan Felix cukup menikmati main dengan teman-temannya yang seusia.
Dan Felix dapat angpao.... yeai. Felix belum mengerti angpao, sehingga setelah dikasih ya masih diabaikan.
![]() |
| sebagian angpao Felix1q |
Keeseokan harinya giliran tetangga yang ke rumah, bersama ketiga anaknya yang Felix cukup suka bermain bersama. Dan Felix dapat ang pao lagi. Lalu Felix datang ke rumah sebelah bersama teman-temannya. Saat ke rumah Koko Kenny, Felix digandeng oleh Clement dan Cherry, bahkan lupa sama maminya. Saya melihat bahwa Felix menikmati bermain bersama teman sebayanya. Di rumah koko Kenny ada sekitar 8 anak kecil bermain bersama, terbayang kan betapa hebohnya dan serunya. Justru saat itu saya bisa melihat cara Felix berkomunikasi dengan teman-temannya, yang tidak bisa saya lihat pada saat Felix di daycare. Tampaknya tak lama lagi Felix bisa berangkat bermain sendiri.
Itu imlek tahun ini, semoga menjadi berkah untuk kita semua.
berikut hanya sekilas info untuk kita semua:
Imlek sama halnya dengan tahun baru masehi atau tahun baru hijriah umat Islam. Tahun baru Tionghoa ini dirayakan setiap tahunnya, sesuai dengan perhitungan tahun China. Dalam perayaan Imlek ini, rakyat Tionghoa mempunyai tradisi uniknya sendiri.
Makna Tradisi Leluhur Malam Imlek ( Chuxi )
(Sumber Artikel : Kebajikan De εΎ·)
Pada beberapa hari menjelang tanggal 30 bulan 12 Imlek (chuxi) atau Sa Cap Me, rakyat Tiongkok biasanya mempunyai tradisi untuk melakukan pembersihan besar-besaran di rumah.
Setelah pembersihan, seisi keluarga akan mulai memasang kuplet dan lampion perayaan Tahun Baru Imlek, dalam rangka menciptakan suasana riang gembira.
Pada hari terakhir bulan ke-12, baju yang sobek dan lauk-pauk yang belum habis dimakan akan dibuang menjelang datangnya hari Tahun Baru Imlek, dengan maksud agar kemiskinan tidak menjumpai rumah itu.
Yang Unik dalam Perayaan Imlek yaitu : Acara makan besar bersama keluarga di malam Tahun Baru Cina.
Malam Tahun Baru adalah malam khusus yang disebut juga chuxi yang dalam bahasa Cina berarti menghapus yang lama dan jahat juga berdoa untuk menyongsong kedatangan tahun baru yang terbaik adalah malam terakhir menjelang hari Tahun Baru Imlek.
Malam ini sering disebut juga dengan Da Nian Ye (dapat diterjemahkan secara harafiah menjadi 'new year's eve). Orang Hokkian di Medan menyebut dengan 'Sa cap me' dari bahasa Mandarin 'shanshi ye', artinya adalah "malam tanggal 30 ".
Pada hari ini juga biasanya diadakan upacara sembahyang yang dikenal sebagai upacara Sembahyang Tutup Tahun ( tanggal 30 bulan 12 Imlek ). Sembahyang ini khusus diadakan untuk menghormati dan memuliakan leluhur, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari ungkapan rasa Bhakti (Hauw) anak terhadap Orang Tua / Leluhur.
Upacara ini juga merupakan wujud dari pelaksanaan ajaran moral Confusianis yang bersifat humanis, religius dan yang berakar kuat pada penekanan konsep bakti atau disebut xiao, dalam bahasa Inggris disebut juga filial piety.
Setelah itu dalam perayaan Sa Cap Meh (malam tahun baru Imlek) tradisional tanggal 30 Cap Dji Gwee (bulan 12), biasanya seluruh anggota keluarga yang bekerja dan memiliki kesibukan di daerah lain, akan pulang ke rumahnya untuk berkumpul makan bersama dan saling bercerita atau mengobral santai menyambut datangnya Tahun Baru Imlek yang penuh harapan ini. Biasanya dimana orang tuanya tinggal merupakan tempat berkumpul untuk makan bersama.
Makan bersama ini memiliki makna sebagai ungkapan kebersamaan dan keutuhan keluarga dalam menyambut tahun baru Imlek. Makan adalah sumbu hidup. Makan bersama adalah untuk bersama sama mensyukuri kehidupan. Apapun agamanya, pada malam tahun baru Imlek ini seluruh anggota keluarga akan berkumpul bersama untuk mensyukuri sumbu kehidupan yang masih menyala, yang dilakukan dalam bentuk makan bersama.
Makanan yang tersaji pun terkesan mewah dan lain dari biasanya, sebab mempunyai harapan yang besar di malam tahun baru agar keluarga selalu terjaga keharmonisan dan kebaikan.
Makanan yang disiapkannya, berisikan Doa Ibu yang memasaknya agar keluarganya dilimpahkan berbagai berkat sepanjang tahun. Bahan makanan yang dipilih adalah bahan makanan yang memiliki makna, diharapkan sepanjang tahun si pemakan akan dilimpahkan hal-hal yang baik.
Beberapa makanan tersebut adalah:
1. Rebung = Harapan dan Keberuntungan.
2. Rumput Laut Hitam (Fucai) = Kemakmuran.
3. Mie = Panjang umur.
4. Ayam dan Ikan = Kebahagiaan dan Keberuntungan.
5. Bebek = Kesetiaan dan Ketaatan.
6. Haisom/Teripang laut = Kesehatan.
7. Jeruk Mandarin = Kekayaan, Keberuntungan dan keutuhan (meskipun terpisah-pisah tetap bersatu dalam satu keluarga).
8. Kue Keranjang = Tekstur yang lengket melambangkan keluarga selalu Rukun.
Di Tiongkok utara ada kebiasaan makan jiaozi (penganan berbentuk pempek kapal selam mini, terbuat dari tepung khusus berisi daging dan sayur). Alasannya, ada pepatah berbunyi nian nian you yu "setiap tahun ada sisa". Kata yu yang berarti "sisa" berbunyi sama dengan kata yu yang berarti "ikan".
Kesamaan bunyi itulah yang menyebabkan mengapa ikan menjadi hidangan wajib di malam tahun baru. Dengan makan ikan, berarti dalam segala hal ada sisa. Tentu saja yang dimaksud adalah kelebihan rezeki.
Makanan wajib lainnya, kue keranjang yang disebut nian gao. Kata gao "kue" berbunyi sama dengan gao yang bermakna "tinggi". Dengan makan kue keranjang, diharapkan rezeki seseorang setiap tahun bertambah tinggi.
Buah jeruk menjadi lambang keberuntungan karena lafal kata jeruk dalam bahasa Mandarin-juzi-mirip ji yang berarti "keberuntungan".
Sejak zaman Dinasti Tang, malam tahun baru Imlek dirayakan dengan pesta kembang api atau mercon, selaras penemuan bubuk mesiu para ahli kerajaan itu sehingga kebanyakan keluarga melek semalam suntuk sampai pagi untuk menyambut tahun baru, menyalakan petasan dan kembang api untuk mengusir 'nian' mahluk jahat yang menurut legenda hobby makan manusia. Suara keras petasan dipercaya menakuti si nian tadi. Sekarang makin melenceng untuk sekedar keramaian dan dipercaya mengusir roh jahat.
“Shoushui” atau tidak tidur pada malam menjelang hari Tahun Baru Imlek adalah kegiatan yang umumnya dilakukan rakyat Tiongkok. Anak-anak kecil paling gembira melakukan kegiatan “shoushui” karena bisa merayakan hari raya bersama dengan orang dewasa semalam suntuk, yang penuh dengan suasana riang gembira.
dumber:
https://www.facebook.com/permalink.php?id=244219005629774&story_fbid=512891078762564
Senin, 16 Februari 2015
my mom, my hero
PUJIAN UNTUK IBUKU
Baca: Amsal 31:10-31
Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua. (Amsal 31:28-29)
Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 3-4
Saya tertarik membaca ungkapan hati Dena Dyer tentang ibunya. Ia menulis, “Ibu belum pernah ikut lari maraton, namun tengah malam ia bisa lari ke toko membeli obat ketika aku sakit. Ibu belum pernah bekerja di luar rumah, namun ia menjadikan rumah kami seperti oasis. Ibu adalah panutanku. Ibu menyeka begitu banyak air mata ketika aku menghadapi masalah dengan anak laki-laki, menenangkanku ketika aku bermimpi buruk, dan melantunkan ribuan doa untukku. Aku sudah berkali-kali memberi tahu ibu: dialah pahlawanku. Aku tersenyum senang jika orang berkata aku mirip ibuku karena aku tidak ingin mirip siapa pun di dunia ini selain ibuku.”
Berapa sering anak kita memberikan pernyataan yang tulus dengan menyebut ibunya sebagai orang yang berbahagia? Bukan pernyataan yang dibuat-bu
at, melainkan lahir dari pengalaman anak dalam kehidupan rumah tangga, dalam melihat sikap dan perilaku seorang ibu di tengah keluarga. Penulis kitab Amsal menyebutkan bahwa istri yang takut akan Tuhan merupakan modal penting dalam rumah tangga yang berbahagia. Ia menjadi kebanggaan dan membangkitkan sukacita bagi suami dan anak-anaknya.
Sungguh besar peran seorang ibu di tengah-tengah keluarga kita. Mereka dipanggil Tuhan menjadi penolong bagi suami dan ibu bagi anak-anak mereka. Ketika badai menerpa perahu kehidupan rumah tangga, para ibu diharapkan tetap berdiri dengan iman yang teguh, mendukung sang suami dan menenangkan anak-anak. Mari kita meluangkan waktu untuk berdoa bagi para ibu.—SYS
PEREMPUAN YANG CAKAP DAN TAKUT AKAN TUHAN
MENDATANGKAN BERKAT BAGI SUAMI DAN ANAK-ANAKNYA
Di atas adalah renungan yang biasa diemail oleh salah seorang staf di kantor beberapa hari lalu. Entah mengapa saat membacanya hati saya bergetar.
Saya sendiri memandang mami saya luar biasa, sebagai single parent (janda) yang mampu menguliahkan 2 anaknya seorang diri. Perjuangan yanh dilakukannya luar biasa. Tidak munafik bahwa pada saat saya kecil/ABG, saya pun iri dengan kehidupan teman yang lain yang tampak sangat indah, materi tersedia, orangtua lengkap, dan penuh kasih sayang. Saya iri dengan teman-teman saya yang dekat dengan ibunya, sedangkan mami saya sibuk bekerja, jarang ngobrol dan meluangkan waktu bersama keluarga.
Titik balik saya adalah pada saat saya kuliah, saya juga tidak paham dengan jelas mengapa saya tiba-tiba memandang dengan sudut pandang yang berbeda. Saya melihat pengorbanan mami yang luar biasa. Pernah suatu ketika, mami sakit dan tidak dapat bekerja, otomatis tidak ada yang masak, suasana rumah jadi sepi, mami hanya mengurung diri di kamar dan istirahat. Terasa aneh karena biasanya mami sibuk di dapur hingga malam dan bekerja.
Sampai pada saat mami meninggal, saya membaca buku hariannya, di mana mami menuliskan perasaannya saat merindukan papi yang bekerja di Jakarta sedangkan kami di Probolinggo. Saat papi mengalami kecelakaan dan harus menemani papi saat koma selama sebulan di RS dan akhirnya papi meninggal, bagaimana mami seorang diri ke Medan (tempat yang mungkin tak pernah dipikirkan oleh mami saya) untuk memakamkan papi dan mengurus semua permasalahan dokumen, belum lagi dengan uang yang terbatas. Bahkan setelah itu melihat ada 2 anaknya yang masih SD dan TK yang masih harus dinafkahi. Di buku itu, saya baca betapa mami saya berusaha tegar dan kuat di depan kami anak anak dan keluarga lain, padahal mami saya juga capek, hancur, dan putus asa.
Di mata saya mami adalah sosok yang luar biasa, bukan yang sempurna tapi punya semangat dan pengorbanan yang luar biasa. Pengorbanan karena cintanya pada keluarga.
Saya jadi berkaca pada mami, akankah Felix juga bisa merasakan hal yang sama, melihat maminya juga papinya sebagai sosok yang penuh cinta dan pengorbanan untuk keluarga. Bukan karena saya ingin dikagumi. Tapi menjadi tugas saya sebagai seorang ibu untuk membawa cinta di rumah-keluarga.
Untuk semua ibu, seberapapun kita sibuk bekerja atau capek, saya yakin di lubuk hati yang paling dalam kita rindu untuk banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.
Baca: Amsal 31:10-31
Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia: Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua. (Amsal 31:28-29)
Bacaan Alkitab Setahun:
Bilangan 3-4
Saya tertarik membaca ungkapan hati Dena Dyer tentang ibunya. Ia menulis, “Ibu belum pernah ikut lari maraton, namun tengah malam ia bisa lari ke toko membeli obat ketika aku sakit. Ibu belum pernah bekerja di luar rumah, namun ia menjadikan rumah kami seperti oasis. Ibu adalah panutanku. Ibu menyeka begitu banyak air mata ketika aku menghadapi masalah dengan anak laki-laki, menenangkanku ketika aku bermimpi buruk, dan melantunkan ribuan doa untukku. Aku sudah berkali-kali memberi tahu ibu: dialah pahlawanku. Aku tersenyum senang jika orang berkata aku mirip ibuku karena aku tidak ingin mirip siapa pun di dunia ini selain ibuku.”
Berapa sering anak kita memberikan pernyataan yang tulus dengan menyebut ibunya sebagai orang yang berbahagia? Bukan pernyataan yang dibuat-bu
at, melainkan lahir dari pengalaman anak dalam kehidupan rumah tangga, dalam melihat sikap dan perilaku seorang ibu di tengah keluarga. Penulis kitab Amsal menyebutkan bahwa istri yang takut akan Tuhan merupakan modal penting dalam rumah tangga yang berbahagia. Ia menjadi kebanggaan dan membangkitkan sukacita bagi suami dan anak-anaknya.
Sungguh besar peran seorang ibu di tengah-tengah keluarga kita. Mereka dipanggil Tuhan menjadi penolong bagi suami dan ibu bagi anak-anak mereka. Ketika badai menerpa perahu kehidupan rumah tangga, para ibu diharapkan tetap berdiri dengan iman yang teguh, mendukung sang suami dan menenangkan anak-anak. Mari kita meluangkan waktu untuk berdoa bagi para ibu.—SYS
PEREMPUAN YANG CAKAP DAN TAKUT AKAN TUHAN
MENDATANGKAN BERKAT BAGI SUAMI DAN ANAK-ANAKNYA
Di atas adalah renungan yang biasa diemail oleh salah seorang staf di kantor beberapa hari lalu. Entah mengapa saat membacanya hati saya bergetar.
Saya sendiri memandang mami saya luar biasa, sebagai single parent (janda) yang mampu menguliahkan 2 anaknya seorang diri. Perjuangan yanh dilakukannya luar biasa. Tidak munafik bahwa pada saat saya kecil/ABG, saya pun iri dengan kehidupan teman yang lain yang tampak sangat indah, materi tersedia, orangtua lengkap, dan penuh kasih sayang. Saya iri dengan teman-teman saya yang dekat dengan ibunya, sedangkan mami saya sibuk bekerja, jarang ngobrol dan meluangkan waktu bersama keluarga.
Titik balik saya adalah pada saat saya kuliah, saya juga tidak paham dengan jelas mengapa saya tiba-tiba memandang dengan sudut pandang yang berbeda. Saya melihat pengorbanan mami yang luar biasa. Pernah suatu ketika, mami sakit dan tidak dapat bekerja, otomatis tidak ada yang masak, suasana rumah jadi sepi, mami hanya mengurung diri di kamar dan istirahat. Terasa aneh karena biasanya mami sibuk di dapur hingga malam dan bekerja.
Sampai pada saat mami meninggal, saya membaca buku hariannya, di mana mami menuliskan perasaannya saat merindukan papi yang bekerja di Jakarta sedangkan kami di Probolinggo. Saat papi mengalami kecelakaan dan harus menemani papi saat koma selama sebulan di RS dan akhirnya papi meninggal, bagaimana mami seorang diri ke Medan (tempat yang mungkin tak pernah dipikirkan oleh mami saya) untuk memakamkan papi dan mengurus semua permasalahan dokumen, belum lagi dengan uang yang terbatas. Bahkan setelah itu melihat ada 2 anaknya yang masih SD dan TK yang masih harus dinafkahi. Di buku itu, saya baca betapa mami saya berusaha tegar dan kuat di depan kami anak anak dan keluarga lain, padahal mami saya juga capek, hancur, dan putus asa.
Di mata saya mami adalah sosok yang luar biasa, bukan yang sempurna tapi punya semangat dan pengorbanan yang luar biasa. Pengorbanan karena cintanya pada keluarga.
Saya jadi berkaca pada mami, akankah Felix juga bisa merasakan hal yang sama, melihat maminya juga papinya sebagai sosok yang penuh cinta dan pengorbanan untuk keluarga. Bukan karena saya ingin dikagumi. Tapi menjadi tugas saya sebagai seorang ibu untuk membawa cinta di rumah-keluarga.
Untuk semua ibu, seberapapun kita sibuk bekerja atau capek, saya yakin di lubuk hati yang paling dalam kita rindu untuk banyak menghabiskan waktu bersama keluarga.
Langganan:
Postingan (Atom)



























