Kamis, 25 Februari 2016

Halo kota kembang


Karena memang ada keperluan untuk mengurus rumah orang tua di Bekasi dan sambil menengok adik ipar di Bandung yang melahirkan anak ke-2 kami pergi sambil travelling. Kami sudah merencanakan trip ini jauh sebelumnya bahkan sebelum mama mertua meninggal, kami berpikir kami kumpul di Bandung saja saat menjenguk kelahiran, mertua dari parakan, kami dari Surabaya, dan Adik dari Bali. Tapi memang rencana manusia berbeda dengan rencana Allah. Ternyata kami harus pergi sendiri-sendiri dan tidak jadi kumpul di Bandung.

Bila diingat-ingat, karena saya hobby travelling, saya dulu memang pernah bilang, kalo Felix sudah besar bisa tiap bulan bepergian, dan terwujud lho. Kami termasuk keluarga yang cukup sering jalan-jalan, Desember kami ke Parakan, bulan Januari ke Bandung, Februari…. Probolinggo.

Terakhir kami ke Bandung di akhir tahun 2011 untuk pernikahan adik, berarti sudah 4 tahun yang lalu, dan itupun belum sempat jalan-jalan. Dan kali ini memang sedikit diniati untuk jalan-jalan di Bandung, oleh karena itu memang kami siapkan 1 hari untuk jalan-jalan di Lembang. Buat saya ini pertama kalinya ke Lembang, wkwkwkw so saya sangat excited dan cukup menanti trip ini.

Day 1, Kamis, 28.01.2016
Flight kami jam 9.40 karena kami memang tidak ingin terlalu pagi karena menghindari tergesa-gesa karena harus mengurus Felix, namun pada kenyataannya kami sudah tiba di airport jam 8.00 dan pesawat delay 30 menit. Kali ini di pesawat Felix tidak bobo, tidak seperti perjalanan kami tahun lalu ke Bali, bahkan dia cukup menikmati naik pesawat bermain-main dengan meja dan sabuk pengaman, padahal saya sendiri sempat ngeri saat pesawat take off.

Sekitar jam 11.30 kami sudah landing di Bandara Sukarno Hatta, Jakarta, dan sudah dijemput driver yang sudah kami booking. Dan kami langsung meluncur ke Bekasi (seharusnya kami turun di Bandara halim karena lebih dekat ke Bekasi). Kan karena perjalanan jauh dan cukup membosankan Felix tertidur setelah makan banyak roti, tampaknya dia cukup kelaparan, dan Felix makan siang di salah satu mall di Bekasi.

Kami lanjut ke kantor Pajak, ternyata PBB sejak 2013 diurus oleh Dispenda. Setiba di Dispenda, ternyata pelayanan sudah Tutup, dan sekali lagi kami sudah dirancangkan oleh Tuhan untuk bertemu dengan orang yang sangat kooperatif dan sangat membantu kami. Dan kami lanjut ke area perumahan menemui Pak RT dan para tetangga, dan Puji Tuhan mereka masih ingat mami saya dan saya, dan Adi adik saya, padahal terakhir saya ke Bekasi adalah setahun sebelum Papi saya meninggal, sudah lebih dari 20 tahun yang lalu dan tanggapan mereka cukup baik. Kami pinjam dan fotokopi PBB mereka. Karena sudah sore, dan kami sudah capek kami lanjut mencari penginapan (tanpa planning) dan tiba pilihan di Amaris. Kamarnya kecil bahkan saya sempat jatuh dari ranjang karena didesak Felix.

Kami hanya mandi-mandi dan istirahat sebentar lalu lanjut ke area perumahan, tempat rumah orangtua saya. Kami makan malam dekat rumah, makan nasi uduk dan felix makan bubur, puji Tuhan makannya lahap, lapar kali ya. Dan si pedagang nasi uduk langsung menebak kalo kami dari Jawa Timur, medok katanya, wkwkwkwk, si pedagang juga orang Lamongan. Lalu kami mendatangi rumah dan ngobrol dengan pihak yang kontrak. Kami kembali ke hotel sekitar jam 9 malam, puji Tuhan Felix bisa cepat tidur, kasian dia capek sekali.

Day 2, Jumat, 29.01.2016
Kami meninggalkan hotel sekitar jam 9 pagi, dengan ada sedikit tragedy saat sarapan, Felix muntah, mungkin sedikit masuk angin. Kami lanjut trip kami ke Dispenda dan diinfo PBB memang belum terdaftar sehingga harus ke BPN, untuk cek apakah memang ada terdaftar rumahnya, namun kami harus ke kantor kelurahan minta surat keterangan, dan kami langsung meluncur ke kantor kelurahan sambil mengejar waktu sebelum waktu sholat Jumat, Puji Tuhan waktunya pas, kami makan di Grand Mall dan driver bisa sholat. Sebelum ke kantor Kelurahan kami sempatkan ke Notaris yang dulu bantu mami saya, kami sempat ngobrol-ngobrol sebentar sambil minta petunjuk dan Tuhan sudah bukakan jalan kami, notaris baik dan sangat membantu.

Setelah sholat Jumat kami langsung menuju Kantor BPN untuk cek sertifikat dan kami bertemu Notaris yang juga ada urusan, singkat cerita kami memutuskan menggunakan jasanya untuk proses pengecekan Serifikat dan biayanya hanya 300.000 saja, padahal di Notaris sebelumnya dia sampaikan biaya 5 juta, betapa baiknya Tuhan pada kami yang tidak tahu prosedur dan tidak ada kenalan. Lalu kami lanjut ke rumah dan ngobrol sebentar dan lanjut ke Tangerang karena kami menginap di saudara di daerah Ciledug yang jauh sekali dari Bekasi.

Kami sudah diinfo sebaiknya masuk Tol maks jam 3 atau kami akan menghadapi macet, tetapi kami baru masuk tol jam 4 lebih dan sesuai prediksi tol macet dan kami baru tiba di rumah saudara sekitar jam 7 malam, sungguh saya tidak sanggup hidup di Jakarta.

Setelah ngobrol-ngobrol, mandi dan tukar kado kami istirahat karena esok pagi harus lanjut jalan-jalan ke Lembang.

Day 3, Sabtu 30.01.2016
berangkat dari ciledug

Kami berangkat dari Ciledug sekitar jam 5.40 menuju Lembang, awalnya tol masih lengang dan setelah 1 jam perjalanan mulailah padat jalan tolnya. Singkat cerita kami ke 3 lokasi pertama ke Dusun Bambu karena paling dekat dari lokasi kami turun tol. Jujur tempatnya enak, nyaman dan sejuk. Saya memang ingin ke tempat ini karena ada ruang makan yang bentuknya seperti sangkar burung dan banyak diulas di medsos. Kami makan siang dan foto-foto di sini.

Tiket masuknya hanya 15 ribu saja, dan menurut saya ini adalah yang terbaik dari 3 tempat yang saya datangi. Pemandangan nya bagus, ada aliran sungai buatan, sehingga anak kecil bisa seolah-olah sedang keceh (main air) di parit, ada kincir angin dari bamboo, ada kolam buatan untuk naik sampan, dan Felix berani lho, saya aja ngeri.

Lanjut ke Farmhouse, salah satu lokasi yang memang ingin dikunjungi, Farmhouse yang memang masih baru. Karena lokasi yang agak jauh anak-anak tertidur di mobil dan kami turun menunggu anak-anak bangun. Tiket masuknya 20 ribu dan bisa ditukar dengan segelas susu atau sosis bakar. Menurut saya tempatnya lebih menyediakan lokasi untuk foto, tiap sisi menggambarkan kondisi yang berbeda. Dan karena baru, bisa dibayangkan betapa ramainya, dasar saya juga tidak suka suasana yang terlalu ramai jadi saya ingin sekali meninggalkan tempat ini.

Tempatnya menarik untuk orang-orang yang suka foto, banyak bunga termasuk bunga anggrek dan saya suka sekali memandangnya, sayang sekali terlalu ramai sehingga saya kurang minat untuk foto-foto. Sebenarnya tempatnya lumayan lengkap ada taman bunga, beberapa hewan: ada kandang kambing, istana kelinci dan kandang ayam. Anak-anak dan para ABG alay suka banget foto dengan kambing and of course dengan baju yang disewa dengan gaya eropa, mungkin mereka tidak pernah melihat kambing sebelumnya, sedangkan saya sudah ilfill melihatnya. Felix dan Vita suka sekali memberi makan kelinci di istana nya.

Yang menjadi icon Farmhouse adalah rumah hobit dank arena malas antri kami foto dari sisi yang lain. Daripada harus ke Australia untuk foto di rumah hobit di Lembang aja.

Kami tidak lama di Farmhouse dan langsung menuju Kampung Gajah. Sayang tempatnya kurang  terawat sehingga terlihat kumuh padahal belum terlalu lama. Lokasinya luas dan tiket masuknya pun murah. Karena sudah menjanjikan naik kuda langsung saja ke arena naik kuda hanya 20 ribu dan ini pertama kalinya Felix naik kuda (sebelumnya hanya naik delman dan tidak pernah mau naik kuda, mungkin karena ada teman nya jadi dia lebih berani), ini juga pertama kalinya saya maupun hubby tidak mengikuti ke mana arah perjalanan, biasanya salah satu dari kami selalu menguntit dari belakang, memastikan bahwa semua baik-baik saja, apakah saya yang paranoid.

Lalu kami jalan dan menemukan lembah teletubbies ada banyak lubang untuk keluar masuk. Mainnya gratis dan cukup bisa menikmati anak-anak nya. Lanjut lagi berjalan dan kami menemukan mobil Batman dan Ironman, kalau naik bayar 25 ribu per anak tapi kalo Cuma foto-foto sih boleh aja. Akhirnya Cuma foto-foto dan karena juga ada anak yang mau main sempat berebut di kemudi.


Sambil jalan ketemu dengan karakter minion dan sudah mau foto, biasanya kalo ketemu yang beginian takut. Sambil istirahat dan minum sambil duduk santai menikmati suasana sore yang sejuk. Sebenarnya tempat ini paling enak, karena sepi dan kami bisa menikmati. Lalu kami ke penginapan di Villa Puri Teras. Tempatnya bersih dan pelayanan cukup baik. Kami tidak makan malam hanya menghabiskan bekal yang dibawa dari Jakarta dan makan tahu yang kami beli dan karena capek cepat tidurnya. Dan penginapan tanpa AC karena hawa cukup sejuk. Menurut saya penginapannya OK, pelayanan juga bagus.


Day 4, Minggu 31.01.2016

Bangun tidur sambil packing dan lanjut sarapan, kami meninggalkan hotel dan menuju Bandung, puji Tuhan lancar. Dan yang berbeda adalah, hari minggu di Bandung banyak banget pusat orang kumpul dan jalan pagi di hari minggu sambil olahraga dan kuliner, hanya beberapa tempat yang sedikit ramai karena harus melewati taman atau alun-alun di mana banyak orang berkumpul. Tiba di rumah adik langsung kami turun dan tanpa disangka bertepatan dengan ulang tahun adik ipar saya. Dan saudara dari Jakarta kembali ke Jakarta, sedangkan kami masih di rumah. Mendadak kami memutuskan untuk stay di hotel dekat sana, kami stay di BnB hotel, dan ini adalah hotel paling nyaman selama perjalanan kami. Felix ngga pakai lama langsung tidur dan baru bangun sore jam 6 an itupun kami bangunkan. Tampaknya dia capek sekali. Dan karena hotel menyatu dengan mall kami tidak kesusahan untuk cari makan, tinggal turun dan sampai di mall.

Keesokan harinya kami check out hotel sambil sewa mobil, main di rumah adik dan meninggalkan rumah sekitar jam 3 sore untuk ke Bandara. Flight kami jam 7 malam dan molor 30 menit dan cuaca hujan. Teringat tahun sebelumnya dari Bali malam hari dan cukup seram, tapi kali ini flight pulang kami cukup lancar. Dan kami tiba di Surabaya dengan selamat.

Cita-cita ingin kuliner di Bandung, namun apa daya kami tidak bisa karena waktu yang tidak memungkinkan. Next time kita akan ke Bandung lagi, entah kapan.


Minggu, 14 Februari 2016

Short escape to Trawas

9-10 Januari 2016 yang lalu kami bertiga berlibur ke Trawas. Hmmm sebenarnya bukan dengan sengaja berlibur tetapi hubby sedang ada training bersama tim marketing propertinya. Saya dan junior ikut aja daripada nganggur di rumah sambil menikmati suasana pegunungan dan hutan.

Sabtu pagi jam 9 kami berangkat dari Surabaya, dan hanya kami bertiga, awalnya seharusnya ada 2 orang yang ikut di mobil kami tapi entah mengapa mereka tidak jadi ikut dan sempat sedikit kesasar.
pemandangan langka di surabaya

Sampai di UTC (Ubaya Training Centre) sekitar jam 11 siang. Kesan saya terhadap tempat ini adalah sangat terawat, di mana-mana ada orang menyapu, mencabut rumput dll. Tempatnya bersih dan nyaman.

Jam 12 kami makan siang dan saya berencana menidurkan junior, tapi apa daya dia lebih ingin melihat acara papinya, jadi kami ikut deh ke manapun papinya pergi, jadi pemandu sorakk, termasuk main air. Suka banget kalo main air sampai basah-basah. Lanjut mandi sore hari lalu ada sesi. Karena si jagoan kecil sudah menahan kantuk sesiangan saya ajak di luar sambil saya bernyanyi lagu rohani yang lembut ngga nyampe 5 menit uda bobok, langsung saya bopong ke kamar. Karena baru tidur jam 6 kami kelewatan makan malam jadi junior tidak akan malam, dan malam hari sempat bangun sekitar jam 8 malam cari papi nya.

suasana senja sambil nidurin junior
Saat bangun sedang sesi mengenai peneguhan bahwa kita semua adalah pemenang. Walaupun saya tidak ikut training tetapi sesi ini juga membuat saya terharu, termasuk para ibu-ibu yang hadir. Karena pada saat itu diputarkan video proses terbentuknya embrio hingga menjadi janin dan lahir. Memang setiap manusia ditakdirkan menjadi pemenang, dan tidak ada siapapun yang berhak untuk meredam atau menghambat mimpi kita menjadi kenyataan. Impian atau keinginan kita tidak hanya melulu diukur dari sisi ekonomi atau harta tetapi juga keinginan dalam hal rohani, misal ingin umroh atau ke tanah suci, mendekatkan diri pada Tuhan dll. Dan satu hal yang sangat menyentuh saya statement: “ semua upaya kita dalam proses mewujudkan mimpi kita akan terbayar lunas saat anak atau istri/suami kita tersenyum bahagia”. Ya apalagi yang menjadi penyemangat kita selain keluarga kita sendiri. Bertahan bekerja walau sebenarnya ingin di rumah dan jadi ibu rumah tangga merawat anak tetapi harus bekerja dan juga mengisi waktu luang dengan berdagang, terjaga di tengah malam untuk beres-beres rumah dan melakukan hal lain saat yang lain tidur, namun saat sedikit saja dana terkumpul dan bisa membelikan anak mainan atau sekedar jalan-jalan yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu mahal sudah bisa menutup semua kelelahan dan kejenuhan.
wefie di jembatan gantung

Keesokan harinya hanya ada 2 sesi dan setelah makan pagi kami habiskan jalan-jalan dengan sesama anak yang juga ikut mamanya dan main di jembatan gantung. Felix sangat menikmati berlarian di jbatan gantung, padahal saya merasa geli saat goyang-goyang.

Saya bersyukur saya bisa ikut pergi, mendengarkan sesi-sesinya dan yang pasti melihat Felix berlarian dan menyatu dengan alam, merasakan dan menikmati karya Tuhan, agar kelak dia bisa mensyukuri karya Tuhan dan turut melestarikannya.

Sabtu, 09 Januari 2016

Home for Christmas


Seperti lagu home for Christmas di bawah ini, kami pulang dan merayakan natal bersama keluarga dan sangat berkesan.

"I'll Be Home For Christmas"
I'm dreaming tonight of a place I love
Even more than I usually do
And although I know it's a long road back
I promise you

I'll be home for Christmas
You can count on me
Please have snow and mistletoe
And presents by the tree

Christmas eve will find me
Where the love light gleams
I'll be home for Christmas
If only in my dreams

I'll be home for Christmas
You can count on me
Please have some snow and mistletoe
And presents by the tree

Christmas eve will find me
Where the love light gleams
I'll be home for Christmas
If only in my dreams
If only in my dreams


Natal 2015 ini kami lewatkan di Parakan, rumah hubby. Sebenarnya kami memang ada wacana pulang untuk natal, karena mama mertua dari bulan Juli sudah minta kita  untuk pulang, tapi karena berbagai kesibukan ternyata Tuhan sudah memanggilnya terlebih dahulu. Dan Natal ini kami pulang untuk berdoa memperingati 100 hari meninggalnya mama mertua.

Ini natal kami ke 2 di Parakan dan natal pertama Felix di Parakan. Karena ada tgl merah 24.12.2015 untuk Maulud nabi hanya perlu 1 hari cuti yang kami ajukan, dan kami berangkat tg 22.12.2015 untuk menghindari macet. Puji Tuhan kami sampai di rumah dengan selamat walau driver mengemudi dengan sedikit ngawur dengan membawa aneka buah termasuk durian dan beberapa kue: nastar, brownies, dll.
dekor misa natal yang sederhana

Sampai di Parakan kami langsung menuju makam, dan sudah dinanti oleh papa mertua yang sudah menyiapkan bunga dan sapu untuk membersihkan makam. Setelah dari makam kami balik rumah untuk makan, membersihkan diri dan tidur. Setelah tidur di mobil semalaman, bisa tidur siang di tempat tidur itu terasa enakkkkk sekali.
naik delman di Parakan

Bangun tidur hanya duduk-duduk di toko sambil melihat kendaraan yang lalu lalang. Walaupun hanya di rumah Felix senang sekali bermain mobil-mobilan di toko, mobil-mobilannya gratis ambil di toko. Tampaknya dia senang karena banyak yang ajak main, ada Thio Dani, Kong dan Kong Seng.

Keesokan harinya tg 24.12.2015 hanya pergi ke rumah kerabat dan menghabiskan beberapa jam di sana untuk ngobrol sambil belanja beberapa baju dan sorenya ke gereja untuk misa natal. Karena kami mengikuti misa natal di desa, suasananya sangat berbeda, khusyuk sekali. Orang-orang datang dengan naik bis kota, walaupun baju mereka sederhana tetapi niat hati dan semangat natal itu  terasa sekali. Bahkan Romo dengan tegas mengingatkan kembali mengenai makna natal. Natal bukan tentang Sinterklas, kado, aneka lagu, itu bisnis natal bukan natal. Tetapi natal adalah peristiwa di mana Yesus lahir dalam kesederhanaan dan menjadi juru selamat umat manusia. Bahkan gua natal dibuat dari botol bekas, karena mengajak semua orang untuk peduli dengan kondisi bumi ini, semua umat diajak untuk merenungkan kembali bagaimana kita bisa membantu melestarikan bumi dari hal-hal yang sederhana.

Pulang gereja langsung makan di dekat gereja Ayam Goreng dan  Bebek goreng, untuk 7 porsi hanya bayar 130 ribu saja (termasuk 3 bebek), murah kan. Maklum di Parakan terbatas ada rumah makan yang buka sampai malam, sehari-hari toko sudah tutup dari jam 6 sore dan jalan utama sudah gelap.
foto merak, hasil karya Felix

Agar terasa suasana liburannya tg 25.12.2015 kami jalan-jalan, ini sebenarnya ide saya, untung papinya mau. Kami pergi ke Cimory di Ungaran, Semarang. Saya sudah ingin ke Cimory sejak lebaran tahun lalu dan baru keturutan sekarang. Tiket masuk hanya 10.000/orang dan dapat ditukar dengan produk Cimory. Didalamnya ada berbagai hal yang bisa diajarkan kepada anak:
  • Ada rusa, kelinci, sapi perah yang super jumbo dengan kulit yang doreng-doreng hitam-putih, aneka burung
  • Ada sepetak sawah, untuk menunjukkan tanaman padi
  • Ada kebun beberapa sayur: Lombok, sawi
  • Ada kolam kura-kura

Di Cimory bisa cukup menghibur untuk proses edukasi anak-anak.

Dari Cimory lanjut ke Kampung Rawa, sebenarnya ke Kampung Rawa juga keinginan mama mertua saya dan baru kesampaian. Felix langsung saja minta main, kami main mobil yang dikayuh. Ada banyak sekali mainan: ATV, sepeda air, becak, kuda, andong/delman, perahu mengelilingi danau/Rawa Pening, mancing, Mobil yang dikayuh, Trampolin, Flying Fox. Pada saat naik mobil yang dikayuh, 1 mobil diisi kami semua yang tidak kayuh hanya Felix dan Ako Lia, fiuh senang sekali walau capek.

Lanjut mancing sambil tunggu makanan tiba, makanannya enak dan cukup terjangkau, walau pelayanan kurang memuaskan. Felix masih ingin main walau ngantuk. Mancing tapi tidak dapat ikan.

Keesokan harinya tg 26.12.2015 kami kembali ke Surabaya dan walaupun sempat menemui macet tapi kami tiba dengan selamat di Surabaya.

Setelah masuk kerja beberapa hari tiba saatnya libur tahun baru. Kami hanya di rumah untuk tahun baru. Tepat 31.12.2015 kami Cuma main kembang api di halaman belakang dan makan steak sosis jumbo dan spaghetti.

Kami baru pergi tg 02.01.2016 ke Taman Safari II, Prigen bersama Noel. Dan yahhh kami menemui macet di Told an perjalanan menuju Taman Safari. Cukup senang dengan acara memberi makan dan melihat aneka satwa. Saat makan siang di restonya begitu penuhhhhh. Memang bila ingin berlibur sebaiknya bukan saat libur nasional, karena tidak bisa menikmati. Felix ngga mau pulang masih mau mainnnn, tapi kami tetap pulang karena menghindari macet.

Semoga liburan kali ini cukup berkesan untuknya

Kamis, 10 Desember 2015

33 month toddler

Lama sekali tidak posting mengenai tumbuh kembang si junior. Tidak terasa sudah 33 bulan usianya. Bila melihatnya sedang tidur sudah terlihat besar, waktu begitu cepat berlalu bahkan usianya sudah hampir 3 tahun. Berikut beberapa progress di tumbuh kembangnya yang saya ingat:
* bisa membela
semisal saya sedang bercanda dan ada pukul atau cubit papinya, entah karena papinya yang salah maka langsung bela papinya karena melihat papinya disakiti, begitu juga sebaliknya. Tampaknya ini saat yang sukup krusial untuk mengenalkan kebenaran, bahwa ada alasan di balik setiap perbuatan. Misal mengapa dipukul, karena berbohong, nakal, dll.
* bisa memilih, misal saat makan sudah bisa menentukan mau makan apa misal pilihan nya mie dan bubur, maka dia akan cenderung memilih mie. Sama halnya dengan kegiatan bermain, dia sudah bisa memilih mau mainan atau belajar apa, memang paling suka sih mobil-mobilan.
bisa merayu, misalkan ingin mendapatkan sesuatu sudah bisa dengan merayu tidak hanya dengan merengek.
* mengerti persahabatan, dari bayi ada teman di daycare namanya Noel, dan karena mereka sangat dekat kami memag bulan lalu jalan bersama ke KBS. Dan mereka memang sudah paham persahabatan, makanan berbagi, mau berpelukan, juga dalam cerita-cerita kegiatan sehari-hari di daycare, semoga bisa bersahabat sampai besok dewasa ya nak…

* mau berbagi, memang sisi egois masih cukup tinggi akan tetapi bila diingatkan untuk berbagi sudah bisa berbagi. Bahkan setiap hari ke daycare selalu membawa sekotak mobil-mobilan: “mau share sama teman-teman” katanya
* bisa pamer, bila punya barang atau makanan sudah bisa pamer/membanggakan, “punya mainan baru, bagus sekali teman-teman tidak punya” ngga tau juga ini dari siapa nurunnya.
* ingatan/memori mulai bagus walau masih terbolak balik. Sudah bisa bercerita misal dari KBS kemarin, maksudnya beberapa waktu lalu. Ingatan untuk tempat juga sudah bagus, ingat arah jalan pulang, ke daycare dll. Bagus lha biar ngga nyasar.
* bisa berkelit, nih pasti nurun papinya, misal ketahuan salah, pinter banget berkelit. Misal ketahuan salah pasti langsung malu dan pura-pura tidak mendengar atau mengalihkan pembicaraan ke topic lain. Tampaknya ada bakat juga jadi Pengacara kelak.
* bisa bahasa sehari-hari: moh (tidak mau), iyo (iya), mosok (masa). Awalnya saya juga aneh mendengarnya karena kami biasa berbahasa Indonesia dan bahkan mulai berbahasa Inggris, tetapi setelah saya pikir-pikir lagi  bisa bahasa sehari-hari juga bagus untuk hidup nya di masyarakat kelak.
* sudah bisa menuntut mau jalan-jalan saat weekend dan suka sekali ke mall untuk bermain. Dan jujur ini juga agak kami kurangi selain untuk berhemat. Kalau sudah ingin main langsung saja makan jadi lahap.

Semoga tulisan ini bisa  menjadi kenang-kenangan untuk masa depan. Semoga engkau tumbuh menjadi  pribadi yang baik ya nak…


Selasa, 27 Oktober 2015

Playdate with Noel

Setelah dari tumpang  10-11 Oktober 2015 yang lalu tg 14.10.2015 adalah hari libur untuk Tahun baru Islam (masuk bulan Sura). Karena sudah lama ingin pergi bersama Noel akhirnya janjian deh dengan Noel, teman sekolah dan teman daycare Felix dari usia 3 bulan.

Awalnya mau ke Grandcity ada acara robo vs dino, tapi karena tiket hari libur lebih mahal dan toh memang belum seberapa paham anaknya akhirnya putar haluan pergi ke KBS (Kebun Binatang Surabaya), ini adalah kunjungan Felix ke2 ke KBS tapi tentunya suasana berbeda karena anaknya lebuh besar sehingga lebih bisa menikmati dan kami pergi bersama sahabatnya.

Begitu melewati pintu gerbang tampak antrian para pembeli tiket masuk saya sudah pengen ngga jadi aja, males kruntelan di dalam, ternyata setelah  masuk tidak seramai yang saya bayangkan kok.

Kami masuk dan mulai jalan perlahan, yang pertama dilihat adalah ada beberapa kandang burung dan beberapa jenis monyet, lalu lanjut rusa dan kambing gunung. Begitu melihat rusa, Felix sudah ingin memberi makan rusa karena sudah 2 kali dia ke Kebun Bibit Surabaya yang di ngagel dan memberi makan rusa.

Kemudian lihat beruang madu dan harimau, antusias sekali saat di depan kandang harimau sambil menirukan suaranya “haummm” wkwkwkwk. Lucu sekali ekspresinya, ingin sekali dia cerita tapi tampaknya masih terbatas kata-katanya sehingga jadi bingung dan terbata-bata.


naik perahu bebek
Sambil jalan kami akhirnya sampai di arena air dan kami naik kapal bebek yang dikayuh (kapal sepeda). Mungkin karena terlalu berat yang naik akhirnya jalannya lambat sekali dan berulang kali nabrak karena tidak bisa belok, akhirnya dijemput oleh petugas, daripada ini kapal ngga kepakai padahal yang antri banyak malah tidak menghasilkan. Para papa capai kayuh mamanya sibuk ketawa-ketawa. Di kolam ternyata ada kura-kura banyak sekali dan anak-anak memberi makan kacang lucu sekali.

kasih makan kura kura, yang hitam2 di permukaan air itu kepala kura kura
melihat banteng

Lanjut ke area singa, harimau, banteng, kuda nil dan gajah. Mau naik gajah tapi antri bukan main dank arena sudah jam 12 siang akhirnya kami memutuskan pulang saja karena anak-anak perlu makan siang. Kami meninggalkan KBS untuk makan siang di bakso Solo Rindu Malam, Jl Ciliwung 123 yang tenar (saya sendiri baru pertama kali ke sini padahal sudah 15 tahun saya di Surabaya), makan sambil ditemani keroncongan. Budaya yang perlu dilestarikan. Dalam perjalanan pulang anak-anak sudah tidur pulas. Kelak kita perlu pergi lagi nih.

KBS ini sudah ada sedari saya kecil dan saya senang sekali berlibur ke KBS, saya tiap ke KBS selalu membeli es krim cone, sebenarnya saya tidak ingat, saya hanya ingat dari cerita mami saya. Kesan ke-2 kali ke KBS sudah banyak perubahan lebih baik dalam hal standar hidup para hewan, saat pertama kali saya ke KBS kondisi hewan sangat mengenaskan, tidak terawatt, kurus, kandang kotor, tetapi setelah kemarin datang lagi kondisinya lebih baik. Trimakasih para pegawai Pemkot untuk perbaikan KBS dan semoga bisa lebih baik lagi.

Pendapat saya pribadi KBS harus tetap ada sebagai hutan kota sehingga udara tidak terlalu panas. DI dalam KBS yang banyak pohon besar walaupun panas tetapi sejuk karena rindang. KBS juga menjadi daya tarik wisata kota Surabaya yang terjangkau oleh semua kalangan, tiketnya 15.000, bila KBS dirubah menjadi mall mau kemana anak-anak belajar aneka satwa? Apakah harus ke luar kota, Taman Safari Prigen, atau Secret zoo, Batu yang lebih jauh dan lebih mahal? Mari kita semua juga belajar peduli dengan apa yang ada di sekitar kita, misal buang sampah di tempatnya, dll.

Kamis, 22 Oktober 2015

Finally Tumpang

Rasanya terakhir kali saya ke Pertapaan Karmel Tumpang adalah awal tahun 2012, berarti sekitar 3 tahun yang lalu. Itupun ke Tumpang untuk konseling, karena saya merasa luar biasa jenuhhhhhh. Seiring dengan berjalannya waktu, kelahiran baby di awal 2013 sampai saat ini keinginan untuk ke Tumpang terpendam dalam sekali, walaupun kerinduan untuk ke sana begitu besar.

Akhirnya pada 10-11 Oktober 2015 yang lalu kami ke Tumpang, dan inipun pengalaman perdana Felix ke Tumpang. Kami pergi ke Tumpang dalam rangka acara rekoleksi dalam rangka ulang tahun Wilayah kami, karena acara diadakan di Tumpang, tanpa pikir panjang kami langsung bersedia ikut. Sambil ajak teman-teman yang saya kenal di wilayah, barulah saya tahu kalau pengaturan kamar cewek sendiri dan cowok sendiri, barulah saya galau….. akhirnya dengan perjuangan panjang, kami bisa sekamar.

Sabtu tgl 10 saya yang seharusnya masuk sengaja tukar libur, harapan kami ingin berangkat lebih dahulu untuk menghindari macet, awalnya mau semobil dengan keluarga Yuliana tetapi ngga jadi akhirnya kami berangkat jam 1 siang kumpul bersama peserta yang lain. Sekitar 1.15 kami berangkat dengan 6 penumpang menuju Tumpang. Puji Tuhan perjalanan lancar dan kami tiba di Tumpang setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, kami melalui tol baru yang langsung turun di dekat Taman Dayu Pandaan.

Setiba di Tumpang kami mencoba menyapa beberapa suster, salah satunya Sr. Magda yang ditugaskan di dapur, namun sayang sekali beliau sedang cuti dan pulang kampung juga Suster Ima di resepsionis, rasanya begitu lama kami tidak menginjakkan kaki di Tumpang.


Begitu datang langsung disambut dengan pisang goreng khas tumpang dengan the hangat dan kopi tubruknya, sungguh nikmat walaupun snack yang sederhana sekali. Sesi mulai jam 5 sore dan kami mengikuti sesi. Seusai sesi pertama makan malam tiba dan menunya bakmoi tahu dengan telur masak kecap, sungguh mengobati kerinduan kegiatan camping rohani. Lalu lanjut sesi, dan Felix ikut acara sekolah minggu dengan saya, karena belum banyak kenal dia kurang menikmati. Dan acara dilanjutkan dengan Adorasi Taize, karena juga ada kelompok yang sedang rekoleksi untuk Adorasi digabung. Awalnya saya galau apakah akan ikut atau akan menidurkan Felix, saya mantapkan hati untuk mengikuti adorasi dan sungguh baru lagu pertama air mata saya langsung menetes, rasanya kegalauan, kerinduan hati meleleh bisa merasakan hadirat Tuhan begitu dekat. Dan karena suasana yang sejuk dengan alunan lagu yang lembut Felix tertidur di pangkuan saya. Semoga dia kelak juga mau ke Tumpang dan menjadi aktivis juga.

adorasi
Begitu masuk kamar, langsung saya terkejut karena tempat tidur di set single untuk 3 orang, dengan 1 ranjang susun, hmmmm putar otak akhirnya dimodifikasi, ranjang dibuat mepet sehingga lebar dan spon ranjang atas ditaruh lantai, saya pribadi khawatir karena  sadar badan besar takut kalau tidur di atas ada kecelakaan malah menimpa junior. Tepat saya mulai ngantuk Felix bangun minta pulang karena merasa sumuk (panas) dan dia merasa jelek kamarnya. Puji Tuhan saat dibisikin papinya bahwa hidup ngga selalu enak kadang juga susah, dia bisa tidur lagi.

Keesokan harinya diawali dengan doa Yesus lalu makan pagi dan lanjut sesi, kali ini Felix mbolos sekolah minggu malah main di taman bersama Nathan. lanjut makan pagi dengan mie kuah dan tahu yang digoreng kering dan disiram sambal kecap dan seledri. Puji Tuhan Felix suka mie nya dan makannya banyakkkkkk.

Tepat jam 9 pagi lanjut misa hari minggu, dan lagi-lagi Felix bobo, para peserta rekoleksi sampai heran lihat Felix bobo dengan nyenyaknya selama misa. Habis misa seperti biasa beli kue khas Tumpang, ote ote dan sale pisang, ternyata Felix suka sale pisang gorengnya. Saya juga beli kering kentang untuk stok lauk sarapan Felix saat sekolah.

Lalu lanjut dinamika kelompok foto dan pulang. Dan tanpa diduga bertemu anggota KTM Tulungagung yang lama sekali tidak jumpa tentunya harus diabadikan momentnya.

Setelah lama tidak melihat kesederhanaan para Suster, dan sibuk dengan berbagai hal duniawi di Surabaya, melihat mereka hanya menggunakan sandal jepit sehari-hari seolah menegur saya, apa yang saya cari di dunia ini, bukankah sederhana itu indah. Apa yang kita butuhkan? Kita butuh makan bukan butuh makan mahal, kita butuh tempat tinggal tapi bukan butuh rumah super mewah dengan harga milyaran, semoga saya juga bisa tetap hidup sederhana dan tetap bersyukur.

Sudden Trip to Parakan

Tanggal 14 September 2015 yang lalu tepat hari senin kami sekeluarga menerima berita duka. Sedari pagi jam 7.30 HP berdering terus tetapi karena sedang sibuk siapkan Felix berangkat kami tidak mengangkat telponnya. Begitu saya sampai di kantor, dalam perjalanan menuju ruangan, ada telpon lagi menginformasikan bahwa mama mertua saya meninggal dunia, saat menerima info saya jujur sangat kaget dan sempat bingung, karena papa mertua di Parakan seorang diri sedang 3 anaknya merantau semua dan jaraknya jauh sehingga untuk mencapai rumah butuh waktu lama, belum lagi Parakan yang tidak dapat dijangkau dengan Pesawat terbang maupun kereta api. Yang ada di pikiran saya adalah Eko harus segera pulang dan menemani papanya mengatur segala sesuatunya, apalagi Eko adalah anak cowok satu-satunya dan anak pertama. Singkat cerita Eko berangkat sendiri dengan driver dan dia yang pertama sampai rumah sekitar jam 11.30 malam. Sedangkan saya dan Felix berangkat sore sekitar jam 4 bersama sahabat (baca saudara: Ria dan mbak Ira) bersama driver. Kami sempat menginap di Magelang hanya untuk istirahat dan sampai di rumah duka sekitar pkl 11 siang.

Acara tutup peti ditunda beberapa jam, yang seharusnya jam 10 pagi ditunda ke jam 2 siang menanti adik yang dari Bali. Singkat cerita semua anak berkumpul di rumah termasuk para cucu. Jujur ini adalah  perkumpulan semua keluarga tanpa mama setelah 2 tahun tidak berkumpul, karena pada saat adik paling kecil menikah keluarga kecil saya menginap di hotel. Pantas saja mami saya sering berkata bahwa kita bisa lengkap berkumpul saat ada yang meninggal atau menikah.

Mama dimakamkan pada hari Rabu tgl 16 September 2015 di pemakaman di Parakan, pemakaman satu-satunya tampaknya di mana banyak para leluhur yang sudah dimakamkan di sana dari Kong Co (kakek buyut, maaf kalo salah ketik) bahkan atasnya lagi.

Kami di sana sampai 7 hari mama meninggal, sambil Eko urus surat kematian untuk cuti di kantor dan membantu Papa menyelesaikan berbagai administrasi. Saya lebih banyak menemani Felix di rumah. Karena seminggu kumpul, Felix jadi akrab dengan sepupunya si Galuh. Dan tampaknya Felix sangat menikmati di Parakan karena banyak mainan, maklum toko mainan, ada teman bermain (kalau di rumah dia seorang diri) dan rutinitas yang berbeda, semua serba terburu-buru di Surabaya.

Satu hal yang mau saya bagikan, ini pengalaman dari mami saya dan mama mertua,  mereka kira-kira 2 minggu sebelum meninggal sama-sama rajin banget telpon anaknya minta anaknya pulang. Mungkin sudah firasat, tetapi tidak dapat mengungkapkan. Dasar manusia, dengan berbagai alasan kami tidak pulang dan tidak ada pikiran bahwa akan dipanggil Tuhan dalam waktu dekat. Kami sendiri rencana pulang saat natal besok. Bila orang tua memanggil kita untuk pulang, ada baiknya kita pulang dan sekedar menyampaikan salam, kita  tidak tahu apakah akan menjadi yang terakhir atau tidak, semua misteri Ilahi.

pemandangan di depan kamar, sebelum pulang surabaya
rukun nonton youtube bersama sepupu Galuh
Kami kembali ke Surabaya hari minggu sore dan kami bermalam di daerah Tuban agar Eko dan Felix bisa istirahat. Kami hanya pindah tidur saja dan paginya kembali melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Kami ambil kamar yang paling bagus, ada bath tub agar Felix bisa main air. Karena capek ada barang ketinggalan, tetapi pegawai hotel baik, saat kami telpon mereka mau kembalikan hanya dengan bayar ongkir. Walaupun bukan hotel berbintang tetapi pelayanan mereka bagus, sayangnya saya lupa namanya.

aquarium di lobby hotel
Perjalanan ke Surabaya via Pantura  dari Tuban begitu gersang dan resto pada tutup sehingga sarapan Felix hanya Pop Mie di salah satu indomaret. Puji Tuhan semua lancar sampai rumah.

Refleksi untuk saya pribadi adalah, pada saat di persemayaman dan di pemakaman jumlah orang yang datang untuk memberi penghormatan terakhir baik pada saat mama maupun mami saya meninggal banyak sekali. Artinya beliau memiliki kesan yang baik dan cukup mendalam bagi mereka yang hadir. Semoga kelak saat saya meninggal juga kesan baik yang ada bagi orang-orang di sekitar saya.