Minggu, 10 April 2016

Bistik daging

Ini juga salah satu makanan favorit saya, saya memang pecinta daging (meatlover), wkwkwkw. Tiap kali mami saya masak bistik saya pasti awalnya hanya makan nasi dengan kuahnya dan setelah selesai makan baru terakhir makan bistik komplitnya lengkap dengan dagingnya. Enak banget kalo makan bistik sat sore-sore sambil nonton TV dan ngobrol-ngobrol. Saya bisa habis 2 piring nasi kalau makan bistik, lupa daratan

Bahan:
2 siung bawang  putih
½ kg daging sapi lulur dalam (bila menggunakan bagian lain hasilnya kurang lembut)
½ kg tomat cuci bersih, potong jadi 8 direbus hingga lumat dan setelah dingin bisa diblender dan disaring, diambil sarinya saja
5 sdm saus tomat
4 sdm gula
2 sdt garam
6 sdm kecap manis
¼ sdt merica bubuk
1 sdm tepung maizena yang dilarutkan dengan 3 sdm air (saya biasa skip karena hubby tidak suka yang kental)
½ sdt pala bubuk

Cara membuat:
  1. bawang putih diulek hingga halus tambahkan kecap manis, merica dan pala
  2. daging dicuci bersih, lalu keringkan dengan tissue dapur agar kering lalu tusuk-tusuk dengan garpu (hasil lebih enak) atau dengan alat/palu untuk bistik sampai daging lembut
  3. masukkan daging ke bumbu kecap tadi dan diamkan +/- 30 menit
  4. didihkan 1,5 liter air dan masukkan daging yang sudah direndam bersama semua bumbunya biarkan mendidih selama 15 menit agar empuk
  5. masukkan sari tomat dan bumbu lain
  6. cicipin bila sudah OK bisa ditambahkan maizena dan siap dihidangkan

Bahan pelengkap:
    • ½ kg wortel potong korek api ukuran 3*0.5*0.5cm rebus
    • ¼ kg baby buncis potong @3 cm rebus
    • 4 butir telur rebus
    • Selada segar
    • ½ kg Kentang bisa  di goreng bentuk French fries atau dibuat keripik kentang (kalau saya suka yang keripik kentang), sehingga waktu makan terasa berbagai tekstur, atau mau dibuat mashed potato juga bisa
    • Mentimun segar potong kotak-kotak tipis


lebih nikmat bila dimakan keesokan harinya karena semakin kental dan meresap, membayangkan saja sudah menetes air liur saya, wkwkwkw.

Sabtu, 09 April 2016

Sup Merah

Sekali lagi agar resep keluarga tidak lenyap, saya mau sedikit mengabadikan resepnya dengan berbagi. Tiap orang/keluarga punya resep rahasianya sendiri-sendiri, dan pada umumnya masakan ibunya adalah yang paling enak, karena dari kecil kita sudah biasa merasakannya dan terbiasa, khusus buat orang yang biasa makan di rumah. Buat saya, masakan mami saya adalah yang paling enak, bahkan resto mahal pun tidak ada yang bisa menandingi, sayangnya saya belum banyak belajar dari beliau.

Saya sendiri bersyukur, karena hubby suka masakan saya, entah memang suka atau karena terpaksa…. Wkwkwk. Saya pribadi sangat gemar dengan sup merah, dulu saat saya kecil menu ini tidak sering dimasak oleh mami saya karena bahannya yang lumayan mahal walaupun  pembuatannya mudah. Mami saya memasak sup merah hanya bila anaknya minta.

Bakso udang goreng:
¼ kg udang kupas bersih, cuci bersih dan haluskan, rasa original menggunakan ulekan manual
2 sdm tepung terigu
1 butir telur
¼ sdt garam
Sedikit merica

Campur semua bahan, masukkan plastik dan goreng sedikit untuk mencoba rasanya. Setelah rasa cukup, digoreng bentuk melingkar seperti usus ayam dan setelah matang dipotong panjang 1 cm untuk nanti dimasukkan ke dalam sup merah. Bakso udang goreng ini yang membuat sup merah terasa special.

Bakso udang ini bisa juga dimakan dengan nasi hangat dan saus tomat/ saus sambal atau kecap, yummy.

Sup merah:
Bahan:
½ kg wortel kupas dan cuci bersih dan potong dadu 0.5*0.5*0.5 cm
1 kaleng kacang polong (bisa skip, kalau saya sih biasanya ½ kaleng)
Daging maling (non halal) potong dadu 1*1*1 cm, bisa skip
Sosis sapi, lebih enak bila menggunakan sosis yang ada aroma asapnya
½ kg dada ayam yang sudah direbus dan dipotong dadu 0.5*0.5*0.5 cm
½ kg tomat cuci bersih, potong jadi 8 direbus hingga lumat dan setelah dingin bisa diblender dan disaring, diambil sarinya saja
Kaldu ayam pada saat merebus ayam
5 sdm saus tomat
4 sdm gula
2 sdt garam
3 sdm kecap manis
¼ sdt merica bubuk
1 sdm tepung maizena yang dilarutkan dengan 3 sdm air (saya biasa skip karena hubby tidak suka yang kental)
½ sdt pala bubuk
Segenggam bawang merah goreng dan sedikit bawang putih goreng (yang bentuk slice, biasanya saya beli jadi) tinggal dihaluskan.

Cara membuat:
  1. rebus kaldu ayam
  2. masukkan ayam, wortel, bakso udang, daging maling, sosis yang sudah dipotong-potong
  3. masukkan semua bumbu termasuk bawang yang sudah dihaluskan
  4. masukkan blenderan tomat
  5. tunggu mendidih, coba rasakan bila kurang sesuai selera bisa dityambah sesuai selera
  6. masukkan larutan tepung maizena
  7. tunggu mendidih dan siap disajikan

Note:
  • saya lebih suka bila tidak langsung dihidangkan tapi lebih nikmat bila mau dimakan besok pagi, kita masak malam dan besok pagi tinggal di panaskan lagi, rasanya lebih legit dan meresap
  • enak sekali dimakan dengan roti yang dipanggang kering tinggal disiram ke atasnya.

Selasa, 08 Maret 2016

Sambal kacang

Sedikit cerita, sambal kacang ini adalah sambal favorit saya sedari masih SMP, saya paling suka sambal kacang dimakan dengan terong yang dipanggang di atas api langsung, lalu kulitnya yang gosong tinggal dikupas, saat masih panas dan terong yang masih panas itu langsung dipenyet di atas sambal kacang. Enak juga dimakan dengan labu siam/gondes-orang jawa timur / jipang – orang jawa tengah yang direbus, atau dengan kubis rebus, tahu goreng dimakan dengan nasi hangat dengan krupuk bawang yang warna putih plus ikan asin, sambil nulis aja uda mengalir nih air liur saya.
 
Saya sendiri jarang nih makan sambal, maklum kapan makan nya, secara senin – jumat kerja, bahkan sabtupun kerja. Jadi makan sambal hanya sekali-sekali dan harus benar-benar diniatin buatnya. Dan untuk melestarikan resep dari keluarga saya berikut resepnya:
 
Bahan:
Kacang tanah segenggam yang sudah digoreng
Bawang putih 2 siung digoreng utuh
Kemiri 2 butir, digoreng atau disangrai
Lombok merah besar, hanya untuk warna saja sesuai selera
Lombok rawit sesuai selera
Gula merah/gula jawa, sedikit saja, bisa skip
Garam ½ sdt
Gula 1 sdt
Asam jawa sedikit saja
 
Cara membuat:
Semua bahan diuleg/dihaluskan, enak manual (bukan blender) dan setelah halus disiram dengan air panas secukupnya (sekitar 50 ml), teksturnya kental  dan siap dimakan.
 
Rasa sambal kacang ini mirip bumbu pecel, bener-bener patut dicoba untuk variasi menu di rumah.



Kamis, 25 Februari 2016

Halo kota kembang


Karena memang ada keperluan untuk mengurus rumah orang tua di Bekasi dan sambil menengok adik ipar di Bandung yang melahirkan anak ke-2 kami pergi sambil travelling. Kami sudah merencanakan trip ini jauh sebelumnya bahkan sebelum mama mertua meninggal, kami berpikir kami kumpul di Bandung saja saat menjenguk kelahiran, mertua dari parakan, kami dari Surabaya, dan Adik dari Bali. Tapi memang rencana manusia berbeda dengan rencana Allah. Ternyata kami harus pergi sendiri-sendiri dan tidak jadi kumpul di Bandung.

Bila diingat-ingat, karena saya hobby travelling, saya dulu memang pernah bilang, kalo Felix sudah besar bisa tiap bulan bepergian, dan terwujud lho. Kami termasuk keluarga yang cukup sering jalan-jalan, Desember kami ke Parakan, bulan Januari ke Bandung, Februari…. Probolinggo.

Terakhir kami ke Bandung di akhir tahun 2011 untuk pernikahan adik, berarti sudah 4 tahun yang lalu, dan itupun belum sempat jalan-jalan. Dan kali ini memang sedikit diniati untuk jalan-jalan di Bandung, oleh karena itu memang kami siapkan 1 hari untuk jalan-jalan di Lembang. Buat saya ini pertama kalinya ke Lembang, wkwkwkw so saya sangat excited dan cukup menanti trip ini.

Day 1, Kamis, 28.01.2016
Flight kami jam 9.40 karena kami memang tidak ingin terlalu pagi karena menghindari tergesa-gesa karena harus mengurus Felix, namun pada kenyataannya kami sudah tiba di airport jam 8.00 dan pesawat delay 30 menit. Kali ini di pesawat Felix tidak bobo, tidak seperti perjalanan kami tahun lalu ke Bali, bahkan dia cukup menikmati naik pesawat bermain-main dengan meja dan sabuk pengaman, padahal saya sendiri sempat ngeri saat pesawat take off.

Sekitar jam 11.30 kami sudah landing di Bandara Sukarno Hatta, Jakarta, dan sudah dijemput driver yang sudah kami booking. Dan kami langsung meluncur ke Bekasi (seharusnya kami turun di Bandara halim karena lebih dekat ke Bekasi). Kan karena perjalanan jauh dan cukup membosankan Felix tertidur setelah makan banyak roti, tampaknya dia cukup kelaparan, dan Felix makan siang di salah satu mall di Bekasi.

Kami lanjut ke kantor Pajak, ternyata PBB sejak 2013 diurus oleh Dispenda. Setiba di Dispenda, ternyata pelayanan sudah Tutup, dan sekali lagi kami sudah dirancangkan oleh Tuhan untuk bertemu dengan orang yang sangat kooperatif dan sangat membantu kami. Dan kami lanjut ke area perumahan menemui Pak RT dan para tetangga, dan Puji Tuhan mereka masih ingat mami saya dan saya, dan Adi adik saya, padahal terakhir saya ke Bekasi adalah setahun sebelum Papi saya meninggal, sudah lebih dari 20 tahun yang lalu dan tanggapan mereka cukup baik. Kami pinjam dan fotokopi PBB mereka. Karena sudah sore, dan kami sudah capek kami lanjut mencari penginapan (tanpa planning) dan tiba pilihan di Amaris. Kamarnya kecil bahkan saya sempat jatuh dari ranjang karena didesak Felix.

Kami hanya mandi-mandi dan istirahat sebentar lalu lanjut ke area perumahan, tempat rumah orangtua saya. Kami makan malam dekat rumah, makan nasi uduk dan felix makan bubur, puji Tuhan makannya lahap, lapar kali ya. Dan si pedagang nasi uduk langsung menebak kalo kami dari Jawa Timur, medok katanya, wkwkwkwk, si pedagang juga orang Lamongan. Lalu kami mendatangi rumah dan ngobrol dengan pihak yang kontrak. Kami kembali ke hotel sekitar jam 9 malam, puji Tuhan Felix bisa cepat tidur, kasian dia capek sekali.

Day 2, Jumat, 29.01.2016
Kami meninggalkan hotel sekitar jam 9 pagi, dengan ada sedikit tragedy saat sarapan, Felix muntah, mungkin sedikit masuk angin. Kami lanjut trip kami ke Dispenda dan diinfo PBB memang belum terdaftar sehingga harus ke BPN, untuk cek apakah memang ada terdaftar rumahnya, namun kami harus ke kantor kelurahan minta surat keterangan, dan kami langsung meluncur ke kantor kelurahan sambil mengejar waktu sebelum waktu sholat Jumat, Puji Tuhan waktunya pas, kami makan di Grand Mall dan driver bisa sholat. Sebelum ke kantor Kelurahan kami sempatkan ke Notaris yang dulu bantu mami saya, kami sempat ngobrol-ngobrol sebentar sambil minta petunjuk dan Tuhan sudah bukakan jalan kami, notaris baik dan sangat membantu.

Setelah sholat Jumat kami langsung menuju Kantor BPN untuk cek sertifikat dan kami bertemu Notaris yang juga ada urusan, singkat cerita kami memutuskan menggunakan jasanya untuk proses pengecekan Serifikat dan biayanya hanya 300.000 saja, padahal di Notaris sebelumnya dia sampaikan biaya 5 juta, betapa baiknya Tuhan pada kami yang tidak tahu prosedur dan tidak ada kenalan. Lalu kami lanjut ke rumah dan ngobrol sebentar dan lanjut ke Tangerang karena kami menginap di saudara di daerah Ciledug yang jauh sekali dari Bekasi.

Kami sudah diinfo sebaiknya masuk Tol maks jam 3 atau kami akan menghadapi macet, tetapi kami baru masuk tol jam 4 lebih dan sesuai prediksi tol macet dan kami baru tiba di rumah saudara sekitar jam 7 malam, sungguh saya tidak sanggup hidup di Jakarta.

Setelah ngobrol-ngobrol, mandi dan tukar kado kami istirahat karena esok pagi harus lanjut jalan-jalan ke Lembang.

Day 3, Sabtu 30.01.2016
berangkat dari ciledug

Kami berangkat dari Ciledug sekitar jam 5.40 menuju Lembang, awalnya tol masih lengang dan setelah 1 jam perjalanan mulailah padat jalan tolnya. Singkat cerita kami ke 3 lokasi pertama ke Dusun Bambu karena paling dekat dari lokasi kami turun tol. Jujur tempatnya enak, nyaman dan sejuk. Saya memang ingin ke tempat ini karena ada ruang makan yang bentuknya seperti sangkar burung dan banyak diulas di medsos. Kami makan siang dan foto-foto di sini.

Tiket masuknya hanya 15 ribu saja, dan menurut saya ini adalah yang terbaik dari 3 tempat yang saya datangi. Pemandangan nya bagus, ada aliran sungai buatan, sehingga anak kecil bisa seolah-olah sedang keceh (main air) di parit, ada kincir angin dari bamboo, ada kolam buatan untuk naik sampan, dan Felix berani lho, saya aja ngeri.

Lanjut ke Farmhouse, salah satu lokasi yang memang ingin dikunjungi, Farmhouse yang memang masih baru. Karena lokasi yang agak jauh anak-anak tertidur di mobil dan kami turun menunggu anak-anak bangun. Tiket masuknya 20 ribu dan bisa ditukar dengan segelas susu atau sosis bakar. Menurut saya tempatnya lebih menyediakan lokasi untuk foto, tiap sisi menggambarkan kondisi yang berbeda. Dan karena baru, bisa dibayangkan betapa ramainya, dasar saya juga tidak suka suasana yang terlalu ramai jadi saya ingin sekali meninggalkan tempat ini.

Tempatnya menarik untuk orang-orang yang suka foto, banyak bunga termasuk bunga anggrek dan saya suka sekali memandangnya, sayang sekali terlalu ramai sehingga saya kurang minat untuk foto-foto. Sebenarnya tempatnya lumayan lengkap ada taman bunga, beberapa hewan: ada kandang kambing, istana kelinci dan kandang ayam. Anak-anak dan para ABG alay suka banget foto dengan kambing and of course dengan baju yang disewa dengan gaya eropa, mungkin mereka tidak pernah melihat kambing sebelumnya, sedangkan saya sudah ilfill melihatnya. Felix dan Vita suka sekali memberi makan kelinci di istana nya.

Yang menjadi icon Farmhouse adalah rumah hobit dank arena malas antri kami foto dari sisi yang lain. Daripada harus ke Australia untuk foto di rumah hobit di Lembang aja.

Kami tidak lama di Farmhouse dan langsung menuju Kampung Gajah. Sayang tempatnya kurang  terawat sehingga terlihat kumuh padahal belum terlalu lama. Lokasinya luas dan tiket masuknya pun murah. Karena sudah menjanjikan naik kuda langsung saja ke arena naik kuda hanya 20 ribu dan ini pertama kalinya Felix naik kuda (sebelumnya hanya naik delman dan tidak pernah mau naik kuda, mungkin karena ada teman nya jadi dia lebih berani), ini juga pertama kalinya saya maupun hubby tidak mengikuti ke mana arah perjalanan, biasanya salah satu dari kami selalu menguntit dari belakang, memastikan bahwa semua baik-baik saja, apakah saya yang paranoid.

Lalu kami jalan dan menemukan lembah teletubbies ada banyak lubang untuk keluar masuk. Mainnya gratis dan cukup bisa menikmati anak-anak nya. Lanjut lagi berjalan dan kami menemukan mobil Batman dan Ironman, kalau naik bayar 25 ribu per anak tapi kalo Cuma foto-foto sih boleh aja. Akhirnya Cuma foto-foto dan karena juga ada anak yang mau main sempat berebut di kemudi.


Sambil jalan ketemu dengan karakter minion dan sudah mau foto, biasanya kalo ketemu yang beginian takut. Sambil istirahat dan minum sambil duduk santai menikmati suasana sore yang sejuk. Sebenarnya tempat ini paling enak, karena sepi dan kami bisa menikmati. Lalu kami ke penginapan di Villa Puri Teras. Tempatnya bersih dan pelayanan cukup baik. Kami tidak makan malam hanya menghabiskan bekal yang dibawa dari Jakarta dan makan tahu yang kami beli dan karena capek cepat tidurnya. Dan penginapan tanpa AC karena hawa cukup sejuk. Menurut saya penginapannya OK, pelayanan juga bagus.


Day 4, Minggu 31.01.2016

Bangun tidur sambil packing dan lanjut sarapan, kami meninggalkan hotel dan menuju Bandung, puji Tuhan lancar. Dan yang berbeda adalah, hari minggu di Bandung banyak banget pusat orang kumpul dan jalan pagi di hari minggu sambil olahraga dan kuliner, hanya beberapa tempat yang sedikit ramai karena harus melewati taman atau alun-alun di mana banyak orang berkumpul. Tiba di rumah adik langsung kami turun dan tanpa disangka bertepatan dengan ulang tahun adik ipar saya. Dan saudara dari Jakarta kembali ke Jakarta, sedangkan kami masih di rumah. Mendadak kami memutuskan untuk stay di hotel dekat sana, kami stay di BnB hotel, dan ini adalah hotel paling nyaman selama perjalanan kami. Felix ngga pakai lama langsung tidur dan baru bangun sore jam 6 an itupun kami bangunkan. Tampaknya dia capek sekali. Dan karena hotel menyatu dengan mall kami tidak kesusahan untuk cari makan, tinggal turun dan sampai di mall.

Keesokan harinya kami check out hotel sambil sewa mobil, main di rumah adik dan meninggalkan rumah sekitar jam 3 sore untuk ke Bandara. Flight kami jam 7 malam dan molor 30 menit dan cuaca hujan. Teringat tahun sebelumnya dari Bali malam hari dan cukup seram, tapi kali ini flight pulang kami cukup lancar. Dan kami tiba di Surabaya dengan selamat.

Cita-cita ingin kuliner di Bandung, namun apa daya kami tidak bisa karena waktu yang tidak memungkinkan. Next time kita akan ke Bandung lagi, entah kapan.


Minggu, 14 Februari 2016

Short escape to Trawas

9-10 Januari 2016 yang lalu kami bertiga berlibur ke Trawas. Hmmm sebenarnya bukan dengan sengaja berlibur tetapi hubby sedang ada training bersama tim marketing propertinya. Saya dan junior ikut aja daripada nganggur di rumah sambil menikmati suasana pegunungan dan hutan.

Sabtu pagi jam 9 kami berangkat dari Surabaya, dan hanya kami bertiga, awalnya seharusnya ada 2 orang yang ikut di mobil kami tapi entah mengapa mereka tidak jadi ikut dan sempat sedikit kesasar.
pemandangan langka di surabaya

Sampai di UTC (Ubaya Training Centre) sekitar jam 11 siang. Kesan saya terhadap tempat ini adalah sangat terawat, di mana-mana ada orang menyapu, mencabut rumput dll. Tempatnya bersih dan nyaman.

Jam 12 kami makan siang dan saya berencana menidurkan junior, tapi apa daya dia lebih ingin melihat acara papinya, jadi kami ikut deh ke manapun papinya pergi, jadi pemandu sorakk, termasuk main air. Suka banget kalo main air sampai basah-basah. Lanjut mandi sore hari lalu ada sesi. Karena si jagoan kecil sudah menahan kantuk sesiangan saya ajak di luar sambil saya bernyanyi lagu rohani yang lembut ngga nyampe 5 menit uda bobok, langsung saya bopong ke kamar. Karena baru tidur jam 6 kami kelewatan makan malam jadi junior tidak akan malam, dan malam hari sempat bangun sekitar jam 8 malam cari papi nya.

suasana senja sambil nidurin junior
Saat bangun sedang sesi mengenai peneguhan bahwa kita semua adalah pemenang. Walaupun saya tidak ikut training tetapi sesi ini juga membuat saya terharu, termasuk para ibu-ibu yang hadir. Karena pada saat itu diputarkan video proses terbentuknya embrio hingga menjadi janin dan lahir. Memang setiap manusia ditakdirkan menjadi pemenang, dan tidak ada siapapun yang berhak untuk meredam atau menghambat mimpi kita menjadi kenyataan. Impian atau keinginan kita tidak hanya melulu diukur dari sisi ekonomi atau harta tetapi juga keinginan dalam hal rohani, misal ingin umroh atau ke tanah suci, mendekatkan diri pada Tuhan dll. Dan satu hal yang sangat menyentuh saya statement: “ semua upaya kita dalam proses mewujudkan mimpi kita akan terbayar lunas saat anak atau istri/suami kita tersenyum bahagia”. Ya apalagi yang menjadi penyemangat kita selain keluarga kita sendiri. Bertahan bekerja walau sebenarnya ingin di rumah dan jadi ibu rumah tangga merawat anak tetapi harus bekerja dan juga mengisi waktu luang dengan berdagang, terjaga di tengah malam untuk beres-beres rumah dan melakukan hal lain saat yang lain tidur, namun saat sedikit saja dana terkumpul dan bisa membelikan anak mainan atau sekedar jalan-jalan yang tidak terlalu jauh dan tidak terlalu mahal sudah bisa menutup semua kelelahan dan kejenuhan.
wefie di jembatan gantung

Keesokan harinya hanya ada 2 sesi dan setelah makan pagi kami habiskan jalan-jalan dengan sesama anak yang juga ikut mamanya dan main di jembatan gantung. Felix sangat menikmati berlarian di jbatan gantung, padahal saya merasa geli saat goyang-goyang.

Saya bersyukur saya bisa ikut pergi, mendengarkan sesi-sesinya dan yang pasti melihat Felix berlarian dan menyatu dengan alam, merasakan dan menikmati karya Tuhan, agar kelak dia bisa mensyukuri karya Tuhan dan turut melestarikannya.

Sabtu, 09 Januari 2016

Home for Christmas


Seperti lagu home for Christmas di bawah ini, kami pulang dan merayakan natal bersama keluarga dan sangat berkesan.

"I'll Be Home For Christmas"
I'm dreaming tonight of a place I love
Even more than I usually do
And although I know it's a long road back
I promise you

I'll be home for Christmas
You can count on me
Please have snow and mistletoe
And presents by the tree

Christmas eve will find me
Where the love light gleams
I'll be home for Christmas
If only in my dreams

I'll be home for Christmas
You can count on me
Please have some snow and mistletoe
And presents by the tree

Christmas eve will find me
Where the love light gleams
I'll be home for Christmas
If only in my dreams
If only in my dreams


Natal 2015 ini kami lewatkan di Parakan, rumah hubby. Sebenarnya kami memang ada wacana pulang untuk natal, karena mama mertua dari bulan Juli sudah minta kita  untuk pulang, tapi karena berbagai kesibukan ternyata Tuhan sudah memanggilnya terlebih dahulu. Dan Natal ini kami pulang untuk berdoa memperingati 100 hari meninggalnya mama mertua.

Ini natal kami ke 2 di Parakan dan natal pertama Felix di Parakan. Karena ada tgl merah 24.12.2015 untuk Maulud nabi hanya perlu 1 hari cuti yang kami ajukan, dan kami berangkat tg 22.12.2015 untuk menghindari macet. Puji Tuhan kami sampai di rumah dengan selamat walau driver mengemudi dengan sedikit ngawur dengan membawa aneka buah termasuk durian dan beberapa kue: nastar, brownies, dll.
dekor misa natal yang sederhana

Sampai di Parakan kami langsung menuju makam, dan sudah dinanti oleh papa mertua yang sudah menyiapkan bunga dan sapu untuk membersihkan makam. Setelah dari makam kami balik rumah untuk makan, membersihkan diri dan tidur. Setelah tidur di mobil semalaman, bisa tidur siang di tempat tidur itu terasa enakkkkk sekali.
naik delman di Parakan

Bangun tidur hanya duduk-duduk di toko sambil melihat kendaraan yang lalu lalang. Walaupun hanya di rumah Felix senang sekali bermain mobil-mobilan di toko, mobil-mobilannya gratis ambil di toko. Tampaknya dia senang karena banyak yang ajak main, ada Thio Dani, Kong dan Kong Seng.

Keesokan harinya tg 24.12.2015 hanya pergi ke rumah kerabat dan menghabiskan beberapa jam di sana untuk ngobrol sambil belanja beberapa baju dan sorenya ke gereja untuk misa natal. Karena kami mengikuti misa natal di desa, suasananya sangat berbeda, khusyuk sekali. Orang-orang datang dengan naik bis kota, walaupun baju mereka sederhana tetapi niat hati dan semangat natal itu  terasa sekali. Bahkan Romo dengan tegas mengingatkan kembali mengenai makna natal. Natal bukan tentang Sinterklas, kado, aneka lagu, itu bisnis natal bukan natal. Tetapi natal adalah peristiwa di mana Yesus lahir dalam kesederhanaan dan menjadi juru selamat umat manusia. Bahkan gua natal dibuat dari botol bekas, karena mengajak semua orang untuk peduli dengan kondisi bumi ini, semua umat diajak untuk merenungkan kembali bagaimana kita bisa membantu melestarikan bumi dari hal-hal yang sederhana.

Pulang gereja langsung makan di dekat gereja Ayam Goreng dan  Bebek goreng, untuk 7 porsi hanya bayar 130 ribu saja (termasuk 3 bebek), murah kan. Maklum di Parakan terbatas ada rumah makan yang buka sampai malam, sehari-hari toko sudah tutup dari jam 6 sore dan jalan utama sudah gelap.
foto merak, hasil karya Felix

Agar terasa suasana liburannya tg 25.12.2015 kami jalan-jalan, ini sebenarnya ide saya, untung papinya mau. Kami pergi ke Cimory di Ungaran, Semarang. Saya sudah ingin ke Cimory sejak lebaran tahun lalu dan baru keturutan sekarang. Tiket masuk hanya 10.000/orang dan dapat ditukar dengan produk Cimory. Didalamnya ada berbagai hal yang bisa diajarkan kepada anak:
  • Ada rusa, kelinci, sapi perah yang super jumbo dengan kulit yang doreng-doreng hitam-putih, aneka burung
  • Ada sepetak sawah, untuk menunjukkan tanaman padi
  • Ada kebun beberapa sayur: Lombok, sawi
  • Ada kolam kura-kura

Di Cimory bisa cukup menghibur untuk proses edukasi anak-anak.

Dari Cimory lanjut ke Kampung Rawa, sebenarnya ke Kampung Rawa juga keinginan mama mertua saya dan baru kesampaian. Felix langsung saja minta main, kami main mobil yang dikayuh. Ada banyak sekali mainan: ATV, sepeda air, becak, kuda, andong/delman, perahu mengelilingi danau/Rawa Pening, mancing, Mobil yang dikayuh, Trampolin, Flying Fox. Pada saat naik mobil yang dikayuh, 1 mobil diisi kami semua yang tidak kayuh hanya Felix dan Ako Lia, fiuh senang sekali walau capek.

Lanjut mancing sambil tunggu makanan tiba, makanannya enak dan cukup terjangkau, walau pelayanan kurang memuaskan. Felix masih ingin main walau ngantuk. Mancing tapi tidak dapat ikan.

Keesokan harinya tg 26.12.2015 kami kembali ke Surabaya dan walaupun sempat menemui macet tapi kami tiba dengan selamat di Surabaya.

Setelah masuk kerja beberapa hari tiba saatnya libur tahun baru. Kami hanya di rumah untuk tahun baru. Tepat 31.12.2015 kami Cuma main kembang api di halaman belakang dan makan steak sosis jumbo dan spaghetti.

Kami baru pergi tg 02.01.2016 ke Taman Safari II, Prigen bersama Noel. Dan yahhh kami menemui macet di Told an perjalanan menuju Taman Safari. Cukup senang dengan acara memberi makan dan melihat aneka satwa. Saat makan siang di restonya begitu penuhhhhh. Memang bila ingin berlibur sebaiknya bukan saat libur nasional, karena tidak bisa menikmati. Felix ngga mau pulang masih mau mainnnn, tapi kami tetap pulang karena menghindari macet.

Semoga liburan kali ini cukup berkesan untuknya

Kamis, 10 Desember 2015

33 month toddler

Lama sekali tidak posting mengenai tumbuh kembang si junior. Tidak terasa sudah 33 bulan usianya. Bila melihatnya sedang tidur sudah terlihat besar, waktu begitu cepat berlalu bahkan usianya sudah hampir 3 tahun. Berikut beberapa progress di tumbuh kembangnya yang saya ingat:
* bisa membela
semisal saya sedang bercanda dan ada pukul atau cubit papinya, entah karena papinya yang salah maka langsung bela papinya karena melihat papinya disakiti, begitu juga sebaliknya. Tampaknya ini saat yang sukup krusial untuk mengenalkan kebenaran, bahwa ada alasan di balik setiap perbuatan. Misal mengapa dipukul, karena berbohong, nakal, dll.
* bisa memilih, misal saat makan sudah bisa menentukan mau makan apa misal pilihan nya mie dan bubur, maka dia akan cenderung memilih mie. Sama halnya dengan kegiatan bermain, dia sudah bisa memilih mau mainan atau belajar apa, memang paling suka sih mobil-mobilan.
bisa merayu, misalkan ingin mendapatkan sesuatu sudah bisa dengan merayu tidak hanya dengan merengek.
* mengerti persahabatan, dari bayi ada teman di daycare namanya Noel, dan karena mereka sangat dekat kami memag bulan lalu jalan bersama ke KBS. Dan mereka memang sudah paham persahabatan, makanan berbagi, mau berpelukan, juga dalam cerita-cerita kegiatan sehari-hari di daycare, semoga bisa bersahabat sampai besok dewasa ya nak…

* mau berbagi, memang sisi egois masih cukup tinggi akan tetapi bila diingatkan untuk berbagi sudah bisa berbagi. Bahkan setiap hari ke daycare selalu membawa sekotak mobil-mobilan: “mau share sama teman-teman” katanya
* bisa pamer, bila punya barang atau makanan sudah bisa pamer/membanggakan, “punya mainan baru, bagus sekali teman-teman tidak punya” ngga tau juga ini dari siapa nurunnya.
* ingatan/memori mulai bagus walau masih terbolak balik. Sudah bisa bercerita misal dari KBS kemarin, maksudnya beberapa waktu lalu. Ingatan untuk tempat juga sudah bagus, ingat arah jalan pulang, ke daycare dll. Bagus lha biar ngga nyasar.
* bisa berkelit, nih pasti nurun papinya, misal ketahuan salah, pinter banget berkelit. Misal ketahuan salah pasti langsung malu dan pura-pura tidak mendengar atau mengalihkan pembicaraan ke topic lain. Tampaknya ada bakat juga jadi Pengacara kelak.
* bisa bahasa sehari-hari: moh (tidak mau), iyo (iya), mosok (masa). Awalnya saya juga aneh mendengarnya karena kami biasa berbahasa Indonesia dan bahkan mulai berbahasa Inggris, tetapi setelah saya pikir-pikir lagi  bisa bahasa sehari-hari juga bagus untuk hidup nya di masyarakat kelak.
* sudah bisa menuntut mau jalan-jalan saat weekend dan suka sekali ke mall untuk bermain. Dan jujur ini juga agak kami kurangi selain untuk berhemat. Kalau sudah ingin main langsung saja makan jadi lahap.

Semoga tulisan ini bisa  menjadi kenang-kenangan untuk masa depan. Semoga engkau tumbuh menjadi  pribadi yang baik ya nak…