Jumat, 05 September 2014

Hectic August

Akhir agustus yang lalu adalah masa yang cukup berat untuk kami sekeluarga. Eko kedatangan tamu dari Jakarta sehingga harus pergi pagi dan pulang malam, otomatis saya jadi lebih sering mengantar dan menjemput Felix dan malam hari bersama Felix sampai dia tidur. Selain ada tamu dari Jakarta, Eko juga sedang sibuk dengan pekerjaan tambahan sebagai agent properti yang sedang gencar dipromosikan via berbagai media massa, otomatis kegiatan bertambah. 

Satu sisi saya sangat bahagia bisa menghabiskan lebih banyak waktu menemani Felix, terutama bagian menidurkan. Memandang Felix tidur pulas di samping saya, memandang wajahnya yang bulat dan polos memberi ketenangan dan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Seringkali terngiang di kepala saya, bahwa ini bayi yang dulu saya timang dan beri ASI, sekarang sudah mulai besar dengan berbagai tingkah lakunya yang lucu dari rengekan manjanya, rayuannya, tawanya, jadi terngiang berapa lama lagi saya masih bisa menemaninya tidur seperti ini. Toh Felix pasti akan beranjak besar dan dewasa dan akan mulai mandiri tentunya dia akan belajar untuk lebih mandiri dan tidur sendiri. Rasanya ingin sekali menikmati waktu-waktu bersamanya seperti para ibu rumah tangga yang lain, sedangkan saya bekerja setiap hari, waktu perjumpaan saya dengan Felix hanya maksimal 1,5 jam di pagi hari, itupun saya sibuk dengan acara memasak, sedangkan Felix lebih banyak persiapan dengan papinya dan malam hari maksimal 3 jam dan lagi-lagi Felix lebih banyak waktu bersama papinya sedangkan saya beres-beres rumah.

Hati kecil saya sebenarnya menangis karena sedikit sekali waktu yang saya berikan untuk Felix,sehingga  saya seringkali menunda beres-beres demi untuk bermain bersama Felix dan saya kembali bekerja hingga tengah malam setelah Felix terlelap. Otomatis badan jadi capekkkkk setiap harinya.

Kembali ke akhir agustus, karena banyak waktu kami yang terpakai untuk berbagai kegiatan kami, kami sepakat bahwa jumat malam, tgl 29 agustus kami akan makan sushi dengan voucher makan yang sudah kami beli lalu kami mau ke food festival karena banyak sekali permainan untuk anak di sana, kami ingin ajak Felix main bersama mengganti beberapa hari yang kami sibuk sekali. Saya sengaja pulang ontime dari kantor, menyiapkan semua perlengkapan Felix termasuk memberi makan momo, lalu langsung jemput Felix lebih awal. Ternyata hari itu Felix hanya tidur satu kali sehingga dia ngantuk dan agak rewel selama kami makan dan di Food Fest.

Sesampai di Food Fest waktu liat Trampolin si Felix tertarik lalu langsung saja saya belikan tiketnya. Tapi karena ini adalah pengalaman pertamanya Felix agak takut-takut. Lucu sekali melihat ekspresinya yang menikmati loncatan sambil takut jatuh, untungnya pada saat bermain trampolin, ada anak berusia 4 tahunan yang bermain di sebelah sehingga Felix melihat betapa asiknya loncat-loncat sambil sedikit-sedikit ditiru dengan rasa takut. Felix sebenarnya ajak saya ikut loncat, tapi saya ngga PD, kalo trampolinnya jebol bagaimana, malah mencelakakan Felix juga. Jadi saya hanya duduk di tepian saja dan menjaga Felix.

Setelah main trampolin kami naik becak medan, becak berukuran kecil di mana Felix jadi penumpang dan papinya mengayuh sepeda. Saya mencoba kok ngga bisa mengoperasikannya susah mengatur arahnya. Lalu Felix naik komedi putar dan kami pulang.
Anak 1,5 tahun sudah sadar kamera saat saya bawa HP untuk memotretnya, dan sudah suka HP dibalik untuk foto selfie, siapa yang ngajar kalo bukan miss di daycare :)


Sabtunya karena saya masuk kerja Felix terpaksa masuk di penitipan. Dan lagi-lagi papinya sedang urus kegiatan properti, saya menjahit baju untuk persiapan pernikahan adik saya dan belanja di supermarket sampai-sampai terlambat menjemput Felix.

Perjalanan pulang dari daycare kami ke Jemursari untuk antar paket ke Jawa Tengah lalu waktu perjalanan pulang ke rumah kami buka permen lolipop yang sudah ada sejak saya masih kecil, walau rasanya jauh berbeda (menurut saya enak pada jaman dulu). Dan ini adalah pertama kali Felix makan permen. Awalnya dia bingung bagaimana cara makannya, tapi karena diberi contoh papinya dia akhirnya bisa makan permennya walaupun ludahnya menetes terus. Lucunya lagi Felix berulang kali bilang “enak enak” sambil permennya diangkat dan tertawa terpingkal. Betapa saya menikmati waktu itu. Karena saya tidak mau Felix makan permen terlalu banyak saya minta dulang, “mami tidak punya permen, minta dong”, Felix awalnya sodorkan permen ke saya tapi ditarik lagi sambil ketawa, rada ngece saya. Anak berusia 1,5 tatun sudah ada usilnya ya.
Gaya Felix waktu makan permen lolipop

Sampai di rumah mandi dan makan, sampai tiba-tiba malam hari Felix muntah-muntah, apa yang dimakan semua keluar dan itu berlanjut sampai hari minggu, bahkan di hari minggu sudah tidak nafsu makan. Sore harinya kondisinya semakin parah, badannya lemas tidak bertenaga, kasian sekali dan muntahnya sudah bercampur dengan asam lambung sehingga berwarna kuning kehijauan. Awalnya saya mau bawa ke RS untuk rawat inap tapi akhirnya kami coba ke DSA yag cukup tenar di tempat kami. Dan setelah diberi obat langsung segar si Felix dan mau makan. Senangnya hati saya, rasanya membayangkan Felix di RS dan diinfus sudah mau menangis hati ini, dokter memberi tahu bila masih muntah langsung rawat inap karena harus infus. Felix ada luka di ususnya yang diperkirakan karena sanitasi yang kurang baik dan Felix sementara waktu tidak boleh minum susu.

Memang beberapa kali bila pencernaan Felix bermasalah tidak boleh mengkonsumsi susu sapi, karena susu sapi kurang cocok untuk pencernaan yang sedang bermasalah karena justru malah akan menyebabkan iritasi di saluran cerna anak. Jadi bila mengalami masalah yang sama sementara stop dulu konsumsi susunya, dan bisa diganti cairan lain, seperti air gula,  teh, dll.

Dari kejadian seminggu yang super sibuk di akhir agustus banyak sekali yang saya pelajari:
  • ·         Waktu bersama anak sangat berharga dan tak tergantikan, seringkali saya sendiri sibuk sendiri dan tidak banyak meluangkan waktu untuk bermain bersama, padahal saat bermain bersama saya seharusnya bisa lebih mengenal pribadi Felix, mendidik, dan mengasah perkembangannya.  Walaupun selalu menjadi dilema saat harus pergi bekerja ke kantor atau sibuk di rumah, sehingga seringkali Felix saya ajak memasak atau cuci baju sambil saya beritahu bahwa kelak Felix juga akan bantu mami papinya. Bahkan uang banyakpun tidak dapat menggantikan waktu bersama keluarga. Karena semua ada masanya. Tidak selamanya anak kita tetap jadi anak dan bila saat masih anak-anak kita tidak dekat apalagi saat anak mulai beranjak dewasa di mana lebih banyak waktunya bersama lingkungan sosialnya.
  • ·         Kesehatan anak jadi nomor satu, melihat Felix lemas saja sudah membuat saya deg-degan dan galau luar biasa. Secapek-capeknya saya meladeni Felix bermain dan bercanda lebih baik dari pada melihatnya lemas tak berdaya.
  • ·      Kita harus banyak bersyukur dengan keadaan kita bagaimanapun itu, karena Tuhan sudah menentukan jalan hidup kita. Tugas kita hanya berusaha dan Tuhan yang akan tentukan berapa banyak berkat kita dan semua sesuai dengan waktu yang sudah Tuhan berikan. Saya menyadari bahwa pada saat kami membutuhkan dan berdoa Tuhan menyediakan, tapi bukan berarti Tuhan menjadi mesin ATM.

Minggu, 17 Agustus 2014

Kepiting Saus Padang dan Kare Kepiting

Pas libur lebaran yang lalu beli kepiting telur di Superindo karena harganya tidak mahal. Saya hanya beli 4 ekor karena yang makan hanya Eko.

Lalu kepiting kami kukus untuk mematikan lalu kami masukkan lemari es sebelum dimasak, karena kebetulan masih ada masakan.

Saya pribadi malas makan kepiting karena ribet, enak sih memang tapi makannya lama. Saya tidak terlalu suka kepiting sejak ada Felix karena butuh praktis.

Dari aneka rasa olahan kepiting saya suka kare kepiting dan saus padang. Resep saus padang cari di internet dan saya sesuaikan dengan lidah saya, berikut resepnya. Rasanya tidak mengecewakan, sama kaya di resto-resto dan patut dicoba ulang. Bahkan eko suka dan memuji masakan saya.

KEPITING SAOS PADANG

Bahan-bahan:

  • 2 ekor kepiting
  • 4 sdm saus tiram
  • 4 sdm saus tomat
  • 1 sdm saus sambal
  • 150 ml air 
  • 1 sendok teh merica bubuk
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh penyedap rasa
  • 1/2 bawang bombay
  • 1sendok teh gula pasir
  • 1 ruas jahe digeprek
  • merica sedikit
  • 1 buah telur yg sudah di kosong lepas
Bumbu yg di haluskan:
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 buah kemiri
Cara membuat :
  • kukus kepiting sampai berubah warna orange lalu belah sesuai sisi dan bersihkan
  • Tumis bumbu  halus hingga harum,lalu masukan bawang bombay
  • Masukan kepiting dan semua sisa bumbu termasuk kocokan telur,masak hingga bumbu menyerap dan kental
Siap untuk di hidangkan


Kare Kepiting 


Kehilangan resep makanan yang biasa kita santap sejak kecil itu ngga enak banget. Bagi kebanyakan orang masakan mama adalah paling enak, bagaimana tidak, sedari kecil kita terbiasa makan masakan mama kita. Sayangnya mami saya meninggal sebelum saya sempat belajar semua resep masakan mami yang menurut saya super duper enak.

Di rumah saya kepiting atau rajungan biasa dimasak dengan santan, semacam kare dan untuk menghemat mami biasa menambah kentang goreng atau tahu goreng di dalamnya. Dan juga arang, dengan tujuan untuk menyerap racun, maklum saya lumayan sering keracunan aneka seafood dari ikan pindang sampai kepiting dan cumi. 

Bahan dan bumbu Kare Kepiting adalah sebagai berikut :
2 ekor kepiting, dikukus
2 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
700 ml santan dari 1/2 butir kelapa
1 3/4 sendok teh garam
1 sendok teh gula pasir enak juga ditambah gula jawa
3 sendok makan minyak untuk menumis
1 cm jahe digeprek
2 cm lengkuas digeprek
5 lembar daun jeruk purut

Bumbu Halus:
7 butir bawang merah
2 siung bawang putih
3 butir kemiri, disangrai
2 cm kunyit
1 sendok teh ketumbar

Cara Masak :

  1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun jeruk purut, jahe, lengkuas dan serai sampai harum.
  2. Masukkan santan, garam, dan gula pasir. Masak sampai mendidih.
  3. Tambahkan kepiting. Masak sampai matang dan kental. 
Bunbu kare ini kadang saya masak dengan ikan baracuda atau kakap putih yang sudah saya goreng setengah matang agar tidak hancur saat dimasak. 

Sabtu, 09 Agustus 2014

Libur tlah tiba... yeyyyy

Akhirnya libur lebaran tiba setelah 2 minggu terakhir pekerjaan di kantor menumpuk dan benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Karena tahun ini libur lebaran serentak dan baru kali ini saya tidak kebagian masuk kantor pada libur lebaran.   

Tahun ini kami tidak pulang kampung ke Parakan karena pertengahan mei lalu kami sudah pulang kampung (http://ermamons.blogspot.com/2014/06/parakan-here-i-come-again.html) dan kami ada rencana mau ke Jawa Tengah di bulan September. Enakjuga menikmati Surabaya saat libur lebaran, jalanan lengang dan perumahan sepi. Kegiatan kami selama libur seperti ini :

  • Day 1, sabtu, 26 Juli 2014
    • Karena daycare masih buka, Felix masuk dan kami antar dengan sepeda motor lengkap dengan helm yang baru dibeli. Setelah antar Felix kami ke pasar untuk belanja persiapan makanan untuk seminggu. Setelah masak  dan mencuci baju (dengan harapan selama libur kami mengurangi pekerjaan sehari-hari) kami jemput Felix dan ke salah satu toko perlengkapan bayi dan Felix dibelikan mainan duplikat setir mobil yang bisa digunakan di carseat maupun stroller, dan karena Felix sangat suka mobil, mainannya ngga boleh dilepas.
  • Day 2, minggu 27 Juli 2014
  • si kecil main kereta ma papinya

    • Hari minggu berjalan seperti biasa dan sorenya kami main kembang api, Felix heran melihat kembang api, dan baru tertawa terbahak-bahak saat saya memainkan kembang api dengan gaya yang lucu, lalu Felix saya bukakan mainan barunya yang belum pernah dipakai, kereta api, tampaknya kurang suka bahkan kadang bingung melihat kereta jalan di relnya sambil bersuara "tut-tut-tut".
    • Felix sampai malam susah tidur karena masih ingin main akhirnya keliling naik mobil untuk menidurkannya.
  • Day 3, senin, 28 juli 2014
    • kami semua bangun siang jam 7 wkwkwkw akhirnya menikmati libur juga lalu setelah makan kami semua jalan kaki keliling kompleks memang panas tapi enak juga menikmati suasana perumahan yang sepiiiiiii.
    • Sorenya kami rencana ke Suroboyo carnival night market dengan pertimbangan karena hari itu hari lebaran pertama harusnya banyak yang masih berkumpul bersama keluarga jadi seharusnya tidak terlalu ramai. ternyata kami salah perkiraan, tempatnya sangat ramai jadi kami jalan-jalan keliling kota saja naik mobil dan malam kami jalan-jalan lagi untuk menidurkan Felix.
  • Day 4, selasa, 29 Juli 2014          
    • Pagi kami ke rumah teman yang merayakan Idul Fitri dan Felix main-main remote TV, lihat ikan, dll. Perjalanan pulang Felix tertidur bahkan sebelum makan siang. Bangun tidur Felix makan lalu kami ke rumah bapak kos Eko yang merayakan Idul Fitri dan Felix main motor yang menggunakan aki, dia tampak sangat menikmati. Lalu kami keluar makan baru pulang. Kali ini menidurkan Felix bukan dengan naik mobil tapi pakai selendang.
  • Day 5, Rabu, 30 Juli 2014
    • Akhirnya setelah 1,5 tahun lebih tidak ke Pasar Atum (terakhir ke Pasar Atum saat kandungan saya berusia 7 bulan) saya ke Pasar Atum. Selama ini kalau belanja kami ke ITC dengan pertimbangan di dalam Pasar Atum kurang cocok untuk bayi, walaupun saya kangen dengan kuliner di Pasar Atum dan keturutan, senangnya....Tiba di pasar atum sekitar jam 1 langsung makan siang dan Felix pakai acara muntah, tapi lega karena lendir keluar semua karena agak pilek beberapa hari ini. Setelah makan langsung kami ke toko kain ternyata toko kain massih pada tutup, jadi ke pasar atum sia-sia. Dan kami memutuskan pulang karena Felix mulai ngantuk dan banyak tingkah, ngga lega ke Pasar Atumnya, semoga bisa ada kesempatan lagi ke Pasar Atum.
  • Day 6, Kamis, 31 Juli 2014
    • Kami ke Probolinggo, my hometown. Rencana awal kami ingin berangkat pagi karena ada banyak acara yang sudah kami rencanakan, tapi karena kesiangan bangun kami baru berangkat sjam 8.30 pagi mana Felix sempat rewel karena ngantuk dan ingin tidur di tempat tidur (padahal biasanya mudah sekali bobo di mobil). Kami tiba di Probolinggo sekitar pukul 11 siang dan menjenguk sahabat lama saya di resto tempatnya bekerja, "Rest O Tent" di kawasan pelabuhan Probolinggo. Konsepnya bagus sekali karena kami harus berjalan melalui jembatan kayu sebelum sampai di resto. Dan sepanjang jalan kami melewati hutan bakau buatan yang ada disediakan beberapa tempat transit untuk dudk maupun foto. Sepanjang jalan juga dihiasi dengan lampu-lampu hiasan. Resto recommended terutama bila sore hari, pemandangannya bagus sekali.
    • si kecil sudah bisa pose foto, pemandangan di perjalanan menuju resto
    • Saya hanya bertemu dengan 2 sahabat, Yenny yang menemani saya melahirkan bahkan ikut menemani Eko membuang ari-ari Felix di pantai Kenjeran dan Joko. Setelah setahun lebih tidak berjumpa, rasanya senang sekali bisa ngobrol-ngobrol walau sebentar saja. 
    • Jadi teringat kenangan masa SMU dulu bagaimana kekompakan kami dalam berbagai acara perlombaan antar kelas mauoun antar sekolah, dari yang sepele seperti omba menghias pohon natal sampai persiapan pentas seni sekolah. Belajar bersama sebelum ujian, jalan-jalan, sampai akhirnya semua lulus sekolah dan menjalani kuliah sampai bekerja. Dan sekarang masing-masing punya kesibukan sendiri-sendiri, termasuk saya sendiri. Sangat bersyukur sekali punya sahabat-sahabat sedari SMU sampai sekarang yang selalu ditempat kan Tuhan di saat yang tepat. Seandainya mungkin, ingin sekali saya mengulang masa-masa SMU dan kembali menikmati hari demi hari bersama keluarga saya (mami, mama dan adik saya) dan sahabat-sahabat saya yang lain.
    • Lalu kami ke rumah Joko untuk istirahat. Pada saat Felix bobo, saya dan Eko ke makam (ini tujuan utama kami), lalu kami belanja di pasar ikan pelabuhan, harganya selisih sekitar 30% lebih murah dibanding dengan di pasar dekat rumah, tapi di sini tidak bisa membersihkan ikan. Kami beli udang, simping, kerang dan ikan tongkol.
  • Day 7, Jumat, 1 agustus 2014
    • Tidak ada acara khusus kami hanya jalan-jalan sore, Felix dengan sepeda roda 3nya dan Eko naik sepeda sambil ajak momo, anjing kami jalan-jalan.
  • Day 8, Sabtu, 2 Agustus 2014
    • Tidak ada agenda khusus juga di hari ini, hanya saja sore hari kami makan di Pizza Hut karena Felix beberapa hari susah makan nasi, mana berat badannya sudah turun. Dan seperti biasa Felix makan nasi dengan topping daging giling yang dimasak dengan jamur, dan dia makan lahap tanpa dilepeh ataupun tolakan (http://ermamons.blogspot.com/2014/06/1st-trip-to-kbs.html).
  • Day 9, Minggu, 3 Agustus 2014  
    • Hanya ke gereja dan seperti biasa Felix saya ikutkan sekolah minggu daripada mengganggu kekhidmatan orang lain selama mengikuti misa.            

Sebenarnya tidak ada yang spesial di liburan lebaran tahun ini, tapi saya sekeluarga benar-benar menikmatinya.  Menjalani hari-hari tanpa rutinitas bekerja, bermain seharian bersama Felix, istirahat siang (hanya 1x saja dari 9 hari libur), bangun siang, dll. Saya tahu pasti Felix juga bahagia sekali berkumpul sama mami papinya, sampai tidur siang dan tidur malamnya susah, pengennnya main melulu bahkan sampai berat badan turun :(                              

Selasa, 29 Juli 2014

He is 1,5 years old now :)

Tampaknya waktu benar-benar menjadi sangat berharga saat ini. Tampaknya hari ke hari bahkan pergantian bulan begitu cepat rasanya.

posenya saat tidur, "an angel from heaven for me"

Akhir-akhir ini Felix lagi suka bobo bersama saya, biasanya papinya yang menidurkannya. Saat memandangnya tertidur saya kembali melihat karya ajaib Tuhan dalam hidup saya. Dan dalam tidurnya saya melihat betapa Felix sudah banyak bertumbuh (lahir berat 3,3 kg dan panjang 48 cm, saat ini berat 12,5 kg dan tinggi 80 cm). Dulu dia bayi yang sangat tergantung pada orang lain, dan sekarang sudah bertumbuh menjadi anak-anak dan kelak akan menjadi pribadi dewasa.

Pencapaian Felix di usia 1,5 tahun:
  • Total gigi ada 10 buah, sejak 10 bulan giginya sudah ada 8 buah (4 di atas dan 4 di bawah) dan baru tumbuh lagi beberapa waktu ini. Ada 2 tambahan gigi yang baru muncul yaitu 1 di geraham atas kanan dan 1 lagi di geraham kiri atas. Dan seperti anak lain saat proses tumbuhnya gigi, Felix agak malas makan, badan agak panas dan sedikit batuk pilek.
  • Sudah punya keinginan sendiri. Bila ditanya apa mau makan sudah bisa jawab, bila lapar maka Felix akan jawab "iya". Lucunya lagi  saat beberapa waktu lalu saya ke Batu, sebelumnya saya tanya apa Felix mau ke Batu? dijawab "iya", dan dia cukup konsisten pada saat saya menanyakan pertanyaan yang sama di kesempatan yang berbeda (http://ermamons.blogspot.com/2014/07/jalan-jalan-ke-kota-apel-batu.html.) Kalau pas lauk yang saya masak ngga suka bisa bilang "ngga mau" sambil geleng-geleng kepalanya.
  • Sudah bisa sandiwara. Sama seperti anak lain, Felix sudah bisa manja-manja dan merengek untuk mendapatkan yang diinginkan. Pernah suatu ketika saya melarang Felix main karena sudah malam dan dia merengek minta ijin, sambil menghadap kaca yang ada di kamar dia mewek (sambil menghadap kaca melihat wajahnya sendiri). Lalu saya bilang "ngapain action gitu", trus berhenti meweknya ganti manja-manja. Pada saat dia mewek bisa kluar air mata lho. Saya juga heran kok bisa anak segitu sudah bisa action dan paham saat saya menyatakan bahwa saya tau kalau dia action. 
  • Sudah bisa berlari, kemampuan ini membuat kami harus ekstra hati-hati, karena bagaimanapun Felix masih belum genap 2 tahun sehingga keseimbangannya masih belum sempurna sehingga masih sering jatuh.
  • Suka bermain. Tampaknya usia sekian sudah mengerti mainan, bila ke mall dan pas melewati tempat bermain pasti sudah tunjuk dan minta main. Memang sementara masih main di mainan yang ada musik sambil bergerak-gerak tapi dia bisa minta mainan yang sama berulang kali. Pernah suatu ketika kami pas ke toko perlengkapan bayi yang menjual mainan, langsung aja Felix tunjuk dan bilang "main", mbaknya langsung datang mau ambilkan mainan yang ditunjuk. Dan kalau sudah main agak ngga bisa berhenti walau sudah lapar, ngantuk dan capek, sampai kalau jalan miring-miring mau jatuh. Sementara mainan kesukaannya adalah mobil, begitu lihat mobil langsung bilang "mbil" sambil menunjuk.
  • Sudah mulai suka baca, walaupun belum bisa baca, saat malam hari sebelum tidur saya ajak baca alkitab anak-anak bergambar, walaupun saat dibacakan kurang suka, yang disukai adalah lihat gambar-gambarnya, jadi saya biasanya bukan membacakan tetapi menceritakan gambarnya. Sudah saatnya beli buku cerita bergambar. Namun beberapa kali buku ceritanya disobek :(
  • Sudah mulai suka coret-coret korbannya antara lain sofa di rumah dan tangannya sendiri. Kalau diajak menulis langsung datang tapi kalau diajari menggambar ngga mau juga....
  • sudah bisa berhitung 1-5 baik versi inggris maupun bahasa indonesia, juga warna merah dan biru. 
  • sudah kreatif pola berpikirnya, kalau dimarah maminya lari ke papi tapi kalau dimarah papi lari ke mami. Kalau mau main ke papi tapi kalau makan dan bobo ke mami. Kalau merasa terpojok cara melepaskan diri dengan merengek atau menggigit.
  • sudah bisa merangkai 2-3 kata sederhana seperti "ngga mau", "yik (baca Felix) mau maem", :mau mnum (baca minum)"
Time flows so fast and i found my baby already grow up now, but you are still my beloved baby boy :) Awaiting time to see you goes to school.




                                            

Selasa, 08 Juli 2014

Jalan-jalan ke kota apel, Batu

Setelah sekian lama ingin berlibur ke Batu, Malang, tepatnya rencana pergi ke luar kota sejak saya belum hamil (2012 pertengahan), akhirnya pada 14 Juni 2014 yang lalu kami sekeluarga bersama dengan besties saya, Ria dan Mbak Ira pergi ke Batu.
Planning hanya seminggu sebelumnya, dan karena kami hanya ingin escape dari rutinitas di Surabaya kami hanya ingin tinggal di villa. Saya membaya semur lidah lengkap dengan kentang dan tahu, dan ternyata Ria membawa bahan untuk steak lengkap dengan salad sayur dan mashed potatonya, bisa dibayangkan kan nikmatnya nyumm....
Kami berangkat sekitar pukul 4 sore dan sepanjang perjalanan Felix bobo di car seat nya. Karena sesiangan menahan kantuk Felix baru terbangun sekitar pukul 8 malam dan kami langsung berhenti makan. Karena sudah bukan jam makannya, felix sedikit makannya dan kami lanjutkan perjalanan ke Villa dan tiba sekitar pukul 10 malam. Saat tiba di villa kami turunkan barang bawaan kami sambil marinade daging steak yang dibawa dari Surabaya agar besok malamnya bisa kami nikmati dan sudah meresap.
Begitu sampai di villa, Felix sangat senang keliling-keliling bahkan diajak tidurpun tidak mau L. Akhirnya setelah mandi-mandi kami keluar naik mobil sambil menidurkan Felix dan benar ga sampai 15 menit sudah bobo si Felix dan kami cari durian. Setiba di villa kami lanjut makan durian sambil ngobrol sampai sekitar jam 1 pagi.
suasana pagi hari di villa
Keeseokan harinya saya terbangun karena anak di villa sebelah teriak-teriak sekitar jam 6 pagi lalu Felix juga bangun. Akhirnya kami bangun semua deh menikmati sejuknya udara Batu (memang tidak sesejuk Batu 10 tahun yang lalu) tapi masih jauh lebih baik daripada di Surabaya. Habis bangun lalu Felix mandi, jalan-jalan di komplek lalu jalan ke pasar Batu sambil beli mainan tradisional, jadi teringat masa kecil saya dulu.
Kami sarapan dengan aneka jajanan yang saya beli di Pasar Batu dan semur lidah yang saya bawa. Sambil nur siapkan sarapan pagi.
Sesampai di villa Felix sarapan lalu tidur. Karena Felix tidur, Eko juga tidur siang karena semalaman ngobrol. Sedangkan saya ngobrol bersama Ria dan mbak Ira, walaupun di tengah obrolan Ria juga tertidur. Setelah ngobrol sekitar 2 jam, Felix bangun artinya sudah waktu kami untuk jalan-jalan. Karena sudah siang kami akan makan siang di luar dulu.
Kami makan ke warung bambu yang terkenal dan sering masuk TV (kaya iklan saja). Setiba di sana resto sangat ramai pengunjung dan yang membuat senang adalah ada suara air yang gemericik membuat hati damai. Di warung bamboo konsepnya lesehan dan ada kolam ikan dengan ikan mas yang besar-besar (bahkan ada yang sebesar paha saya-bisa membayangkan kan…). Dengan bekal makanan ikan yang dibeli kami memberi makan ikan dan Felix looks so excited. Dulu kami pernah pelihara ikan Melati karena ada acara animal day di daycare dan saya membawakan ikan karena tidak mungkin Felix membawa momo, anjing kami. Namun ikan saya berikan teman yang memang pelihara ikan.
Felix main air bersama Rante Ira dan Tante Ria

 Melihat air Felix seneng banget bahkan ingin main air, akhirnya Felix dipangku sambil kakinya dimasukin air kolam yang brrrr dingin sambil diberi makan ikan, dan ikan-ikan menyantap makanannya sehingga kaki geli bangetttttt, dan Felix sangat menikmatinya. Sambil main air sambil makan. Tapi selama di Batu makan Felix kurang banyak, pengennya main terus. Karena menu makanan dewasa keluarnya lama Felix jadi ngantuk. Memang tantangan bepergian dengan bayi adalah harus menyesuaikan dengan jam tidurnya.
 Tiba-tiba langit menjadi mendung dan turun hujan rintik-rintik, padahal kami sudah membeli tiket Jatim Park 2, Secret Zoo, kalau tidak digunakan saying tapi kalau hujan dan Felix sakit juga sangat tidak kami harapkan. Akhirnya ditengah gerimis kami meninggalkan warung bambu menuju Jatim Park 2 dan tiba-tiba hujan mulai reda jadi kami memutuskan masuk ke Jatim Park2. Saat awal masuk masih rintik gerimis dan ditengah perjalanan gerimis berhenti.
Kami sewa e-bike agar bisa gantian dan tidak terlalu capek sambil buat membawa barang yang buanyakkkkk. Di akhir perjalanan keliling Felix bobo saking ngantuknya karena sudah tidak tahan lagi menahan kantuk.
Ada
pengalaman lucu saat kami ikut memberi makan hewan-hewan saat di kandang Llama, binatang herbivora asal Amerika yang bentuknya setengah kambing dan setengah unta ada salah satu Llama yang bersin pas di kepala Tante Ria, sehingga semua pada tertawa (sambil nulis ini saja saya masih tertawa mengingatnya). Selesai memberi makan kami masuk ek rumah boneka dan lagi-lagi tante Ria disuruh duduk belakang ma mbaknya ternyata di akhir perjalanan ada kejutan semprotan air dan yang kena tante Ria lagi, kasian betulll nih tante Rianya.
Pas Felix bobo, mami papi dan tante Ria masuk ke museum satwa, menurut saya bagusssss sekali. Hewan-hewan yang diawetkan dan dipajang dengan setting lingkungan hidup aslinya dengan gambar yang hidup, sangat menarik dan sangat bisa menjadi obyek foto. Harus diacungi jempol. Dan saat selesai, pas kami keluar pas Felix bangun dan saya langsung diompolin mungkin karena bingung kok yang jaga Tante Ira bukan ortunya.
Lalu sore kami balik ke villa, makan dan kemudian kembali ke surabaya jam 9 malam untuk menghindari macet jalanan dari Batu ke Surabaya.
Kesan saya setelah melihat 2 kebun binatang dengan gaya yang berbeda, bagaimanapun menurut saya lebih baik hewan dibiarkan bebas di alamnya daripada dikurung. Akan tetapi bagaimana kita menunjukkan pada anak cucu kita masa hanya di TV. Tunggu saja crita selanjutnya saat ke taman safari 2 di Prigen (entah kapan tunggu saja tanggal mainnya).

Gagah ya, ini adalah salah satu hewan favorit saya, jadi teringat film Narnia

Rabu, 11 Juni 2014

Parakan Here I come again

Ceritanya tgl 17 Mei 2014 yang lalu ada kerabat menikah di kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. Karena tgl 15 adalah hari libur nasional, Waisak, maka kami sekeluarga memutuskan pulang kampong tgl 14 malam. Kami menggunakan jasa supir untuk antar kami ke kampung, karena siangnya kami masih kerja dan Eko kurang nyaman mengemudi di malam hari.
Kami berangkat dari rumah sekitar pkl 20.00 menjemput driver kantor saya dan langsung menuju kampung halaman. Felix sudah bobo saat di depan terminal Bungurasih, jadi ortunya bisa ngajak driver ngobrol-ngobrol, Puji Tuhan jalanan lancar, hanya sedikit ramai sampai Mojokerto. Kami berhenti di Rumah Makan Duta untuk ngopi dan makan bakso, hehehe laparrr
Felix sudah kami siapkan tempat tidur di kursi tengah dialasi bedcover agar lebih rata dan empuk. Lalu di belakang kursi pengemudi diberi travel bag agar ngga jatuh. Tampaknya Felix bisa tidur nyaman karena hanya bangun untuk minum susu.
Kami tiba di rumah sekitar pkl 8 pagi lalu Felix langsung digendong Mak dan Kong nya kan sudah kangen berat setelah terakhir jumpa di Februari yang lalu. Lalu kami mulai menurunkan barang yang kami perlu saja, siapin sarapan Felix karena saya dan Eko sudah makan di Temanggung bersama pak Supir.

Felix disiapkan bubur dan opor, makannya lumayan walau awalnya agak susah. Lalu kami ke kamar sambil rebahan dan ketiduran. Lumayan bisa tidur setelah di jalan tidurnya setengah-setengah karena harus nemani driver agar tidak ngantuk.
Malamnya kami pindah ke Hotel untuk istirahat. Felix lumayan bisa tidur nyenyak, karena suasana kamar hotel nyaman.
Keesokan harinya setelah sarapan kami kembali ke Parakan untuk ngobrol-ngobrol sambil menanti adik yang dari Bandung. Setelah berjumpa dan ngobrol-ngobrol kami balik hotel untuk persiapan sebelum malam widodaren. Sesampai di Hotel Felix bisa tidur siang, sambil saya siap-siap diri dan make up. Untungnya acara widodaren dan hotel tempat kami menginap sama sehingga kami hanya perlu jalan kaki saja.
saat malam widodaren
Di rumah makan tempat widodaren ada live music dan Felix joget-joget saat mendengar lagu dinyanyikan sambil memandang serius si penyanyi. Para tamu yang melihat tingkah lakunya pada tertawa, melihat betapa lucunya tingkah laku si Felix. 
Keesokan harinya, pas hari Sabtu, 17 Mei tibalah saatnya hari pernikahannya, pagi jam 6 saya sudah berangkat ke salon di Parakan, karena saya berangkat Felix masih tidur, semua urusan Felix dilakukan eko, dari mandi, ganti baju dan sarapan. Karena Felix tidak mau makan sama sekali  terpaksa saya menyuapi Felix saat di gereja, sebelum sakramen pernikahan. Lumayan mau makan walau dikit.
Dan selama sakramen pernikahan, si Felix lumayan aktif sehingga harus saya bawa ke luar agar tidak mengganggu kekhidmatan prosesi. Jalan-jalan terus si Felix untung sempat dibantu gendong oleh salah satu saudara, karena kaki ini sudah pegel betul pakai high heels. Lalu saya gendong Felix dengan selendang dan tidurlah dia. Karena acara resepsi masih sekitar 1,5 jam dari sakramen kami balik hotel dulu selain agar Felix bisa tidur dan anti baju, papinya juga ganti baju.
Setelah Felix bangun kami bergegas ke tempat resepsi. Dan lagi-lagi Felix aktif banget kesana kemari. Setelah semua tamu pulang kami mulai balik hotel untuk mempersiapkan perjalanan balik ke Surabaya. Tepat jam 5 sore kami meninggalkan hotel untuk kembali ke Surabaya karena hari minggu jam 9 pagi sudah ada acara penting lain yang saya juga harus datang.
Saat perjalanan pulang ke Surabaya sejak jam 2 dini hari tampaknya driver nguantuk ampe jalannya pelan banget. Untung Eko terbangun jadi bisa memberi arahan. Penyertaan Tuhan masih bersama keluarga kami, sampai kami tiba d rumah pukul 4 dinihari.
Sayang sekali kami ga sempat foto saat Felix memakai jas, padahal lucu sekali lho.

Sabtu, 07 Juni 2014

1st trip to KBS

Akhir mei 2014 banyak sekali tgl merah, yaitu 27 (selasa) dan 29 mei (kamis), akhirnya kami merencanakan vacation dalam kota untuk Felix, sekedar menyenangkannya.
Tgl 24.05.2014 kami sewa mainan untuk Felix yang ada ring basket, gawang main bola dan perosotan kecil. Felix awalnya suka main basket. Tapi namanya anak kecil mudah sekali bosan. Sewa 2 minggu hanya dipakai sebentar saja, terasa rugi banget kali ini sewa mainan.
Tgl 27 sudah kami agendakan untuk berenang. Belajar dari pengalaman yang lalu saat usia 9 bulan setelah berenang, Felix sakit batuk pilek karena minum air kolam, maklum anak kecil masih belum paham bahwa air kolam kotor, kali ini seminggu sebelum berenang, Felix vaksin flu terlebih dahulu pas  kondisinya juga sedang fit. Dan tiba saatnya kami berenang. Berangkat jam 9 pagi, ke sport club dekat rumah. Kami renang hanya sebentar hanya 1 jam saja. Felix menggunakan swim trainer. Dia senang sekali main air, sampai saat diajak berhenti protes minta balik ke dalam kolam untuk main air. Walau ngantuk berat tetap saja ingin berenang. Sayang tidak ada dokumentasi, karena terburu-buru.
Pulang berenang, kami pulang untuk istirahat, si Felix bobo nyenyak sekali. Lalu kami siap-siap hantar Felix pijat bayi, setelah sebulan lebih tidak pijat. Tapi karena sudah agak besar, pijatnya sambil jalan-jalan, untukng si mbak telaten mengejar Felix untuk pijat.
Keesokan harinya kami kembali ke aktivitas semula, orang tua bekerja dan Felix di daycare.
Kamis, 29 Mei 2014 sudah direncanakan mau ke KBS. Karena 29 mei adalah hari kenaikan Tuhan Yesus, maka kami ke gereja dulu dan seperti biasa kami ke gereja Redemptor mundi jam 10 pagi. Ini adalah gereja favorit saya karena: bahasa inggris (sekalian ajak Felix untuk belajar dan praktek), jam 10 (tidak terlalu pagi, jadi sempat malas-malasan, belaja ke pasar, menyupi Felix, dll), dan pulangnya bisa langsung pergian entah ke mall atau tempat lain. Dan tidak disangka saya bertemu dengan teman sel lama, Nanny dan Johan dan kami duduk sebangku jadi bisa ngobrol-ngobrol, pelepas rindu….
Lalu perjalanan kami lanjutkan, sebelum ke KBS (Kebun Binatang Surabaya), kai makan dulu di Pizza Hut dan untuk Felix saya pesan nasi sapi jamur dan sup. Ternyata, Felix suka banget dengan nasinya, sepanjang disuapin bilang “nak” (=enak) terus. Jadi terpikir apa dia suka makan di luar?, atau masakan saya kurang enak, padahal bekal di daycare selalu saya yang masak dan selalu habis, hiks…mungkin Felix tidak sadar bahwa saya yang selalu masak untuk dia, karena kalau libur di rumah seringkali susah makan, pengennya main terus.
Perjalanan lanjut ke KBS, masuknya hanya bayar Rp 15.000,- untuk orang dewasa dan gratis untuk anak dibawah 3 thn. Tentunya Felix gratis. Begitu masuk, Felix melihat lahan yang luas langsung matanya berbinar dan ingin lari ke sana dan ke sini, untungnya tidak rama sekali, sehingga kami bisa jalan dengan santai.
Karena kondisi Felix mengantuk jadi kami di KBS kurang bisa santai yang penting bisa jalan dan nunjukin ke Felix aneka hewan. Salah satu tujuan saya adalah ingin Felix dan papinya naik gajah, ternyata hanya ada jam 11-13 dan kami kelewatan, segera lah kami jalan agak cepat agar tidak rugi sudah bayar tiket masuk lalu pulang. Si papi sudah ngomel karena pakai sepatu, lupa bawa sandal sehingga capek kakinya. Kami hanya jalan menyusuri jalan, sehingga banyak sekali yang belum kami lihat, mungkin lain kali harus mencari waktu yang lebih enak sambil menunggu Felix lebih besar.


Comment saya saat di KBS adalah, memang masuknya murah, masa ke KBS dan berenang masih lebih murah ke KBS, padahal lahannya luas dan banyak binatang yang harus diberi makan setiap harinya. Tetapi kondisi hewan di sana sangat miris menurut saya (sama dengan komentar berbagai penulis di Koran maupun media lain). Hewannya seperti kurang terawat, lingkungan juga kurang terjaga. Kesannya KBS sangat tidak berperikehewanan. Mungkin saya berpendapat demikian karena saya memelihara anjing, si Momo yang saya perlakukan seperti anak sendiri.
Ada 1 show hewan-hewan semacam atraksi sirkus begitu, awalnya menarik, tetapi setelah melihat betapa sebenarnya kasian hewan-hewan yang dilatih, mungkin hewan nya memang dibuat lapar agar menurut saat show dan dipancing dengan makanan agar menurut. Ga sampai show berhenti dan kami langsung pulang.


Walau ngantuk berat Felix tidak mau tidur di mobil, tampaknya dia masih ingin tahu apa lagi yang mau kami berikan untuknya. Sampai di rumah langsung mandi, dengan harapan Felix ngantuk dan bobo. Ternyata menanti dia bobo lama sekali hampir 1 jam. Bobo jam 4 sore dan baru bangun sekitar jam 6 sore (walaupun sudah berulangkali saya bangunkan tetap saja dia terlelap kembali). Untungnya Felix bisa tidur lagi sekitar jam 8.30 malam, kami sudah khawatir dia susah tidur malam harinya. Tampaknya dia sangat capek tapi seneng.