Rabu, 05 November 2014

20 month old boy

Bulan oktober ini usia Felix 20 bulan, Tak terasa betapa cepat waktu berlalu, melihat perkembangannya baik Fisik maupun kemampuan lainnya. Yang jelas tampak adalah beberapa ciri berikut:

  • Sudah mengenal tempat. Dekat tempat kami tinggal ada 2 pilihan supermarket, Giant dan Superindo, kalau kami belanja buah dan sayur seringkali kami ke Superindo. Di sana ada menjual ikan gurami hidup dan ini sebenarnya adalah salah satu trik agar ikan tetap segar, tetapi dari sisi lain ternyata bisa juga jadi hiburan dan pembelajaran anak termasuk Felix. Tanpa disangka saat kami melewati Superindo langsung saja Felix menunjuk toko dan bilang "fish", maksudnya di situ ada ikan, karena biasanya agar tidak rewel Felix kami ajak lihat ikan, Selain itu bila lewat toko roti kesukaannya langsung aja tunjuk dan bilang kue. Yang lebih mengejutkan lagi Felix sudah tahu arah pulang ke rumah, bila sudah masuk kompleks, dia sudah bisa tunjuk arah dan bilang kanan, lalu bilang sampek bila sudah di depan rumah sambil manggil momo, anjing peliharaan kami. Menurut saya kemampuannya sudah cukup luar biasa untuk anak 20 bulan, Good job my boy.
  • sudah punya keinginan pribadi. Kalau sudah punya keinginan maunya harus dituruti, kalau tidak bisa gulung-gulung di lantai. Ini adalah tantangan buat kami agar Felix tidak dibiasakan semua yang diminta dituruti tetapi juga tidak kekurangan perhatian. Sudah mulai suka main dan sulit berhenti main walaupun ngantuk berat.
  • pandai menirukan. Bila ada ekspresi lucu seringkali ditirukan seperti suara mendengkur, ada ekspresi ketawa,  suara keras tabrakan, dll. Ini artinya orang tuanya juga harus mulai hati-hati dalam berekspresi. Termasuk juga mulai banyak menirukan kata baru. 
  • suka marah dan sulit mengatur emosi. Ini dia, kalau marah mulai suka pukul. Terutama bila dipaksa, memang sedari kecil saya berusaha untuk tidak memaksa Felix, tetapi kami berusaha mengarahkan ke hal lain yang lebih baik.
  • suka banget main mobil-mobilan bahkan mengalahkan bola. Tepatnya suka semua yang bermotor mobil, sepeda motor dan pesawat terbang. Karena kami tinggal dekat bandara seringkali terdengar suara pesawat yang mendarat ataupun tinggal landas, dan baru saya sadari ternyata semakin sering. pernah saya hitung dalam 1 menit ada 3 pesawat. Kalau Felix dengar suara pesawat langsung saja dia bilang "bang bang", pesawat terbang maksudnya.
  • mulai mandiri, bila makan dia bilang "taruh" maksudnya piring dan sendoknya diminta diletakkan didepannya untuk makan sendiri, sama halnya dengan bila mandi, inginnnya mandi sendiri, sabunan sendiri, bahkan jalanpun seringkali tidak mau dituntun.
  • Sudah pandai merasakan makanan enak. Kalau makanannya tidak enak, hambar, maupun Felix tidak suka langsung saja dia bilang ga mau. Tapi bila suka langsung saja dia bilang enak. Salah satu makanan favorit Felix adalah mie.  Begitu menu makannya mie langsung semangat makan Dan bisa habis banyak, apalagi bila makan dengan sumpit.
  • Sudah tahu nama Mami papinya, juga nama perumahan Dan kompleksnya. Sudah visa mengurutkan 1-10 dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris, walaupun kadang masih dilompati. Sudah mulai suka menyanyi dan mulai bisa menyanyi naik-naik ke puncak Gunung, Dari terbit matahari, cicak Di dinding, burung kakak Tua,dll.

Sungguh tidak terasa 20 bulan sudah berlalu rasanya masih ingin menikmati masa kecil nya. Kini Felix sudah menjadi anak-anak. Semoga kau tumbuh Dan berkembang dengan baik menjadi pribadi yang luar bisa di kemudian hari.



Ini Foto saat mau berangkat pagi hari


Senin, 20 Oktober 2014

The Wedding day

Akhirnya hari yang dinanti nanti telah tiba, sabtu 18 Oktober yang lalu adik saya menikah.

Adi pacaran selama 4 tahun dan cukup banyak mengalami tantangan dari meninggalnya mami 3 tahun yang lalu, Linda kuliah bahasa selama setahun lebih di China sehingga harus pacaran jarak jauh, perbedaan keyakinan, meninggalnya papa mertuanya, dan masih banyak tantangan lain. Namun dari mereka saya belajar bahwa saat cinta begitu kuat, tantangan seberat apapun akan dapat dilewati bila cinta mau diperjuangkan.  Bahkan saya sendiri hanya pacaran sekitar 2,5 tahun sampai menikah (masih kalah sama Adi ).

Saya memang tidak banyak memiliki peran dalam pernikahan adik saya karena semua mereka persiapkan sendiri. Dari pagi hari saya berangkat make up sekitar jam 4.45 pagi dan sampai hotel sekitar pukul 9 pagi untuk foto persiapan pengantin pria sebelum temu pengantin. Saya kebagian pakaikan rompi untuk adik saya. Pada saat saya memakaikan rompi, saya merasakan bahwa sekarang adik saya sudah dewasa dan akan menjalani hidup berumah tangga bukan lagi adik yang biasa saya ajak main dulu saat masih di Probolinggo. Saya pribadi cukup terkesan dengan juru videonya yang adalah seorang Kristiani, orangnya baik dan ramah, berkat dia yang ramah bisa cukup mencairkan suasana.

Lalu saya tidak ikut acara sampai sore untuk acara tea pai. Siangnya saya menidurkan Felix di lorong hotel dengan selendang. Saya bersyukur mengambil keputusan buka kamar di hotel yang sama dimana acara pesta adik saya diselenggarakan sehingga saya tidak perlu bingung menidurkan di mana.

Saya bersyukur saya masih bisa mencuri-curi waktu untuk mengobrol dengan adik saya sewaktu persiapan sebelum tea pai dan sesudah acara. Saat kita menjadi dewasa dan sudah memiliki kehidupan kita akan sibuk dengan kehidupan kita, mulai dari bekerja setiap hari 8-10 jam per hari, mengurus rumah tangga, memiliki waktu pribadi, dll kita menjadi sangat kekurangan waktu untuk berinteraksi dengan saudara ataupun anggota kluarga yang lain bahkan orang tua kita sendiri.


Singkat cerita yang membuat saya sangat terkesan adalah pada saat acara dimulai dan yang diminta tolong untuk memimpin doa adalah seorang opa yang sering saya lihat di Tumpang yang adalah sahabat mertua adik saya. Kira-kira seperti ini prolognya sebelum doa.

Saya percaya bahwa tidak ada satu halpun yang terjadi dengan sengaja di dunia ini, tetapi semua sudah dirancang oleh Tuhan yang Maha Kuasa. Termasuk pernikahan Adi dan Linda. Saya terkejut saat melihat keponakan saya Mei Ling (ternyata adalah anak tertua dari saudara tertua mami yang meikah dengan keponakan sang opa), bahkan sang opa mengenal mami saya. Bulan Oktober adalah bulan Maria, dan nama mami saya adalah Maria dan Adi menikah di bulan Oktober. Mami memang sudah meninggal namun doanya tetap dipanjatkan pada Tuhan untuk Adi sampai acara pernikahan boleh terjadi dan juga papa Linda yang sudah meninggal juga pasti turut mendoakan.

Seandainya saya tidak berdiri di panggung pasti saya sudah berderai air mata, saya yakin Adi juga teringat mami, karena Adi sangat menyayangi mami dan dia sangat terpukul dengan kejadian meninggalnya mami Saya sungguh merasa ditampar oleh kata-kata sang opa, betapa saya sudah banyak kehilangan waktu teduh saya untuk Tuhan, saya sibuk dengan berbagai kegiatan saya.

Yang membuat saya terkejut berikutnya adalah doa dilakukan secara Katolik walaupun Adi menikah secara Kong Hu Cu bahkan kami semua mendoakan doa Salam Maria. 

Saya salut pada Adi dan Linda yang bisa memperjuangkan cinta mereka. Semoga kalian berdua bisa langgeng sampai tua dan diberkati dengan anak-anak yang bisa memenuhi rumah kalian dengan canda tawa. Buah perjuangan dan kegigihan kalian membuahkan hasil, Linda bisa memiliki pernikahan sesuai keinginannya, the dreams come true. Bahkan saking sukanya dengan Hello Kitty, tart pengantin ada hiasan Hello Kittynya.

Foto bersama sebelum menghadiri pesta






Minggu, 12 Oktober 2014

Tour de Java

Hehehehe lagi-lagi kami harus ke Jawa Tengah tahun ini, ini adalah perjalanan Felix ke Jawa Tengah yang ke-2 di tahun ini. Di bulan Mei kami ke Jawa Tengah untuk menghadiri pernikahan adik Eko yang paling kecil (Parakan here i come again). Kali ini ada seorang sahabat Eko yang menikah di Semarang dan kami memutuskan pergi mengingat hubungan kami cukup dekat.

Karena di bulan Oktober ini adik saya menikah dan mertua saya diundang, singkat cerita mertua ikut ke Surabaya sejak akhir September saat kami kondangan sampai pernikahan adik saya di pertengahan Oktober sehingga kami jemput ke Parakan, Temanggung baru ke Semarang.

Kami berangkat Jumat malam bersama driver yang mengantar kami beberapa waktu lalu, tapi kali ini perjalanan kami lumayan lama karena banyak sekali truk di sepanjang jalan, perjalanan ke Mojokerto saja butuh waktu 3 jam :(. Perjalanan kami tidak semulus yang kami bayangkan, driver tampaknya ngantuk jadi berhenti 2 kali dan Felix pun ikut terbangun. Kami sekalian saja mengajari Felix kondisi di jalan.

Kami tiba di Parakan hari Sabtu sekitar jam10 pagi, lalu kami istirahat sebentar. Malam harinya kami berkunjung ke rumah beberapa saudara di sana karena lama tidak berjumpa walaupun hanya sebentar saja.

Keesokan harinya setelah pulang gereja kami melanjutkan perjalanan ke Semarang, dan puji Tuhan perjalanan kami ke Semarang lancar. Setiba di Semarang kami mampir sebentar di kos Eko waktu kuliah dulu lalu kami makan dan ke hotel. Hotel sudah kami booking beberapa hari sebelumnya dan hotel sangat strategis (di Jalan Pandanaran sekitar 5 menit jalan kaki ke Simpang Lima), sayang sekali kami tidak punya banyak waktu untuk jalan-jalan di Semarang,

Setiba di hotel kami mandi lalu menidurkan Felix. Felix suka banget tampaknya di hotel naik turun lift sambil pencet dan melihat pemandangan dari ketinggian. Di hotel Felix bisa tidur cukup nyenyak sampai saat dibangunkan untuk kondangan dia marah, Mungkin ini adalah tidur terenaknya beberapa hari terakhir ini.
ini pose tidur Felix yang nyenyak banget

Sepulang dari pesta nikah kami lewat untuk beli lumpia khas Semarang, banyak titipan juga dari teman teman, lalu lanjut beli kue terang bulan (orang Semarang menyebutnya kue Bandung) di jalan Jagalan, yang terkenal terang bulan hitam manisnya (adonannya berwarna coklat, sudah ada sejak lama bahkan sebelum ada yang lain dan isiannya itu tebal banget mantap keju dan coklatnya), tahun lalu tidak sempat beli, akhirnya tahun ini keturutan juga terang bulannya, Yang belum keturutan makan nasi gandul Pati, entah kapan bisa ke Semarang lagi makan nasi gandul Pati.

ini dia terang bulannya, so yummy....

Keesokan harinya, hari senin kami balik ke Surabaya berangkat dari hotel kami ke toko oleh-oleh lalu langsung ke Surabaya. Dan ini adalah perjalanan Semarang - Surabaya terlama yang pernah saya alami, perjalana kami butuh waktu 10 jam (biasanya 5-7 jam), memang sih kami berhenti makan selama 1,5 jam, maklum bawa anak agar Felix bisa lari-lari, ganti baju dll. Kami makan di resto Pringsewu daerah Lasem, tempatnya memang bukan luar biasa bagus tapi lumayan luas, ada mainan anak yang bisa buat Felix kembali in the good mood. Dan kami dapat hadiah ultah lho, karena uang ultah bulan agustus-oktober dapat hadiah dan karena 2 orang yang ultah kami dapat 2 hadiah, 2 gelas es nata de coco dengan sirup melon dan 1 porsi ayam kumbung (ayam dimasak dengan santan berwarna kuning), ya lumayan menurut saya. Yang pasti kami bisa bener-bener istirahat setelah lama di perjalanan. Yang membuat perjalanan kami lama adalah banyaknya perbaikan jalan di sepanjang Pantura, bahkan di Lasem kami sempat berhenti selama 2 jam karena perbaikan jalan, Puji Tuhan kami tiba di rumah sekitar jam 8 malam dengan kondisi capek luar biasa tapi bahagia sekali.

Kapan-kapan bisa tour beneran kalo Felix sudah agak besar.




ini foto Felix saat BT macet di jalan :(


Jumat, 05 September 2014

Hectic August

Akhir agustus yang lalu adalah masa yang cukup berat untuk kami sekeluarga. Eko kedatangan tamu dari Jakarta sehingga harus pergi pagi dan pulang malam, otomatis saya jadi lebih sering mengantar dan menjemput Felix dan malam hari bersama Felix sampai dia tidur. Selain ada tamu dari Jakarta, Eko juga sedang sibuk dengan pekerjaan tambahan sebagai agent properti yang sedang gencar dipromosikan via berbagai media massa, otomatis kegiatan bertambah. 

Satu sisi saya sangat bahagia bisa menghabiskan lebih banyak waktu menemani Felix, terutama bagian menidurkan. Memandang Felix tidur pulas di samping saya, memandang wajahnya yang bulat dan polos memberi ketenangan dan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Seringkali terngiang di kepala saya, bahwa ini bayi yang dulu saya timang dan beri ASI, sekarang sudah mulai besar dengan berbagai tingkah lakunya yang lucu dari rengekan manjanya, rayuannya, tawanya, jadi terngiang berapa lama lagi saya masih bisa menemaninya tidur seperti ini. Toh Felix pasti akan beranjak besar dan dewasa dan akan mulai mandiri tentunya dia akan belajar untuk lebih mandiri dan tidur sendiri. Rasanya ingin sekali menikmati waktu-waktu bersamanya seperti para ibu rumah tangga yang lain, sedangkan saya bekerja setiap hari, waktu perjumpaan saya dengan Felix hanya maksimal 1,5 jam di pagi hari, itupun saya sibuk dengan acara memasak, sedangkan Felix lebih banyak persiapan dengan papinya dan malam hari maksimal 3 jam dan lagi-lagi Felix lebih banyak waktu bersama papinya sedangkan saya beres-beres rumah.

Hati kecil saya sebenarnya menangis karena sedikit sekali waktu yang saya berikan untuk Felix,sehingga  saya seringkali menunda beres-beres demi untuk bermain bersama Felix dan saya kembali bekerja hingga tengah malam setelah Felix terlelap. Otomatis badan jadi capekkkkk setiap harinya.

Kembali ke akhir agustus, karena banyak waktu kami yang terpakai untuk berbagai kegiatan kami, kami sepakat bahwa jumat malam, tgl 29 agustus kami akan makan sushi dengan voucher makan yang sudah kami beli lalu kami mau ke food festival karena banyak sekali permainan untuk anak di sana, kami ingin ajak Felix main bersama mengganti beberapa hari yang kami sibuk sekali. Saya sengaja pulang ontime dari kantor, menyiapkan semua perlengkapan Felix termasuk memberi makan momo, lalu langsung jemput Felix lebih awal. Ternyata hari itu Felix hanya tidur satu kali sehingga dia ngantuk dan agak rewel selama kami makan dan di Food Fest.

Sesampai di Food Fest waktu liat Trampolin si Felix tertarik lalu langsung saja saya belikan tiketnya. Tapi karena ini adalah pengalaman pertamanya Felix agak takut-takut. Lucu sekali melihat ekspresinya yang menikmati loncatan sambil takut jatuh, untungnya pada saat bermain trampolin, ada anak berusia 4 tahunan yang bermain di sebelah sehingga Felix melihat betapa asiknya loncat-loncat sambil sedikit-sedikit ditiru dengan rasa takut. Felix sebenarnya ajak saya ikut loncat, tapi saya ngga PD, kalo trampolinnya jebol bagaimana, malah mencelakakan Felix juga. Jadi saya hanya duduk di tepian saja dan menjaga Felix.

Setelah main trampolin kami naik becak medan, becak berukuran kecil di mana Felix jadi penumpang dan papinya mengayuh sepeda. Saya mencoba kok ngga bisa mengoperasikannya susah mengatur arahnya. Lalu Felix naik komedi putar dan kami pulang.
Anak 1,5 tahun sudah sadar kamera saat saya bawa HP untuk memotretnya, dan sudah suka HP dibalik untuk foto selfie, siapa yang ngajar kalo bukan miss di daycare :)


Sabtunya karena saya masuk kerja Felix terpaksa masuk di penitipan. Dan lagi-lagi papinya sedang urus kegiatan properti, saya menjahit baju untuk persiapan pernikahan adik saya dan belanja di supermarket sampai-sampai terlambat menjemput Felix.

Perjalanan pulang dari daycare kami ke Jemursari untuk antar paket ke Jawa Tengah lalu waktu perjalanan pulang ke rumah kami buka permen lolipop yang sudah ada sejak saya masih kecil, walau rasanya jauh berbeda (menurut saya enak pada jaman dulu). Dan ini adalah pertama kali Felix makan permen. Awalnya dia bingung bagaimana cara makannya, tapi karena diberi contoh papinya dia akhirnya bisa makan permennya walaupun ludahnya menetes terus. Lucunya lagi Felix berulang kali bilang “enak enak” sambil permennya diangkat dan tertawa terpingkal. Betapa saya menikmati waktu itu. Karena saya tidak mau Felix makan permen terlalu banyak saya minta dulang, “mami tidak punya permen, minta dong”, Felix awalnya sodorkan permen ke saya tapi ditarik lagi sambil ketawa, rada ngece saya. Anak berusia 1,5 tatun sudah ada usilnya ya.
Gaya Felix waktu makan permen lolipop

Sampai di rumah mandi dan makan, sampai tiba-tiba malam hari Felix muntah-muntah, apa yang dimakan semua keluar dan itu berlanjut sampai hari minggu, bahkan di hari minggu sudah tidak nafsu makan. Sore harinya kondisinya semakin parah, badannya lemas tidak bertenaga, kasian sekali dan muntahnya sudah bercampur dengan asam lambung sehingga berwarna kuning kehijauan. Awalnya saya mau bawa ke RS untuk rawat inap tapi akhirnya kami coba ke DSA yag cukup tenar di tempat kami. Dan setelah diberi obat langsung segar si Felix dan mau makan. Senangnya hati saya, rasanya membayangkan Felix di RS dan diinfus sudah mau menangis hati ini, dokter memberi tahu bila masih muntah langsung rawat inap karena harus infus. Felix ada luka di ususnya yang diperkirakan karena sanitasi yang kurang baik dan Felix sementara waktu tidak boleh minum susu.

Memang beberapa kali bila pencernaan Felix bermasalah tidak boleh mengkonsumsi susu sapi, karena susu sapi kurang cocok untuk pencernaan yang sedang bermasalah karena justru malah akan menyebabkan iritasi di saluran cerna anak. Jadi bila mengalami masalah yang sama sementara stop dulu konsumsi susunya, dan bisa diganti cairan lain, seperti air gula,  teh, dll.

Dari kejadian seminggu yang super sibuk di akhir agustus banyak sekali yang saya pelajari:
  • ·         Waktu bersama anak sangat berharga dan tak tergantikan, seringkali saya sendiri sibuk sendiri dan tidak banyak meluangkan waktu untuk bermain bersama, padahal saat bermain bersama saya seharusnya bisa lebih mengenal pribadi Felix, mendidik, dan mengasah perkembangannya.  Walaupun selalu menjadi dilema saat harus pergi bekerja ke kantor atau sibuk di rumah, sehingga seringkali Felix saya ajak memasak atau cuci baju sambil saya beritahu bahwa kelak Felix juga akan bantu mami papinya. Bahkan uang banyakpun tidak dapat menggantikan waktu bersama keluarga. Karena semua ada masanya. Tidak selamanya anak kita tetap jadi anak dan bila saat masih anak-anak kita tidak dekat apalagi saat anak mulai beranjak dewasa di mana lebih banyak waktunya bersama lingkungan sosialnya.
  • ·         Kesehatan anak jadi nomor satu, melihat Felix lemas saja sudah membuat saya deg-degan dan galau luar biasa. Secapek-capeknya saya meladeni Felix bermain dan bercanda lebih baik dari pada melihatnya lemas tak berdaya.
  • ·      Kita harus banyak bersyukur dengan keadaan kita bagaimanapun itu, karena Tuhan sudah menentukan jalan hidup kita. Tugas kita hanya berusaha dan Tuhan yang akan tentukan berapa banyak berkat kita dan semua sesuai dengan waktu yang sudah Tuhan berikan. Saya menyadari bahwa pada saat kami membutuhkan dan berdoa Tuhan menyediakan, tapi bukan berarti Tuhan menjadi mesin ATM.

Minggu, 17 Agustus 2014

Kepiting Saus Padang dan Kare Kepiting

Pas libur lebaran yang lalu beli kepiting telur di Superindo karena harganya tidak mahal. Saya hanya beli 4 ekor karena yang makan hanya Eko.

Lalu kepiting kami kukus untuk mematikan lalu kami masukkan lemari es sebelum dimasak, karena kebetulan masih ada masakan.

Saya pribadi malas makan kepiting karena ribet, enak sih memang tapi makannya lama. Saya tidak terlalu suka kepiting sejak ada Felix karena butuh praktis.

Dari aneka rasa olahan kepiting saya suka kare kepiting dan saus padang. Resep saus padang cari di internet dan saya sesuaikan dengan lidah saya, berikut resepnya. Rasanya tidak mengecewakan, sama kaya di resto-resto dan patut dicoba ulang. Bahkan eko suka dan memuji masakan saya.

KEPITING SAOS PADANG

Bahan-bahan:

  • 2 ekor kepiting
  • 4 sdm saus tiram
  • 4 sdm saus tomat
  • 1 sdm saus sambal
  • 150 ml air 
  • 1 sendok teh merica bubuk
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh penyedap rasa
  • 1/2 bawang bombay
  • 1sendok teh gula pasir
  • 1 ruas jahe digeprek
  • merica sedikit
  • 1 buah telur yg sudah di kosong lepas
Bumbu yg di haluskan:
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 3 buah kemiri
Cara membuat :
  • kukus kepiting sampai berubah warna orange lalu belah sesuai sisi dan bersihkan
  • Tumis bumbu  halus hingga harum,lalu masukan bawang bombay
  • Masukan kepiting dan semua sisa bumbu termasuk kocokan telur,masak hingga bumbu menyerap dan kental
Siap untuk di hidangkan


Kare Kepiting 


Kehilangan resep makanan yang biasa kita santap sejak kecil itu ngga enak banget. Bagi kebanyakan orang masakan mama adalah paling enak, bagaimana tidak, sedari kecil kita terbiasa makan masakan mama kita. Sayangnya mami saya meninggal sebelum saya sempat belajar semua resep masakan mami yang menurut saya super duper enak.

Di rumah saya kepiting atau rajungan biasa dimasak dengan santan, semacam kare dan untuk menghemat mami biasa menambah kentang goreng atau tahu goreng di dalamnya. Dan juga arang, dengan tujuan untuk menyerap racun, maklum saya lumayan sering keracunan aneka seafood dari ikan pindang sampai kepiting dan cumi. 

Bahan dan bumbu Kare Kepiting adalah sebagai berikut :
2 ekor kepiting, dikukus
2 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
700 ml santan dari 1/2 butir kelapa
1 3/4 sendok teh garam
1 sendok teh gula pasir enak juga ditambah gula jawa
3 sendok makan minyak untuk menumis
1 cm jahe digeprek
2 cm lengkuas digeprek
5 lembar daun jeruk purut

Bumbu Halus:
7 butir bawang merah
2 siung bawang putih
3 butir kemiri, disangrai
2 cm kunyit
1 sendok teh ketumbar

Cara Masak :

  1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus, daun jeruk purut, jahe, lengkuas dan serai sampai harum.
  2. Masukkan santan, garam, dan gula pasir. Masak sampai mendidih.
  3. Tambahkan kepiting. Masak sampai matang dan kental. 
Bunbu kare ini kadang saya masak dengan ikan baracuda atau kakap putih yang sudah saya goreng setengah matang agar tidak hancur saat dimasak. 

Sabtu, 09 Agustus 2014

Libur tlah tiba... yeyyyy

Akhirnya libur lebaran tiba setelah 2 minggu terakhir pekerjaan di kantor menumpuk dan benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Karena tahun ini libur lebaran serentak dan baru kali ini saya tidak kebagian masuk kantor pada libur lebaran.   

Tahun ini kami tidak pulang kampung ke Parakan karena pertengahan mei lalu kami sudah pulang kampung (http://ermamons.blogspot.com/2014/06/parakan-here-i-come-again.html) dan kami ada rencana mau ke Jawa Tengah di bulan September. Enakjuga menikmati Surabaya saat libur lebaran, jalanan lengang dan perumahan sepi. Kegiatan kami selama libur seperti ini :

  • Day 1, sabtu, 26 Juli 2014
    • Karena daycare masih buka, Felix masuk dan kami antar dengan sepeda motor lengkap dengan helm yang baru dibeli. Setelah antar Felix kami ke pasar untuk belanja persiapan makanan untuk seminggu. Setelah masak  dan mencuci baju (dengan harapan selama libur kami mengurangi pekerjaan sehari-hari) kami jemput Felix dan ke salah satu toko perlengkapan bayi dan Felix dibelikan mainan duplikat setir mobil yang bisa digunakan di carseat maupun stroller, dan karena Felix sangat suka mobil, mainannya ngga boleh dilepas.
  • Day 2, minggu 27 Juli 2014
  • si kecil main kereta ma papinya

    • Hari minggu berjalan seperti biasa dan sorenya kami main kembang api, Felix heran melihat kembang api, dan baru tertawa terbahak-bahak saat saya memainkan kembang api dengan gaya yang lucu, lalu Felix saya bukakan mainan barunya yang belum pernah dipakai, kereta api, tampaknya kurang suka bahkan kadang bingung melihat kereta jalan di relnya sambil bersuara "tut-tut-tut".
    • Felix sampai malam susah tidur karena masih ingin main akhirnya keliling naik mobil untuk menidurkannya.
  • Day 3, senin, 28 juli 2014
    • kami semua bangun siang jam 7 wkwkwkw akhirnya menikmati libur juga lalu setelah makan kami semua jalan kaki keliling kompleks memang panas tapi enak juga menikmati suasana perumahan yang sepiiiiiii.
    • Sorenya kami rencana ke Suroboyo carnival night market dengan pertimbangan karena hari itu hari lebaran pertama harusnya banyak yang masih berkumpul bersama keluarga jadi seharusnya tidak terlalu ramai. ternyata kami salah perkiraan, tempatnya sangat ramai jadi kami jalan-jalan keliling kota saja naik mobil dan malam kami jalan-jalan lagi untuk menidurkan Felix.
  • Day 4, selasa, 29 Juli 2014          
    • Pagi kami ke rumah teman yang merayakan Idul Fitri dan Felix main-main remote TV, lihat ikan, dll. Perjalanan pulang Felix tertidur bahkan sebelum makan siang. Bangun tidur Felix makan lalu kami ke rumah bapak kos Eko yang merayakan Idul Fitri dan Felix main motor yang menggunakan aki, dia tampak sangat menikmati. Lalu kami keluar makan baru pulang. Kali ini menidurkan Felix bukan dengan naik mobil tapi pakai selendang.
  • Day 5, Rabu, 30 Juli 2014
    • Akhirnya setelah 1,5 tahun lebih tidak ke Pasar Atum (terakhir ke Pasar Atum saat kandungan saya berusia 7 bulan) saya ke Pasar Atum. Selama ini kalau belanja kami ke ITC dengan pertimbangan di dalam Pasar Atum kurang cocok untuk bayi, walaupun saya kangen dengan kuliner di Pasar Atum dan keturutan, senangnya....Tiba di pasar atum sekitar jam 1 langsung makan siang dan Felix pakai acara muntah, tapi lega karena lendir keluar semua karena agak pilek beberapa hari ini. Setelah makan langsung kami ke toko kain ternyata toko kain massih pada tutup, jadi ke pasar atum sia-sia. Dan kami memutuskan pulang karena Felix mulai ngantuk dan banyak tingkah, ngga lega ke Pasar Atumnya, semoga bisa ada kesempatan lagi ke Pasar Atum.
  • Day 6, Kamis, 31 Juli 2014
    • Kami ke Probolinggo, my hometown. Rencana awal kami ingin berangkat pagi karena ada banyak acara yang sudah kami rencanakan, tapi karena kesiangan bangun kami baru berangkat sjam 8.30 pagi mana Felix sempat rewel karena ngantuk dan ingin tidur di tempat tidur (padahal biasanya mudah sekali bobo di mobil). Kami tiba di Probolinggo sekitar pukul 11 siang dan menjenguk sahabat lama saya di resto tempatnya bekerja, "Rest O Tent" di kawasan pelabuhan Probolinggo. Konsepnya bagus sekali karena kami harus berjalan melalui jembatan kayu sebelum sampai di resto. Dan sepanjang jalan kami melewati hutan bakau buatan yang ada disediakan beberapa tempat transit untuk dudk maupun foto. Sepanjang jalan juga dihiasi dengan lampu-lampu hiasan. Resto recommended terutama bila sore hari, pemandangannya bagus sekali.
    • si kecil sudah bisa pose foto, pemandangan di perjalanan menuju resto
    • Saya hanya bertemu dengan 2 sahabat, Yenny yang menemani saya melahirkan bahkan ikut menemani Eko membuang ari-ari Felix di pantai Kenjeran dan Joko. Setelah setahun lebih tidak berjumpa, rasanya senang sekali bisa ngobrol-ngobrol walau sebentar saja. 
    • Jadi teringat kenangan masa SMU dulu bagaimana kekompakan kami dalam berbagai acara perlombaan antar kelas mauoun antar sekolah, dari yang sepele seperti omba menghias pohon natal sampai persiapan pentas seni sekolah. Belajar bersama sebelum ujian, jalan-jalan, sampai akhirnya semua lulus sekolah dan menjalani kuliah sampai bekerja. Dan sekarang masing-masing punya kesibukan sendiri-sendiri, termasuk saya sendiri. Sangat bersyukur sekali punya sahabat-sahabat sedari SMU sampai sekarang yang selalu ditempat kan Tuhan di saat yang tepat. Seandainya mungkin, ingin sekali saya mengulang masa-masa SMU dan kembali menikmati hari demi hari bersama keluarga saya (mami, mama dan adik saya) dan sahabat-sahabat saya yang lain.
    • Lalu kami ke rumah Joko untuk istirahat. Pada saat Felix bobo, saya dan Eko ke makam (ini tujuan utama kami), lalu kami belanja di pasar ikan pelabuhan, harganya selisih sekitar 30% lebih murah dibanding dengan di pasar dekat rumah, tapi di sini tidak bisa membersihkan ikan. Kami beli udang, simping, kerang dan ikan tongkol.
  • Day 7, Jumat, 1 agustus 2014
    • Tidak ada acara khusus kami hanya jalan-jalan sore, Felix dengan sepeda roda 3nya dan Eko naik sepeda sambil ajak momo, anjing kami jalan-jalan.
  • Day 8, Sabtu, 2 Agustus 2014
    • Tidak ada agenda khusus juga di hari ini, hanya saja sore hari kami makan di Pizza Hut karena Felix beberapa hari susah makan nasi, mana berat badannya sudah turun. Dan seperti biasa Felix makan nasi dengan topping daging giling yang dimasak dengan jamur, dan dia makan lahap tanpa dilepeh ataupun tolakan (http://ermamons.blogspot.com/2014/06/1st-trip-to-kbs.html).
  • Day 9, Minggu, 3 Agustus 2014  
    • Hanya ke gereja dan seperti biasa Felix saya ikutkan sekolah minggu daripada mengganggu kekhidmatan orang lain selama mengikuti misa.            

Sebenarnya tidak ada yang spesial di liburan lebaran tahun ini, tapi saya sekeluarga benar-benar menikmatinya.  Menjalani hari-hari tanpa rutinitas bekerja, bermain seharian bersama Felix, istirahat siang (hanya 1x saja dari 9 hari libur), bangun siang, dll. Saya tahu pasti Felix juga bahagia sekali berkumpul sama mami papinya, sampai tidur siang dan tidur malamnya susah, pengennnya main melulu bahkan sampai berat badan turun :(                              

Selasa, 29 Juli 2014

He is 1,5 years old now :)

Tampaknya waktu benar-benar menjadi sangat berharga saat ini. Tampaknya hari ke hari bahkan pergantian bulan begitu cepat rasanya.

posenya saat tidur, "an angel from heaven for me"

Akhir-akhir ini Felix lagi suka bobo bersama saya, biasanya papinya yang menidurkannya. Saat memandangnya tertidur saya kembali melihat karya ajaib Tuhan dalam hidup saya. Dan dalam tidurnya saya melihat betapa Felix sudah banyak bertumbuh (lahir berat 3,3 kg dan panjang 48 cm, saat ini berat 12,5 kg dan tinggi 80 cm). Dulu dia bayi yang sangat tergantung pada orang lain, dan sekarang sudah bertumbuh menjadi anak-anak dan kelak akan menjadi pribadi dewasa.

Pencapaian Felix di usia 1,5 tahun:
  • Total gigi ada 10 buah, sejak 10 bulan giginya sudah ada 8 buah (4 di atas dan 4 di bawah) dan baru tumbuh lagi beberapa waktu ini. Ada 2 tambahan gigi yang baru muncul yaitu 1 di geraham atas kanan dan 1 lagi di geraham kiri atas. Dan seperti anak lain saat proses tumbuhnya gigi, Felix agak malas makan, badan agak panas dan sedikit batuk pilek.
  • Sudah punya keinginan sendiri. Bila ditanya apa mau makan sudah bisa jawab, bila lapar maka Felix akan jawab "iya". Lucunya lagi  saat beberapa waktu lalu saya ke Batu, sebelumnya saya tanya apa Felix mau ke Batu? dijawab "iya", dan dia cukup konsisten pada saat saya menanyakan pertanyaan yang sama di kesempatan yang berbeda (http://ermamons.blogspot.com/2014/07/jalan-jalan-ke-kota-apel-batu.html.) Kalau pas lauk yang saya masak ngga suka bisa bilang "ngga mau" sambil geleng-geleng kepalanya.
  • Sudah bisa sandiwara. Sama seperti anak lain, Felix sudah bisa manja-manja dan merengek untuk mendapatkan yang diinginkan. Pernah suatu ketika saya melarang Felix main karena sudah malam dan dia merengek minta ijin, sambil menghadap kaca yang ada di kamar dia mewek (sambil menghadap kaca melihat wajahnya sendiri). Lalu saya bilang "ngapain action gitu", trus berhenti meweknya ganti manja-manja. Pada saat dia mewek bisa kluar air mata lho. Saya juga heran kok bisa anak segitu sudah bisa action dan paham saat saya menyatakan bahwa saya tau kalau dia action. 
  • Sudah bisa berlari, kemampuan ini membuat kami harus ekstra hati-hati, karena bagaimanapun Felix masih belum genap 2 tahun sehingga keseimbangannya masih belum sempurna sehingga masih sering jatuh.
  • Suka bermain. Tampaknya usia sekian sudah mengerti mainan, bila ke mall dan pas melewati tempat bermain pasti sudah tunjuk dan minta main. Memang sementara masih main di mainan yang ada musik sambil bergerak-gerak tapi dia bisa minta mainan yang sama berulang kali. Pernah suatu ketika kami pas ke toko perlengkapan bayi yang menjual mainan, langsung aja Felix tunjuk dan bilang "main", mbaknya langsung datang mau ambilkan mainan yang ditunjuk. Dan kalau sudah main agak ngga bisa berhenti walau sudah lapar, ngantuk dan capek, sampai kalau jalan miring-miring mau jatuh. Sementara mainan kesukaannya adalah mobil, begitu lihat mobil langsung bilang "mbil" sambil menunjuk.
  • Sudah mulai suka baca, walaupun belum bisa baca, saat malam hari sebelum tidur saya ajak baca alkitab anak-anak bergambar, walaupun saat dibacakan kurang suka, yang disukai adalah lihat gambar-gambarnya, jadi saya biasanya bukan membacakan tetapi menceritakan gambarnya. Sudah saatnya beli buku cerita bergambar. Namun beberapa kali buku ceritanya disobek :(
  • Sudah mulai suka coret-coret korbannya antara lain sofa di rumah dan tangannya sendiri. Kalau diajak menulis langsung datang tapi kalau diajari menggambar ngga mau juga....
  • sudah bisa berhitung 1-5 baik versi inggris maupun bahasa indonesia, juga warna merah dan biru. 
  • sudah kreatif pola berpikirnya, kalau dimarah maminya lari ke papi tapi kalau dimarah papi lari ke mami. Kalau mau main ke papi tapi kalau makan dan bobo ke mami. Kalau merasa terpojok cara melepaskan diri dengan merengek atau menggigit.
  • sudah bisa merangkai 2-3 kata sederhana seperti "ngga mau", "yik (baca Felix) mau maem", :mau mnum (baca minum)"
Time flows so fast and i found my baby already grow up now, but you are still my beloved baby boy :) Awaiting time to see you goes to school.