Selasa, 25 Agustus 2015

Finally sel with ESCJ

sebelum sel action dulu
Akhirnya setelah 2,5 tahun ngga berkomunitas, hanya rutinitas biasa, hanya dari sekedar bbm sederhana kami, sel ESCJ akhirnya bisa sel pada 16 Agustus yang lalu. Saya pun tidak menyangka bahwa banyak sekali yang datang, Mirna yang sudah lebih lama dari saya tidak sel di ESCJ, Susan yang tinggal di Jakarta, Dimas – Dewi yang sudah memiliki 3 anak dan juga sudah lama tidak sel, Alfons/Benny yang juga sudah lama tidak sel, Marina-Patrick yang juga sudah ada 2 anak dan lama tidak sel, Deb-Michael, Lili, Ko Ferry. Wow luar biasa bagaimana cara Tuhan mengumpulkan kami hanya dari sekedar chat di bbm dan kami bisa berkumpul.

Kami sel seperti biasa diawali doa pembukaan dan pujian, mungkin banyak yang canggung sehingga saat menyanyikan pujian masih kurag kompak, ada yang sibuk dengan anaknya dll. Tentunya untuk anak-anak saya bawa mainan, mobil-mobilan supaya anak-anak bisa duduk diam.

Lanjut sharing. Sharing yang sangat mengena buat saya adalah mengenai rejeki. Karena bertepatan dengan ultah pernikahan salah satu rekan, dia sharing bagaimana penyertaan Tuhan dalam pernikahan mereka, dia bersyukur sudah disediakan Tuhan pasangan yang terbaik, walaupun memang karena berbagai faktor ada perselisihan tetapi semuanya indah, termasuk bagaimana Tuhan menyertai perekonomian keluarga. Satu hal yang sangat menyentuh saya yaitu, Tuhan sudah menyediakan bagian rejeki tiap-tiap orang dan tergantung pada kita bagaimana mengolah dan menggunakan rejeki yang sudah kita dapatkan, apakah hanya digunakan untuk belanja, berfoya-foya, kita mau berbagi dengan yang kurang mampu, ditabung dll.

Saat masuk saat teduh/penyembahan, baru nyanyi, air mata ini sudah tak dapat dibendung lagi, betapa rindu hati ini bersekutu dengan Tuhan. Felix sampai melihat saya dengan heran “mami nangis”, “ kok nangis”. Suatu ketika dia akan paham bahwa banyak hal yang bisa membuat kita menangis bukan hanya hal yang sedih, tapi juga hal yang membahagiakan, hal yang melegakan.

Lalu masuk firman, yang diambil dari injil Markus sebagai berikut:

Markus 4:35-41

Konteks
Angin ribut diredakan
4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." 4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu n  di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" 4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya? o " 4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"


Sang pembawa firman mengawali dengan sedikit cerita bahwa pertama kali dia datang sel kondisinya sudah sangat berbeda dengan saat ini, ada yang sudah punya anak, ada yang anaknya bertambah banyak, ada yang menikah dllsb. Intinya setiap orang punya bahteranya masing-masing, bila pada saat single kita berada di bahtera orang tua kita, saat sudah menikah kita  yang mengemudi bahtera kita. Dan satu hal yang perlu untuk mengarungi bahtera kehidupan adalah doa, kalau dulu orang tua kita berdoa untuk keluarganya, dan saat kita sudah menikah dan kita tidak berdoa untuk bahtera kita, siapa yang akan berdoa atau mendoakan kita?

Dari bacaan tersebut disimpulkan oleh pembawa firman nada 2 B:
Bawa Yesus (seperti ayat 4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu). Karena kita adalah nahkoda maka kita perlu mengajak Yesus dalam keluarga kita seperti para murid. Kita mulai dari yang sederhana, berdoa bersama, makan bersama, memperkenalkan Yesus dan alkitab dan semua tradisi Katolik pada anak-anak.
Bangunkan  Yesus (seperti  ayat 4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"), saat kita mengalami tantangan bangunkan Yesus, kita panggil Dia. Dan info dari pembawa firman yang sudah lebih lama berumah tangga adalah bahwa tantangan berumah tangga paling banyak adalah dari awal pernikahan sampai sekitar 8 thn usia pernikahan. Bangunkan Yesus, maksudnya saat kita sudah putus asa dengan permasalahan yang kita hadai karena terlalu pelik, terlalu rumit dan seolah tak ada jalan keluar kita perlu usaha untuk membangunkan Yesus untuk turut serta dalam penyelesaian apa yang sedang kita hadapi. Membangunkan Yesus juga merupakan sebuah proses, tidak hanya untuk membangunkan Yesus, tetapi terkadang untuk membangunkan Yesus ada proses lain yang harus kita lalui, misalnya pertobatan dan penyerahan diri kita


Saya bahagia bisa sel setelah sekian lama, setelah selesai seperti biasa foto-foto dan makan. Semua pada urus anaknya sendiri-sendiri lalu ngobrol, seperti biasa cewek ngumpul sendiri demikian juga dengan para cowok. Entah kapan bisa kumpul lagi.

Kamis, 13 Agustus 2015

Jalan-jalan ke kota tahu

Sabtu tgl 8 Agustus yang lalu kami pergi ke Kediri untuk kondangan teman kantor saya. Sedikit sharing saja, sebenarnya saya sudah mengurungkan niat untuk ke Kediri karena sedang bokek. Ternyata tanpa diduga ada seorang sahabat lama tiba-tiba pesan paket man yuek untuk anaknya yang baru lahir, dan labanya benar-benar pas untuk biaya pergi ke Kediri. Tuhan mencukupkan, Tuhan menyediakan kebutuhan umatNya. Ini juga terkait dengan prinsip saya bahwa saya berusaha sebisa mungkin untuk selalu tepat janji pada anak. Kata para pakar psikologi perkembangan anak, bila anak sering dibohongi maka akan berpengaruh pada proses tumbuh kembang psikologis anak. Bila jaman dahulu seringkali orangtua membujuk anak yang rewel dengan sedikit membohongi, memang anak jadi diam dan tidak rewel tetapi anak bisa kehilangan rasa percaya terhadap orang tuanya.

Singkat cerita saat sudah memutuskan untuk pergi ke Kediri, hotel pada penuh semua, tampaknya banyak yang nikah karena tanggalnya mudah diingat 08.08.2015 (bila 2015 dijumlahkan jadi 08.08.08, etnis tionghoa suka banget dengan angka 8, katanya hokky). Akhirnya saya booking hotel Crown untuk kamar paling mahal (300 ribu dengan bath tub, ada 2 ranjang: 1 bed size queen dan 1 size single).

Kami rencana berangkat pagi, si Felix sengaja ngga masuk sekolah hari Sabtunya, pas saya juga giliran libur. Apa daya semua bangun kesiangan, jadi kami berangkat jam 10 pagi dari rumah, rencana mau berangkat pagi dan berenang di Gumul Paradise island urung sudah. Padahal kami sudah menyiapkan baju berenang.

Kami sampai di Crown hotel sekitar jam 12, check in sebentar masukin barang dan siap-siap makan. Begitu masuk hotel, karena hotelnya hotel lama dan kurang terawat, cahaya suram, tangga ke kamar gelap, si Felix sudah cemberut dan ngga semangat bahkan rewel. Katanya “Hotelnya jelek, hotelnya rusak”, saya langsung ketawa terbahak-bahak melihat responnya. Ternyata anak usia 2,5 tahun sudah mengerti kebersihan dan suasana.  Kami ke Ketos (Kediri Town square) makan siang sebentar dan Felix main di area bermain, saya belanja, sedikit memanjakan diri sambil beli baju kado ultah hubby yang sudah lewat.

Lalu saya kembali ke hotel, isi bath tub siap siap mandi. Walau dibilang hotel jelek dan rusak Felix menikmati loncat-loncat di tempat tidurnya. Lalu mandi di bath tub, saya bilang berenangnya di kamar. Lalu cap cus kondangan dan foto-foto, dan karena ngantuk rewellah si bos kecil. Dalam perjalanan balik hotel sudah bobo ni jagoan saya.


Paginya Felix bangun pagi dan kami berenang lagi. Beneran si Felix pose berenang, gayanya kaya di kolam renang. Ya setidaknya ada hiburan menggantikan rencana berenang kami. Setelah sarapan kami keluar hotel dan menuju Puh Sarang, salah satu objek wisata rohani Katolik di Kediri yang terkenal dengan Gua Maria Lourdes nya. Dalam perjalanan sempet juga salah jalan.


Di Puh Sarang kami beli lilin dan berdoa di Gua Maria, ini pertama kalinya Felix belajar menyalakan lilin dan dia sangat menikmati, bahkan walaupun tangannya kena panasnya lelehan lilin ngga marah, cuma wajahnya heran dan bersihkan tangannya saja.


Lalu kami jalan salib dengan membawa lilin. Berikut ada 15 tempat pemberhentian:
  1. Yesus di hukum mati
  2. Yesus memanggul salib
  3. Yesus Jatuh untuk pertama kalinya
  4. Yesus berjumpa dengan ibu-Nya
  5. Yesus ditolong oleh simon dari Kirine
  6. Wajah Yesus diusap oleh Veronika
  7. Yesus jatuh untuk kedua kalinya
  8. Yesus menghibur perempuan-perempuan yang menangisi-Nya
  9. Yesus jatuh untuk ketiga kalinya
  10. Pakaian Yesus ditanggalkan
  11. Yesus disalibkan
  12. Yesus wafat di kayu salib
  13. Yesus diturunkan dari salib
  14. Yesus dimakamkan
  15. Yesus bangkit dari Kubur

Di tiap pemberhentian kami cerita sedikit tentang tiap peristiwa, tapi kali ini papinya yang banyak cerita, tumbenan biasanya maminya yang bagian cerita-cerita. Karena Felix bangun pagi jadi dia sudah ngantuk waktu jalan salib dan minta gendong, jadinya gantian deh gendongnya. Untung rute jalan salib ngga terlalu jauh.
Felix cukup menikmati jalan salib dengan patung yang besar-besar dan berwarna keemasan dan seringkali bilang mau lihat, patungnya maksudnya. Sambil bilang kasian Tuhan Yesusnya jatuh, angkat salib, kedinginan. Respon di pemberhentian terakhir lucu banget. Lho kok hilang, bilang begitu sampai berulang kali. Mungkin belum paham konsep bangkit, its ok yang penting dia tahu dulu, kelak dia akan paham dengan sendirinya.
Itu perjalanan singkat kami ke Kediri, liburan singkat sambil kondangan teman kantor. Setelah lama tidak ke Kediri, terakhir saya ke Kediri sekitar 9 tahun yang lalu, banyak sekali perubahan, sudah ada beberapa mall yang megah berdiri: Ketos ada hypermart, Kediri mall ada Carrefour, sungguh jauh berbeda dengan saat pertama kali saya ke sana 9 tahun yang lalu.
Sepanjang perjalanan ke Surabaya Felix bobo dengan nyenyak lalu lanjut pijit di Toddie, ini rencana pijit yang tertunda dari libur lebaran, tuh gayanya yang bossy nonton TV sambil dipijit, OMG.

Ini salah satu hasil berburu di pohsarang, hubby beli bunga rosella segar, sekilo hanya 20 ribu, dibuat sirup biar lebih tahan lama.

Selasa, 11 Agustus 2015

Nasi tim ayam

Suka banget dengan nasi tim, berawal dari teman kantor yang dagang nasi tim, enak banget dan gurih, dan saya tertantang untuk mencoba resepnya. Setelah Tanya dengan si pedagang nasi tim, dan saya akhirnya sudah praktek saat libur lebaran yang lalu, dan ternyata uenakkkkk. Saya hanya buat 3 porsi, sayangnya Felix kurang suka, tapi si papi malah seporsi kurang banyak katanya nyampai leher aja belonnnn.

Bila kurang suka ayam dapat diganti dengan daging sapi atau daging babi. Kalau saya sendiri menggunakan daging giling, tapi bila suka masih berbentuk daging bisa menggunakan daging yang dipotong dadu kecil-kecil 0.5*0.5 cm.

Nasi:
minyak untuk menumis 2 sendok makan
minyak wijen 2 sendok teh
bawang putih 3 siung, memarkan
beras 300 gram
air 750 ml

Tumisan Ayam:
minyak untuk menumis 3 sendok makan
bawang putih 3 siung, memarkan dan cincang halus
daging ayam 200 gram, cincang / giling
jamur merang 15 gram, iris tipis
merica bubuk 1 sendok teh
kecap manis 4 sendok makan
kecap asin 3 sendok makan
minyak wijen 1sendok makan
air 125 ml

Kuah
kaldu ayam 500 ml
merica bubuk 1/4 sendok teh
daun bawang 1 tangkai, iris halus
garam secukupnya
semua bahan campur jadi satu lalu didihkan

Cara Membuat Nasi Tim Ayam Jamur

Nasi, panaskan minyak goreng dan minyak wijen lalu tumis bawang putih, hingga harum. Masukan beras dan aduk hingga rata. Tungkan air dan garam masak sampai matang dan air habis sambil sesekali diaduk. Angkat lalu tiriskan.

Tumisan, panaskan minyak lalu tumis bawang putih hingga harum. Masukan jamur dan ayam yang sudah dicincang. Aduk sampai ayam berubah warna kemudian tambahkan kecap manis, kecap asin, merica, dan air. Aduk agar rata dan masak sampai kuah kental dan daging ayam matang. Angkat lalu tiriskan

Ambil mangkok alumunium dan olesi dengan minyak goreng.
Isi mangkok tersebut dengan tumisan lalu tambahkan nasi diatasnya sambil di padatkan.
Kukus kurang lebih 1 jam, lalu angkat.
Nasi tim ayam jamur siap disajikan bersama kuahnya.

Karena hubby kurang suka jahe, jadi tanpa jahe, bila dengan sedikit jahe pasti lebih mak nyusss.

Bahan isian (daging giling) bisa disimpan lho, dan bisa digunakan untuk berikutnya, atau untuk isian pangsit goreng, untuk lauk pangsit mie, isian roti goreng, dimakan dengan nasi hangat, isian kebab, dimakan dengan roti tawar, isian bakpao, atau buat isi hiwan (bahwan ikan). So buat ibu rumah tangga yang sibuk buat isian ini praktis banget, buat sekali bisa untuk berbagai menu yang pastinya ngga bosan. Tinggal dibagi-bagi di kotak dan simpan di freezer, tiap mau pakai tinggal ambil sesuai kebutuhan. Dalam freezer bisa bertahan sampai sebulan dan seminggu di lemari pendingin.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Lebaran Lebaran ayuk kita Lebaran

Itu judul lagu sih, hanya saja walau tidak merayakan Lebaran (hari raya Idul Fitri) tapi saya ikut menikmati libur yang lumayan panjang. Tahun ini kami tidak kemana-mana, hanya stay di Surabaya saja dan menikmati Surabaya yang lengang. Kondisi kompleks benar-benar sepi, tampaknya karena pedagang pasar dekat rumah pada libur, secara tetangga saya banyak yang tetap di rumah (alias tidak mudik).

bawa troly bag di lobby hotel
Karena selama bulan Ramadhan kami pas sedikit sibuk, ada jual kue kering, parcel, astor, pudding, brownies dll, sehingga hari-hari kami benar-benar kejar-kejaran dengan waktu. Pulang kerja jemput Felix trus ambil barang dan antar. Belum lagi load pekerjaan di kantor yang selalu mengerikan menjelang idul Fitri, rasanya memang libur Lebaran ini begitu dinanti semua orang.

Karena kami ingin menikmati libur, momo masuk asrama, alias penitipan anjing selama seminggu. Kami benar-benar ingin menikmati waktu libur dimana kami bisa menghabiskan waktu bersama sedikit bisa menggantikan waktu yang sudah kami lewatkan.

Kami memutuskan semalam stay di hotel, kami menginap di Hotel Sahid Gunawangsa Manyar.  Sempat galau milih hotel, yang diingini hanya ada kolam renang, untuk Felix berenang, dan akhirnya pilihan jatuh ke Sahid Gunawangsa karena murah dengan menggunakan member dari kantor hubby.

Kami keluar rumah tgl 16 Juli karena tgl 15 saya masih bekerja, dari rumah kami makan siang di depot mie UP dekat rumah dan cap cus ke hotel untuk check in. Si bos kecil memang sengaja saya bawakan troly oleh-oleh dari mak beberapa waktu lalu, salah satu tujuannya supaya dia juga ikut membantu bawa barang dan belajar sedikit tanggung jawab. Tanpa diduga, Felix cukup menikmati membawa troly nya dan sudah ngga sabar mau naik lift (baca : ting tung) dan segera nyebur ke kolam berenang.

Sampai di kamar Cuma habiskan waktu sambil nonton TV dan makan snack (saya bawa kastengel, so yummy). Lalu ambil welcome drink, enak seger gitu rasa green tea, saying ngga sempat difoto, slurppp.

Sekitar jam 3.30 kami siap-siap untuk berenang. Sebelumnya dapat tips dari Ce Maria tetangga saya, supaya anak tidak sakit setelah berenang: sebelum berenang minum tolak angin anak. Awalnya si Felix ngga mau rasanya aneh buat dia dan ada sedikit hangatnya (padahal menurut saya rasanya sudah manis terutama dibandingkan yang dewasa). Dan bener lho tahes anaknya, bahkan sedang berenang bisa sendawa.

Untung mengikuti tips nya, pas berenang angin sedang kencang sekali bahkan sempat kedinginan, brrrr tapi beneran ngga sakit. Abis berenang bilas sebentar, saya bilang kita main hujan-hujanan (mandi pakai shower) trus santai-santai. Dasar ni anak ngantuk dan capek jadi agak rewel deh.

Sore kluar makan malam trus balik hotel lagi. Ngga lama maminya bobo, secara memang niat hati menikmati waktu libur setelah sebulan penat dengan berbagai aktivitas. Keesokan harinya kami cuma sarapan lalu berenang dan pulang rumah.

main bom bom bar di Food Fest
Libur hari kedua kami hanya main sebentar di Food Fest (sini), walau ngantuk tetep saja dia menikmati dan pengen main. Seperti biasa dia main loncat-loncat di trampolin, tapi kali ini ada mainan baru yang baru dicoba, bom bom car, memang baru ini naik bom bom car, karena memang saya galau mau mulai usia berapa bisa naik bom bom car, yang saya khawatirkan guncangannya.
main di east coast  sebelumm  ke FF, sudah sudah  suka main game

Hari ketiga, akhirnya saya playdate bersama sahabat lama, Yuliana ke Kebun Bibit  di bratang. Sudah lama sekali sebenarnya saya ingin ke Kebun bibit, karena ada rusa di sana sehingga bisa kasih makan rusa. Saya memang sudah mempersiapkan mau memberi makan rusa, saya bawa sayur sawi seikat ternyata kurang, rusanya ganas, begitu ada makanan langsung ditarik. Untungnya ada beberapa pedagang yang jual kacang panjang untuk memberi makan rusa.

senyum lebarnya sungguh menyenangkan
Selain rusa ada juga kandang burung yang cukup besar berisi aneka burung termasuk ayam, kalkun dan burung merak dan ada juga kolam ikan. Ada juga berbagai permainan anak sederhana seperti perosotan, ayunan, outbond sederhana. Felix suka banget lihat kandang burung dan kasih makan rusa, bisa lari-lari juga. Masuknya gratis lho, tempatnya rindang dengan banyak sekali pohon besar, bisa buat picnic dan tentunya buat refreshing di tengah hiruk pikuk Surabaya yang penuh asap polusi. Recommended untuk bawa anak ke sini, untuk mengenalkan alam,  bermain  dengan hewan, outbond gratis, picnic.
mengamati

Di sana saya beli keong, harganya 5 ribu dapat 3, itupun keong sudah dicat sehingga menarik. Pluss rumah-rumahan seharga 5 ribu jadi total 10 ribu rumah + 3 keong / kecomang. Sungguh miris rasanya, untuk mendapat uang segitu harus berjuang di hari raya berjualan, sedangkan buat sebagian orang lain jumlah uang yang sama seolah tak berarti. Banyak juga petugas kebersihan yang seharusnya  berkumpul dengan  keluarga,justru bekerja dengan giat dan berbagi senyum, sungguh langka sekali.
di depan kolam ikan


Minggu, 26 Juli 2015

Just a little share

Ku Tak Akan Menyerah

Dalam s’gala perkara
Tuhan punya rencana
Yang lebih besar dari
Semua yang terpikirkan
Apapun yang Kau perbuat
Tak ada maksud jahat
S’bab itu kulakukan 
Semua denganMu Tuhan

Reff:

Ku tak akan menyerah pada apapun juga
Sebelum ku coba, semua yang ku bisa
Tetapi kuberserah kepada kehendakMu
Hatiku percaya Tuhan punya rencana.

Mungkin semua orang kristiani pernah mendengar lagu tersebut. Entah mengapa saya terngiang lagu tersebut, dan merasa sangat dikuatkan. Bahwa manusia berusaha sekuat mungkin tetapi tetap menyerahkan pada Tuhan, sang empunya hidup dan percaya padaNya.

Saya bukan tipe orang yang teratur dalam hal finansial, bukan tipe yang pandai menabung juga. Saya sedari dulu lebih mengalir dalam segala hal, mungkin sedikit menurun mami saya. Saya percaya Tuhan akan buka jalan dalam setiap jalan kehidupan saya.

Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, terutama dengan berbagai tuntutan ekonomi sekarang, kekhawatiran akan masa depan, biaya hidup, biaya pendidikan anak, biaya pensiun begitu mengerikan, seolah saya lupa prinsip saya bahwa Tuhan akan buka jalan. Saya penuh kekhawatiran, tekanan dan saya merasa bahwa saya tidak tenang dalam hidup.

Sampai lagu di atas terngiang di otak saya, saya merasa tertampar bahkan saya menangis saat menyanyikannya.

Saya memang punya pemikiran untuk memiliki bisnis sendiri , entah kapan terwujud. Yang saya mau, bergerak di dunia kuliner. Dan saya mulai mengawalinya dengan menjual kue. Kecil-kecilan sambil bekerja, bila ada yang pesan ya saya buatkan. Saya juga mengiklankan via website groupon disdus dan salah satu account instagram, juga membuat brosur.

Tanpa saya sadari  ternyata dari usaha kecil-kecilan ini Tuhan mencukupkan setiap kebutuhan saya, saat saya butuh uang lebih Tuhan kirimkan orang untuk membeli kue, demikian dan seterusnya.

Sampai siang tadi saat menghadiri misa minggu, biasanya saya menemani Felix sekolah minggu tapi Tuhan atur kami tidak sekolah minggu dan saya bisa konsentrasi mendengar kotbah romo. Bebetapa hal yang perlu saya bagikan:
  • Family that prays together, eats together will stay together. betapa saya tertohok, lama sekali kami tidak berdoa bersama, padahal kami punya cita-cita untuk selalu ajak anak punya waktu berdoa bersama, seberapapun singkat waktunya. Mari kita tingkatkan frekuensi doa bersama keluarga.
  • Jesus always give the best, Romo mengisahkan mengenai 5 roti dan 2 ikan, yang cukup untuk memberi makan ribuan orang, mengapa kita memberi juga bukan yang terbaik entah saat kolekte atau waktu orangtua untuk anak, sudahkan memberi waktu terbaik dan bukan sisa waktu, saat tenaga sudah habis dan larut malam.
  • God is never outdone in generousity, Tuhan tidak akan pernah kalah pemurahnya. Seringkali kita memberi bukan dengan tujuan memberi, tetapi membuang.Misalnya memberi baju bekas, bukan karena mau memberi tetapi misal dengan alasan bosan, sudah tidak cukup, rusak dll. Saat kita memberi yang terbaik pada Tuhan, maka Tuhan akan kembalikan pada kita berkali-kali lipat. Tuhan tidak akan kalah sifat pemurahnya dibanding kita. Dan ini seringkali saya alami, misal saat tidak ada uang dan saya tetap memberi entah kolekte atau memberi teman yang membutuhkan, Tuhan bukakan jalan untuk saya, ada saja rejeki yang datang.
Dan di tengah misa, seolah Tuhan bertanya pada saya secara pribadi, tanpa ada orang di sekitar saya, bila anakmu jadi Romo, is it ok? Saya tidak dapat menjawabnya dan hanya terdiam. 

Semoga share ini bisa berguna juga untuk saya agar saya terus bersyukur dan mengandalkan Tuhan setiap saat.

Sabtu, 25 Juli 2015

Brownies kukus pisang

Bahan: 
- 150 gram dark cooking chocolate/coklat hitam masak
- 125 gram gula pasir
 
- 3 sendok makan mentega/margarine suhu ruang 
- 2 sendok teh vanilla extract atau 1/2 sendok teh vanili bubuk (jika menggunakan vanili bubuk, ayak bersama tepung terigu)
 , saya skip
- 300 gram pisang ambon/cavendish/raja (kira-kira 2 1/2 - 3 buah), haluskan dengan garpu
- 2 butir telur ayam ukuran besar, kocok lepas 
- 100 gram tepung terigu serba guna (saya pakai Segitiga Biru) 
- 1/2 sendok teh baking powder, pastikan fresh, cek masa kedaluarsanya. Saya sarankan gunakan yangdouble acting. 
 
- 20 gram coklat bubuk, gunakan yang berkualitas baik  
- 1/2 sendok teh garam

Cara membuat:
Siapkan loyang ukuran 20 x 20 cm atau diameter 20 cm, olesi dengan mentega dan alasi bagian dasarnya dengan kertas minyak. Sisihkan.

Siapkan mangkuk, masukkan tepung terigu, coklat bubuk, baking powder dan garam, aduk rata. Sisihkan. 

Siapkan mangkuk tahan panas (kaca atau alumunium), letakkan mangkuk diatas panci berisi air mendidih. Masukkan coklat blok ke mangkuk, dan panaskan dengan api kecil menggunakan teknikdouble-boiler (tim) hingga coklat meleleh. Angkat dari api. 

Aduk coklat dengan spatula balon hingga smooth,tambahkan gula pasir, mentega/margarine, dan vanilla ekstrak, aduk hingga semua bahan larut dan menjadi halus. Jika terlalu kental panaskan sebentar di panci berisi air mendidih hingga menjadi agak lumer. 


Tuangkan coklat leleh ke dalam mangkuk yang agak besar, masukkan puree pisang ke dalamnya, aduk rata. Tambahkan telur kocok, pastikan coklat tidak panas saat menambahkan telur agar telur tidak matang. Aduk hingga adonan halus.

Masukkan tepung dalam tiga tahapan, aduk perlahan dengan spatula hingga rata. Tuangkan adonan ke dalam loyang, ratakan permukaannya. Masukkan ke dalam dandang kukusan yang airnya telah mendidih, tutup permukaan dandang dengan kain bersih yang menyerap air, tutup rapat dengan penutup kukusan. 


Kukus kue selama 45 - 50 menit atau hingga brownies matang dan tidak lengket saat di tusuk dengan lidi. Keluarkan dari dalam dandang. 

Note: Gunakan api sedang saat mengukus, kondisi dandang air terisi banyak sehingga cukup untuk mengukus selama 50 menit. Jangan membuka penutup kukusan selama kue dimasak.

Diamkan sejenak untuk menghilangkan uap panasnya, keluarkan brownies dari loyang dan potong-potong sesuai selera.

resep diambil dari: http://www.justtryandtaste.com/2012/02/amatir-cooking-class-dengan-tyas-rahma.html?m=1

Saat punya pisang berlebih, dibuang sayang, karena sedari kecil saya memang jarang buang makanan, tabu buang makanan di keluarga saya. Sebenarnya mau buat muffin pisang, karena resep tak kunjung ketemu, buka google dan blog favorit saya, just try and taste, ketemu resep ini. Dan karena semua bahan ada, buatnya gampang, ga pakai mixer dan oven, buat aja deh. so buat moms yang ga punya mixer dan oven, bisa kok buat snack enak buat kids. Soal rasa dijamin puas dengan karya kita, legit choklat dan pisang nyatu jadi satu.





Rabu, 24 Juni 2015

Monkasel/ Monumen Kapal Selam

Akhir bulan mei yang lalu kami kedatangan tamu dari Semarang yang ke Surabaya untuk berobat. Akhirnya kami menjamu tamu tersebut dari menjemput di airport, kemudian makan siang, lalu mengantar ke kantor PMI sebentar dan kemudian menjemput dan makan malam di salah satu resto Kwetiaw Medan di Jl. Kedungdoro yang antri itu, tepatnya di Apeng.

Sebenarnya bukan rutinitas itu yang mau saya sampaikan tetapi aktivitas kami selama menunggu tamu kami sebelum kami menjemputnya untuk jalan-jalan dan makan malam. Karena tamu kami ada acara di PMI (tengah kota, di Embong Ploso), akhirnya kami ke Delta Plaza, saya sendiri merasa kurang nyaman bila jalan-jalan di Delta Plaza, entah mengapa saya juga kurang paham.

Karena sudah di area sana, saya ajak nih hubby saya yang pastinya malas banget ke area museum. Masuklah kami ke Monkasel (Monumen Kapal Selam) yang terletak di sebelah Delta Plaza, karena kami ke sana pas di siang hari (sekitar pkl 13.30) bisa dibayangkan betapa teriknya. Tiket masuk hanya 10 ribu rupiah saja sudah termasuk nonton video.




Pembatas tiap ruangan ada pintu bulat yang tentunya untuk saya dan hubby yang berukuran tubuh extra butuh trik tertentu, jadilah kita tertawa sendiri sampai ada orang dibelakang kami yang ikutan tertawa lihat ni mama papa kok lebih lucu dari anaknya wkwkwkwk.

Saya sendiri sudah ke2 kali ke tempat ini, itupun sudah sekitar 10 tahun yang lalu. Dan saya tetap saja cukup terpesona dengan kapal selamnya. Kapal selam bekas perang puluhan tahun yang lalu sudah menggunakan teknologi yang menurut saya cukup canggih.

Sedangkan saya sendiri kagum juga dengan para kru kapal tersebut. Saya tidak akan betah tinggal dalam kapal selam itu dengan ruang yang sempit dantentunya tidak ada udara luar, OMG, dengan makanan yang mungkin hanya makanan kaleng untuk dipanaskan, karena kompornya kanya berupa elemen pemanas. Bila seperti ini salut deh dengan para pejuang.

Si Felix yang semula antusias tapi juga ngantuk mulai “on” karena senang melihat objek yang baru untuk dia. Pas ada ruangan yang agak luas, mungkin ruang mesin langsung aja si Junior lari-lari sambil ketawa-ketawa. Sambil putar-putar semacam kemudi (valve) dia merasa mengemudikan mobil sambil lirik mami papinya dan tersenyum simpul. Tampak dia happy walaupun dia belum dapat mengungkapkannya.

Seiring dengan berjalannya waktu kami tiba di ujung kapal selam dan saat melihat pintu keluar dan papinya kluar sambil turun tangga dan ajak turun mulailah si Felix rewel dan tidak mau turun, masih mau jadi pelaut tampaknya. Karena Felix ngga mau turun dan daripada kepanasan si papi akhirnya naik lagi dan main-main di ruangan yang agak luas tadi.

Lalu kami berencana nonton video yang sudah termasuk dalam tiket yang sudah kami bayar. Sambil menanti kami jalan-jalan ke arah sungai ternyata ada kolam renang kecil dan tentunya Felix ingin banget main air. Karena tanpa persiapan tentunya kami tidak mau berenang selain itu berenang di tempat terbuka, tentu bukan pilihan buat kami.

Sambil duduk di tepi sungai dan minum the melihat seberang sungai banyak lalu lalang mobil dan ada tiga perahu yang digunakan untuk lomba di malam hari. Setelah bosan kami kea rah ruangan video, video diputar pkl 14.00. Tapi karena banyak sekali yang berebut masuk saya jadi malas juga dan memutuskan pulang. Sebelum pulang kami sempat melihat ayam yang memang ada di sana.

Walaupun ini bukan liburan/rekreasi yang kami rencanakan tetapi saya yakin Felix cukup menikmatinya. Seandainya tidak ada tamu dari Semarang pasti F elix tidak main ke Monkasel saat itu. Monkasel ini merupakan salah satu tempat rekreasi yang baik untuk anak-anak karena mendidik.