Selasa, 29 September 2015

New Pet for Felix

Agustus yang lalu ada sedikit rejeki tambahan dan saya yang sudah lama ingin pelihara ikan di rumah, nekat aja beli aquarium kecil di rumah. Pulang jemput Felix hari Sabtu langsung ke toko aquarium dekat rumah dan beli aquarium kecil dan beberapa ekor ikan.

Saya pribadi dari kecil sudah biasa punya banyak peliharaan di rumah. Beberapa hewan peliharaan di rumah saya semasa saya kecil yaitu: ayam, burung hias seperti parkit, burung puyuh, burung beo, burung kicau seperti perkutut, ikan di kolam dan ikan di aquarium, kelinci, marmut, kura-kura, anjing. Jadi saya sudah terbiasa dengan binatang peliharaan.

Kami memang memelihara anjing sejak mami saya meninggal 4 tahun lalu, anjing mini pincer yang diberi nama Lassie saya bawa dari Probolinggo dan karena pergaulan bebas punya anak, salah satunya anjing jantan Momo yang kami pelihara. Lassi si  induk dengan terpaksa diadopsi oleh mama teman karena pada usia kehamilan 4 bulan saya pendarahan dan memang mengurangi kontak dengan anjing, saya juga tidak tahu bagaimana kabarnya si Lassie, kadang kangen juga. Momo juga sempat diadopsi tapi hanya bertahan semalam karena menggonggong terus dan tetangga adopter terganggu sehingga Momo dipulangkan dan sampai sekarang masih kami pelihara.

Felix sendiri lumayan sayang dengan Momo dan mulai mau terlibat dalam pemeliharaan Momo seperti membelai (disayang), memberi makan/snack dan ajak bermain , walaupun kadang usil, misal dipukul, ekor dipegang dll.

Sebenarnya tahun lalu saat ada Animal Day di daycare di mana setiap anak harus membawa binatang peliharaan, Felix saya bawakan Ikan, tetapi karena kami ke luar kota sehingga ikan kami sumbangkan ke teman.

Singkat cerita saat ini kami pelihara ikan lagi, beli perlengkapannya juga nyicil. Awal sempat setiap hari ada ikan yang mati, lalu beli ikan lagi supaya penuh dan mati lagi.

bangun tidur langsung ke TKP
Dari awal memutuskan memelihara ikan, saya sudah menegaskan bahwa Felix yang bertanggung jawab memberi makan ikan saat pagi dan sore hari. Awal-awal pemeliharaan setiap hari sebangun tidur langsung mau lihat ikan, dengan wajah serius. Beberapa kali juga suapin Felix di depan aquarium. Memelihara ikan adalah peliharaan paling sederhana, murah, mudah, dan yang pasti kami mau mengajarkan Felix tanggung jawab.

Banyak informasi yang saya terima bahwa adanya binatang peliharaan di rumah cukup banyak manfaatnya seperti:
*Anak belajar bertanggung jawab terhadap binatang peliharaan
*Anak belajar mencintai makluk ciptaan Tuhan
*Anak belajar mengasihi tanpa syarat, karena memang kasih yang tulus dan tidak mengharap balas budi

Dan pastinya banyak juga manfaat lain, jadi jangan ragu untuk memiliki hewan peliharaan, apa yang akan dipelihara disesuaikan dengan hobby, budget, lingkungan, dan pertimbangan lain seperti kesehatan dan norma agama.

Burger kerikil


Bacaan di bawah ini adalah renungan yang saya dapat di kantor beberapa hari yang lalu, semoga bisamenhadi berkat buat kita semua.


 

Ayat bacaan: Amsal 20:1"Roti hasil tipuan sedap rasanya, tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil. Kalau mau cepat dapat duit, cara paling mudah jelas lewat hal curang. Bentuk dan jalannya tak terhingga banyaknya. Korupsi, mengemplang uang yang bukan jadi hak kita, menggelembungkan angka-angka pada proposal, sampai menjual produk-produk yang sangat berbahaya buat kesehatan. Ikan yang sudah busuk, daging yang sudah tidak layak konsumsi, bahkan ayam dan sapi yang digelontor air lewat selang hidup-hidup agar terlihat gendut sehingga harganya bisa mahal. Itu bisa mendatangkan keuntungan berkali lipat dari normal. Atau makanan yang diawetkan dengan formalin supaya tahan lama atau memakai bahan-bahan kimia lainnya yang berbahaya buat kesehatan baik dalam jangka waktu lama maupun singkat, gorengan yang dicampur plastik saat digoreng supaya tetap renyah. Sulit dimengerti kenapa manusia bisa sampai sekejam itu, tega mengorbankan nyawa orang lain, kejam terhadap manusia dan hewan hanya karena mengejar keuntungan pribadi yang fana. Tapi kenyataannya seperti itulah sifat banyak orang. Dengan alasan terdesak tekanan ekonomi, mereka tidak lagi punya hati dan perasaan. Kenapa bisa begitu? Ya karena memang keuntungannya cepat dan menggiurkan nilainya. Mau bagaimana resiko atau konsekuensi itu soal nanti. Dosa? Itu juga nanti saja pikirkan. Yang penting keruk dulu sebanyak-banyaknya sekarang, kalau perlu mengorbankan orang lain ya apa boleh buat.

Hikmat Salomo ada yang berbicara mengenai perilaku penipuan. "Roti hasil tipuan sedap rasanya, tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil." (Amsal 20:17). Ilustrasi gambar yang saya pakai hari ini dengan jelas menjelaskan ayat ini secara visual. Secara sepintas anda melihat sebuah burger yang siap disantap. Tapi kalau anda teliti lagi baik-baik, maka anda akan melihat bahwa burger tersebut berisi kerikil-kerikil tajam yang pasti merusak dan menghancurkan mulut siapapun yang mengunyahnya. Seperti itulah bentuknya segala harta atau keuntungan yang kita peroleh lewat kecurangan atau menipu. Menggiurkan, terlihat sedap, tapi sangatlah berbahaya kalau dilakukan.

Bayangkan kalau seandainya kita disuruh makan kerikil. Jangankan memakannya, memasukkannya ke mulut saja saya yakin tidak ada yang mau. Mulut bisa luka dan gigi bisa patah kalau dipaksa mengunyah kerikil. Dan seperti itulah kalau kita makan dari roti hasil tipuan. Roti disini berbicara lebih luas dari sekedar roti biasa. Roti bisa mewakili kebutuhan-kebutuhan jasmani lainnya dan harta kekayaan. Sebuah peringatan yang cukup keras kepada orang-orang yang mencari keuntungan lewat tipuan atau cara-cara curang.

Dalam kitab Ratapan kita kembali bertemu dengan penderitaan yang digambarkan dengan mulut penuh kerikil karena menempuh cara yang curang. "Ia meremukkan gigi-gigiku dengan memberi aku makan kerikil; Ia menekan aku ke dalam debu" (Ratapan 3:16). Begitu banyak orang yang tidak berpikir panjang dan hanya fokus untuk memperoleh keuntungan cepat lewat cara-cara yang tidak benar. Berpikir cepat tanpa pertimbangan, hanya mengejar keuntungan sesaat tanpa menyadari apa yang nantinya harus siap ditanggung sebagai konsekuensinya. Bencana dan kebinasaan pun menanti mereka-mereka ini. "Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa." (Amsal 22:8). Hal itu terjadi karena kecurangan adalah sebuah kekejian di mata Tuhan. "Sebab setiap orang yang melakukan hal yang demikian, setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu." (Ulangan 25:16). Bukankah sangat disayangkan apabila keuntungan yang hanya bisa dinikmati sesaat lewat kecurangan nantinya berubah menjadi bencana penuh penderitaan menuju kebinasaan?

Dalam hidup kita godaan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya akan selalu ada. Keinginan untuk memiliki segalanya terus menjadi racun bagi siapapun yang siap membinasakan apabila terminum. Ingat bahwa Tuhan tidak melarang anak-anakNya untuk memiliki banyak harta, tetapi agar kita berhati-hati menyikapi masalah harta. Dari mana datangnya, apakah merupakan berkat dari Tuhan yang hadir lewat keseriusan dan kejujuran kita dalam bekerja, atau lewat jalan-jalan yang curang atau kejahatan yang tega mengorbankan hidup orang lain.  Tidak akan pernah ada kata cukup bagi mereka yang mendasarkan hidup pada kecintaan terhadap harta benda, dan semua itu akan berakhir sia-sia. "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia." (Pengkotbah 5:10).  Karenanya kita harus waspada. Keuntungan lewat cara curang mungkin bisa terlihat senikmat burger, tapi isinya penuh kerikil yang akan menyakiti kita kalau tergigit.

Harta lewat kecurangan mungkin sedap rasanya, tapi itu bagai mengunyah kerikil yang hanya akan mendatangkan penderitaan
urger Kerikil
 

Ayat bacaan: Amsal 20:17
========================
"Roti hasil tipuan sedap rasanya, tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil."


Kalau mau cepat dapat duit, cara paling mudah jelas lewat hal curang. Bentuk dan jalannya tak terhingga banyaknya. Korupsi, mengemplang uang yang bukan jadi hak kita, menggelembungkan angka-angka pada proposal, sampai menjual produk-produk yang sangat berbahaya buat kesehatan. Ikan yang sudah busuk, daging yang sudah tidak layak konsumsi, bahkan ayam dan sapi yang digelontor air lewat selang hidup-hidup agar terlihat gendut sehingga harganya bisa mahal. Itu bisa mendatangkan keuntungan berkali lipat dari normal. Atau makanan yang diawetkan dengan formalin supaya tahan lama atau memakai bahan-bahan kimia lainnya yang berbahaya buat kesehatan baik dalam jangka waktu lama maupun singkat, gorengan yang dicampur plastik saat digoreng supaya tetap renyah. Sulit dimengerti kenapa manusia bisa sampai sekejam itu, tega mengorbankan nyawa orang lain, kejam terhadap manusia dan hewan hanya karena mengejar keuntungan pribadi yang fana. Tapi kenyataannya seperti itulah sifat banyak orang. Dengan alasan terdesak tekanan ekonomi, mereka tidak lagi punya hati dan perasaan. Kenapa bisa begitu? Ya karena memang keuntungannya cepat dan menggiurkan nilainya. Mau bagaimana resiko atau konsekuensi itu soal nanti. Dosa? Itu juga nanti saja pikirkan. Yang penting keruk dulu sebanyak-banyaknya sekarang, kalau perlu mengorbankan orang lain ya apa boleh buat.

Hikmat Salomo ada yang berbicara mengenai perilaku penipuan. "Roti hasil tipuan sedap rasanya, tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil." (Amsal 20:17). Ilustrasi gambar yang saya pakai hari ini dengan jelas menjelaskan ayat ini secara visual. Secara sepintas anda melihat sebuah burger yang siap disantap. Tapi kalau anda teliti lagi baik-baik, maka anda akan melihat bahwa burger tersebut berisi kerikil-kerikil tajam yang pasti merusak dan menghancurkan mulut siapapun yang mengunyahnya. Seperti itulah bentuknya segala harta atau keuntungan yang kita peroleh lewat kecurangan atau menipu. Menggiurkan, terlihat sedap, tapi sangatlah berbahaya kalau dilakukan.

Bayangkan kalau seandainya kita disuruh makan kerikil. Jangankan memakannya, memasukkannya ke mulut saja saya yakin tidak ada yang mau. Mulut bisa luka dan gigi bisa patah kalau dipaksa mengunyah kerikil. Dan seperti itulah kalau kita makan dari roti hasil tipuan. Roti disini berbicara lebih luas dari sekedar roti biasa. Roti bisa mewakili kebutuhan-kebutuhan jasmani lainnya dan harta kekayaan. Sebuah peringatan yang cukup keras kepada orang-orang yang mencari keuntungan lewat tipuan atau cara-cara curang.

Dalam kitab Ratapan kita kembali bertemu dengan penderitaan yang digambarkan dengan mulut penuh kerikil karena menempuh cara yang curang. "Ia meremukkan gigi-gigiku dengan memberi aku makan kerikil; Ia menekan aku ke dalam debu" (Ratapan 3:16). Begitu banyak orang yang tidak berpikir panjang dan hanya fokus untuk memperoleh keuntungan cepat lewat cara-cara yang tidak benar. Berpikir cepat tanpa pertimbangan, hanya mengejar keuntungan sesaat tanpa menyadari apa yang nantinya harus siap ditanggung sebagai konsekuensinya. Bencana dan kebinasaan pun menanti mereka-mereka ini. "Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana, dan tongkat amarahnya akan habis binasa." (Amsal 22:8). Hal itu terjadi karena kecurangan adalah sebuah kekejian di mata Tuhan. "Sebab setiap orang yang melakukan hal yang demikian, setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu." (Ulangan 25:16). Bukankah sangat disayangkan apabila keuntungan yang hanya bisa dinikmati sesaat lewat kecurangan nantinya berubah menjadi bencana penuh penderitaan menuju kebinasaan?

Dalam hidup kita godaan untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya akan selalu ada. Keinginan untuk memiliki segalanya terus menjadi racun bagi siapapun yang siap membinasakan apabila terminum. Ingat bahwa Tuhan tidak melarang anak-anakNya untuk memiliki banyak harta, tetapi agar kita berhati-hati menyikapi masalah harta. Dari mana datangnya, apakah merupakan berkat dari Tuhan yang hadir lewat keseriusan dan kejujuran kita dalam bekerja, atau lewat jalan-jalan yang curang atau kejahatan yang tega mengorbankan hidup orang lain.  Tidak akan pernah ada kata cukup bagi mereka yang mendasarkan hidup pada kecintaan terhadap harta benda, dan semua itu akan berakhir sia-sia. "Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia." (Pengkotbah 5:10).  Karenanya kita harus waspada. Keuntungan lewat cara curang mungkin bisa terlihat senikmat burger, tapi isinya penuh kerikil yang akan menyakiti kita kalau tergigit.

Harta lewat kecurangan mungkin sedap rasanya, tapi itu bagai mengunyah kerikil yang hanya akan mendatangkan penderitaan

Selasa, 25 Agustus 2015

Finally sel with ESCJ

sebelum sel action dulu
Akhirnya setelah 2,5 tahun ngga berkomunitas, hanya rutinitas biasa, hanya dari sekedar bbm sederhana kami, sel ESCJ akhirnya bisa sel pada 16 Agustus yang lalu. Saya pun tidak menyangka bahwa banyak sekali yang datang, Mirna yang sudah lebih lama dari saya tidak sel di ESCJ, Susan yang tinggal di Jakarta, Dimas – Dewi yang sudah memiliki 3 anak dan juga sudah lama tidak sel, Alfons/Benny yang juga sudah lama tidak sel, Marina-Patrick yang juga sudah ada 2 anak dan lama tidak sel, Deb-Michael, Lili, Ko Ferry. Wow luar biasa bagaimana cara Tuhan mengumpulkan kami hanya dari sekedar chat di bbm dan kami bisa berkumpul.

Kami sel seperti biasa diawali doa pembukaan dan pujian, mungkin banyak yang canggung sehingga saat menyanyikan pujian masih kurag kompak, ada yang sibuk dengan anaknya dll. Tentunya untuk anak-anak saya bawa mainan, mobil-mobilan supaya anak-anak bisa duduk diam.

Lanjut sharing. Sharing yang sangat mengena buat saya adalah mengenai rejeki. Karena bertepatan dengan ultah pernikahan salah satu rekan, dia sharing bagaimana penyertaan Tuhan dalam pernikahan mereka, dia bersyukur sudah disediakan Tuhan pasangan yang terbaik, walaupun memang karena berbagai faktor ada perselisihan tetapi semuanya indah, termasuk bagaimana Tuhan menyertai perekonomian keluarga. Satu hal yang sangat menyentuh saya yaitu, Tuhan sudah menyediakan bagian rejeki tiap-tiap orang dan tergantung pada kita bagaimana mengolah dan menggunakan rejeki yang sudah kita dapatkan, apakah hanya digunakan untuk belanja, berfoya-foya, kita mau berbagi dengan yang kurang mampu, ditabung dll.

Saat masuk saat teduh/penyembahan, baru nyanyi, air mata ini sudah tak dapat dibendung lagi, betapa rindu hati ini bersekutu dengan Tuhan. Felix sampai melihat saya dengan heran “mami nangis”, “ kok nangis”. Suatu ketika dia akan paham bahwa banyak hal yang bisa membuat kita menangis bukan hanya hal yang sedih, tapi juga hal yang membahagiakan, hal yang melegakan.

Lalu masuk firman, yang diambil dari injil Markus sebagai berikut:

Markus 4:35-41

Konteks
Angin ribut diredakan
4:35 Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." 4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu n  di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. 4:37 Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air. 4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?" 4:39 Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. 4:40 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya? o " 4:41 Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"


Sang pembawa firman mengawali dengan sedikit cerita bahwa pertama kali dia datang sel kondisinya sudah sangat berbeda dengan saat ini, ada yang sudah punya anak, ada yang anaknya bertambah banyak, ada yang menikah dllsb. Intinya setiap orang punya bahteranya masing-masing, bila pada saat single kita berada di bahtera orang tua kita, saat sudah menikah kita  yang mengemudi bahtera kita. Dan satu hal yang perlu untuk mengarungi bahtera kehidupan adalah doa, kalau dulu orang tua kita berdoa untuk keluarganya, dan saat kita sudah menikah dan kita tidak berdoa untuk bahtera kita, siapa yang akan berdoa atau mendoakan kita?

Dari bacaan tersebut disimpulkan oleh pembawa firman nada 2 B:
Bawa Yesus (seperti ayat 4:36 Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu). Karena kita adalah nahkoda maka kita perlu mengajak Yesus dalam keluarga kita seperti para murid. Kita mulai dari yang sederhana, berdoa bersama, makan bersama, memperkenalkan Yesus dan alkitab dan semua tradisi Katolik pada anak-anak.
Bangunkan  Yesus (seperti  ayat 4:38 Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"), saat kita mengalami tantangan bangunkan Yesus, kita panggil Dia. Dan info dari pembawa firman yang sudah lebih lama berumah tangga adalah bahwa tantangan berumah tangga paling banyak adalah dari awal pernikahan sampai sekitar 8 thn usia pernikahan. Bangunkan Yesus, maksudnya saat kita sudah putus asa dengan permasalahan yang kita hadai karena terlalu pelik, terlalu rumit dan seolah tak ada jalan keluar kita perlu usaha untuk membangunkan Yesus untuk turut serta dalam penyelesaian apa yang sedang kita hadapi. Membangunkan Yesus juga merupakan sebuah proses, tidak hanya untuk membangunkan Yesus, tetapi terkadang untuk membangunkan Yesus ada proses lain yang harus kita lalui, misalnya pertobatan dan penyerahan diri kita


Saya bahagia bisa sel setelah sekian lama, setelah selesai seperti biasa foto-foto dan makan. Semua pada urus anaknya sendiri-sendiri lalu ngobrol, seperti biasa cewek ngumpul sendiri demikian juga dengan para cowok. Entah kapan bisa kumpul lagi.

Kamis, 13 Agustus 2015

Jalan-jalan ke kota tahu

Sabtu tgl 8 Agustus yang lalu kami pergi ke Kediri untuk kondangan teman kantor saya. Sedikit sharing saja, sebenarnya saya sudah mengurungkan niat untuk ke Kediri karena sedang bokek. Ternyata tanpa diduga ada seorang sahabat lama tiba-tiba pesan paket man yuek untuk anaknya yang baru lahir, dan labanya benar-benar pas untuk biaya pergi ke Kediri. Tuhan mencukupkan, Tuhan menyediakan kebutuhan umatNya. Ini juga terkait dengan prinsip saya bahwa saya berusaha sebisa mungkin untuk selalu tepat janji pada anak. Kata para pakar psikologi perkembangan anak, bila anak sering dibohongi maka akan berpengaruh pada proses tumbuh kembang psikologis anak. Bila jaman dahulu seringkali orangtua membujuk anak yang rewel dengan sedikit membohongi, memang anak jadi diam dan tidak rewel tetapi anak bisa kehilangan rasa percaya terhadap orang tuanya.

Singkat cerita saat sudah memutuskan untuk pergi ke Kediri, hotel pada penuh semua, tampaknya banyak yang nikah karena tanggalnya mudah diingat 08.08.2015 (bila 2015 dijumlahkan jadi 08.08.08, etnis tionghoa suka banget dengan angka 8, katanya hokky). Akhirnya saya booking hotel Crown untuk kamar paling mahal (300 ribu dengan bath tub, ada 2 ranjang: 1 bed size queen dan 1 size single).

Kami rencana berangkat pagi, si Felix sengaja ngga masuk sekolah hari Sabtunya, pas saya juga giliran libur. Apa daya semua bangun kesiangan, jadi kami berangkat jam 10 pagi dari rumah, rencana mau berangkat pagi dan berenang di Gumul Paradise island urung sudah. Padahal kami sudah menyiapkan baju berenang.

Kami sampai di Crown hotel sekitar jam 12, check in sebentar masukin barang dan siap-siap makan. Begitu masuk hotel, karena hotelnya hotel lama dan kurang terawat, cahaya suram, tangga ke kamar gelap, si Felix sudah cemberut dan ngga semangat bahkan rewel. Katanya “Hotelnya jelek, hotelnya rusak”, saya langsung ketawa terbahak-bahak melihat responnya. Ternyata anak usia 2,5 tahun sudah mengerti kebersihan dan suasana.  Kami ke Ketos (Kediri Town square) makan siang sebentar dan Felix main di area bermain, saya belanja, sedikit memanjakan diri sambil beli baju kado ultah hubby yang sudah lewat.

Lalu saya kembali ke hotel, isi bath tub siap siap mandi. Walau dibilang hotel jelek dan rusak Felix menikmati loncat-loncat di tempat tidurnya. Lalu mandi di bath tub, saya bilang berenangnya di kamar. Lalu cap cus kondangan dan foto-foto, dan karena ngantuk rewellah si bos kecil. Dalam perjalanan balik hotel sudah bobo ni jagoan saya.


Paginya Felix bangun pagi dan kami berenang lagi. Beneran si Felix pose berenang, gayanya kaya di kolam renang. Ya setidaknya ada hiburan menggantikan rencana berenang kami. Setelah sarapan kami keluar hotel dan menuju Puh Sarang, salah satu objek wisata rohani Katolik di Kediri yang terkenal dengan Gua Maria Lourdes nya. Dalam perjalanan sempet juga salah jalan.


Di Puh Sarang kami beli lilin dan berdoa di Gua Maria, ini pertama kalinya Felix belajar menyalakan lilin dan dia sangat menikmati, bahkan walaupun tangannya kena panasnya lelehan lilin ngga marah, cuma wajahnya heran dan bersihkan tangannya saja.


Lalu kami jalan salib dengan membawa lilin. Berikut ada 15 tempat pemberhentian:
  1. Yesus di hukum mati
  2. Yesus memanggul salib
  3. Yesus Jatuh untuk pertama kalinya
  4. Yesus berjumpa dengan ibu-Nya
  5. Yesus ditolong oleh simon dari Kirine
  6. Wajah Yesus diusap oleh Veronika
  7. Yesus jatuh untuk kedua kalinya
  8. Yesus menghibur perempuan-perempuan yang menangisi-Nya
  9. Yesus jatuh untuk ketiga kalinya
  10. Pakaian Yesus ditanggalkan
  11. Yesus disalibkan
  12. Yesus wafat di kayu salib
  13. Yesus diturunkan dari salib
  14. Yesus dimakamkan
  15. Yesus bangkit dari Kubur

Di tiap pemberhentian kami cerita sedikit tentang tiap peristiwa, tapi kali ini papinya yang banyak cerita, tumbenan biasanya maminya yang bagian cerita-cerita. Karena Felix bangun pagi jadi dia sudah ngantuk waktu jalan salib dan minta gendong, jadinya gantian deh gendongnya. Untung rute jalan salib ngga terlalu jauh.
Felix cukup menikmati jalan salib dengan patung yang besar-besar dan berwarna keemasan dan seringkali bilang mau lihat, patungnya maksudnya. Sambil bilang kasian Tuhan Yesusnya jatuh, angkat salib, kedinginan. Respon di pemberhentian terakhir lucu banget. Lho kok hilang, bilang begitu sampai berulang kali. Mungkin belum paham konsep bangkit, its ok yang penting dia tahu dulu, kelak dia akan paham dengan sendirinya.
Itu perjalanan singkat kami ke Kediri, liburan singkat sambil kondangan teman kantor. Setelah lama tidak ke Kediri, terakhir saya ke Kediri sekitar 9 tahun yang lalu, banyak sekali perubahan, sudah ada beberapa mall yang megah berdiri: Ketos ada hypermart, Kediri mall ada Carrefour, sungguh jauh berbeda dengan saat pertama kali saya ke sana 9 tahun yang lalu.
Sepanjang perjalanan ke Surabaya Felix bobo dengan nyenyak lalu lanjut pijit di Toddie, ini rencana pijit yang tertunda dari libur lebaran, tuh gayanya yang bossy nonton TV sambil dipijit, OMG.

Ini salah satu hasil berburu di pohsarang, hubby beli bunga rosella segar, sekilo hanya 20 ribu, dibuat sirup biar lebih tahan lama.

Selasa, 11 Agustus 2015

Nasi tim ayam

Suka banget dengan nasi tim, berawal dari teman kantor yang dagang nasi tim, enak banget dan gurih, dan saya tertantang untuk mencoba resepnya. Setelah Tanya dengan si pedagang nasi tim, dan saya akhirnya sudah praktek saat libur lebaran yang lalu, dan ternyata uenakkkkk. Saya hanya buat 3 porsi, sayangnya Felix kurang suka, tapi si papi malah seporsi kurang banyak katanya nyampai leher aja belonnnn.

Bila kurang suka ayam dapat diganti dengan daging sapi atau daging babi. Kalau saya sendiri menggunakan daging giling, tapi bila suka masih berbentuk daging bisa menggunakan daging yang dipotong dadu kecil-kecil 0.5*0.5 cm.

Nasi:
minyak untuk menumis 2 sendok makan
minyak wijen 2 sendok teh
bawang putih 3 siung, memarkan
beras 300 gram
air 750 ml

Tumisan Ayam:
minyak untuk menumis 3 sendok makan
bawang putih 3 siung, memarkan dan cincang halus
daging ayam 200 gram, cincang / giling
jamur merang 15 gram, iris tipis
merica bubuk 1 sendok teh
kecap manis 4 sendok makan
kecap asin 3 sendok makan
minyak wijen 1sendok makan
air 125 ml

Kuah
kaldu ayam 500 ml
merica bubuk 1/4 sendok teh
daun bawang 1 tangkai, iris halus
garam secukupnya
semua bahan campur jadi satu lalu didihkan

Cara Membuat Nasi Tim Ayam Jamur

Nasi, panaskan minyak goreng dan minyak wijen lalu tumis bawang putih, hingga harum. Masukan beras dan aduk hingga rata. Tungkan air dan garam masak sampai matang dan air habis sambil sesekali diaduk. Angkat lalu tiriskan.

Tumisan, panaskan minyak lalu tumis bawang putih hingga harum. Masukan jamur dan ayam yang sudah dicincang. Aduk sampai ayam berubah warna kemudian tambahkan kecap manis, kecap asin, merica, dan air. Aduk agar rata dan masak sampai kuah kental dan daging ayam matang. Angkat lalu tiriskan

Ambil mangkok alumunium dan olesi dengan minyak goreng.
Isi mangkok tersebut dengan tumisan lalu tambahkan nasi diatasnya sambil di padatkan.
Kukus kurang lebih 1 jam, lalu angkat.
Nasi tim ayam jamur siap disajikan bersama kuahnya.

Karena hubby kurang suka jahe, jadi tanpa jahe, bila dengan sedikit jahe pasti lebih mak nyusss.

Bahan isian (daging giling) bisa disimpan lho, dan bisa digunakan untuk berikutnya, atau untuk isian pangsit goreng, untuk lauk pangsit mie, isian roti goreng, dimakan dengan nasi hangat, isian kebab, dimakan dengan roti tawar, isian bakpao, atau buat isi hiwan (bahwan ikan). So buat ibu rumah tangga yang sibuk buat isian ini praktis banget, buat sekali bisa untuk berbagai menu yang pastinya ngga bosan. Tinggal dibagi-bagi di kotak dan simpan di freezer, tiap mau pakai tinggal ambil sesuai kebutuhan. Dalam freezer bisa bertahan sampai sebulan dan seminggu di lemari pendingin.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Lebaran Lebaran ayuk kita Lebaran

Itu judul lagu sih, hanya saja walau tidak merayakan Lebaran (hari raya Idul Fitri) tapi saya ikut menikmati libur yang lumayan panjang. Tahun ini kami tidak kemana-mana, hanya stay di Surabaya saja dan menikmati Surabaya yang lengang. Kondisi kompleks benar-benar sepi, tampaknya karena pedagang pasar dekat rumah pada libur, secara tetangga saya banyak yang tetap di rumah (alias tidak mudik).

bawa troly bag di lobby hotel
Karena selama bulan Ramadhan kami pas sedikit sibuk, ada jual kue kering, parcel, astor, pudding, brownies dll, sehingga hari-hari kami benar-benar kejar-kejaran dengan waktu. Pulang kerja jemput Felix trus ambil barang dan antar. Belum lagi load pekerjaan di kantor yang selalu mengerikan menjelang idul Fitri, rasanya memang libur Lebaran ini begitu dinanti semua orang.

Karena kami ingin menikmati libur, momo masuk asrama, alias penitipan anjing selama seminggu. Kami benar-benar ingin menikmati waktu libur dimana kami bisa menghabiskan waktu bersama sedikit bisa menggantikan waktu yang sudah kami lewatkan.

Kami memutuskan semalam stay di hotel, kami menginap di Hotel Sahid Gunawangsa Manyar.  Sempat galau milih hotel, yang diingini hanya ada kolam renang, untuk Felix berenang, dan akhirnya pilihan jatuh ke Sahid Gunawangsa karena murah dengan menggunakan member dari kantor hubby.

Kami keluar rumah tgl 16 Juli karena tgl 15 saya masih bekerja, dari rumah kami makan siang di depot mie UP dekat rumah dan cap cus ke hotel untuk check in. Si bos kecil memang sengaja saya bawakan troly oleh-oleh dari mak beberapa waktu lalu, salah satu tujuannya supaya dia juga ikut membantu bawa barang dan belajar sedikit tanggung jawab. Tanpa diduga, Felix cukup menikmati membawa troly nya dan sudah ngga sabar mau naik lift (baca : ting tung) dan segera nyebur ke kolam berenang.

Sampai di kamar Cuma habiskan waktu sambil nonton TV dan makan snack (saya bawa kastengel, so yummy). Lalu ambil welcome drink, enak seger gitu rasa green tea, saying ngga sempat difoto, slurppp.

Sekitar jam 3.30 kami siap-siap untuk berenang. Sebelumnya dapat tips dari Ce Maria tetangga saya, supaya anak tidak sakit setelah berenang: sebelum berenang minum tolak angin anak. Awalnya si Felix ngga mau rasanya aneh buat dia dan ada sedikit hangatnya (padahal menurut saya rasanya sudah manis terutama dibandingkan yang dewasa). Dan bener lho tahes anaknya, bahkan sedang berenang bisa sendawa.

Untung mengikuti tips nya, pas berenang angin sedang kencang sekali bahkan sempat kedinginan, brrrr tapi beneran ngga sakit. Abis berenang bilas sebentar, saya bilang kita main hujan-hujanan (mandi pakai shower) trus santai-santai. Dasar ni anak ngantuk dan capek jadi agak rewel deh.

Sore kluar makan malam trus balik hotel lagi. Ngga lama maminya bobo, secara memang niat hati menikmati waktu libur setelah sebulan penat dengan berbagai aktivitas. Keesokan harinya kami cuma sarapan lalu berenang dan pulang rumah.

main bom bom bar di Food Fest
Libur hari kedua kami hanya main sebentar di Food Fest (sini), walau ngantuk tetep saja dia menikmati dan pengen main. Seperti biasa dia main loncat-loncat di trampolin, tapi kali ini ada mainan baru yang baru dicoba, bom bom car, memang baru ini naik bom bom car, karena memang saya galau mau mulai usia berapa bisa naik bom bom car, yang saya khawatirkan guncangannya.
main di east coast  sebelumm  ke FF, sudah sudah  suka main game

Hari ketiga, akhirnya saya playdate bersama sahabat lama, Yuliana ke Kebun Bibit  di bratang. Sudah lama sekali sebenarnya saya ingin ke Kebun bibit, karena ada rusa di sana sehingga bisa kasih makan rusa. Saya memang sudah mempersiapkan mau memberi makan rusa, saya bawa sayur sawi seikat ternyata kurang, rusanya ganas, begitu ada makanan langsung ditarik. Untungnya ada beberapa pedagang yang jual kacang panjang untuk memberi makan rusa.

senyum lebarnya sungguh menyenangkan
Selain rusa ada juga kandang burung yang cukup besar berisi aneka burung termasuk ayam, kalkun dan burung merak dan ada juga kolam ikan. Ada juga berbagai permainan anak sederhana seperti perosotan, ayunan, outbond sederhana. Felix suka banget lihat kandang burung dan kasih makan rusa, bisa lari-lari juga. Masuknya gratis lho, tempatnya rindang dengan banyak sekali pohon besar, bisa buat picnic dan tentunya buat refreshing di tengah hiruk pikuk Surabaya yang penuh asap polusi. Recommended untuk bawa anak ke sini, untuk mengenalkan alam,  bermain  dengan hewan, outbond gratis, picnic.
mengamati

Di sana saya beli keong, harganya 5 ribu dapat 3, itupun keong sudah dicat sehingga menarik. Pluss rumah-rumahan seharga 5 ribu jadi total 10 ribu rumah + 3 keong / kecomang. Sungguh miris rasanya, untuk mendapat uang segitu harus berjuang di hari raya berjualan, sedangkan buat sebagian orang lain jumlah uang yang sama seolah tak berarti. Banyak juga petugas kebersihan yang seharusnya  berkumpul dengan  keluarga,justru bekerja dengan giat dan berbagi senyum, sungguh langka sekali.
di depan kolam ikan


Minggu, 26 Juli 2015

Just a little share

Ku Tak Akan Menyerah

Dalam s’gala perkara
Tuhan punya rencana
Yang lebih besar dari
Semua yang terpikirkan
Apapun yang Kau perbuat
Tak ada maksud jahat
S’bab itu kulakukan 
Semua denganMu Tuhan

Reff:

Ku tak akan menyerah pada apapun juga
Sebelum ku coba, semua yang ku bisa
Tetapi kuberserah kepada kehendakMu
Hatiku percaya Tuhan punya rencana.

Mungkin semua orang kristiani pernah mendengar lagu tersebut. Entah mengapa saya terngiang lagu tersebut, dan merasa sangat dikuatkan. Bahwa manusia berusaha sekuat mungkin tetapi tetap menyerahkan pada Tuhan, sang empunya hidup dan percaya padaNya.

Saya bukan tipe orang yang teratur dalam hal finansial, bukan tipe yang pandai menabung juga. Saya sedari dulu lebih mengalir dalam segala hal, mungkin sedikit menurun mami saya. Saya percaya Tuhan akan buka jalan dalam setiap jalan kehidupan saya.

Tapi, seiring dengan berjalannya waktu, terutama dengan berbagai tuntutan ekonomi sekarang, kekhawatiran akan masa depan, biaya hidup, biaya pendidikan anak, biaya pensiun begitu mengerikan, seolah saya lupa prinsip saya bahwa Tuhan akan buka jalan. Saya penuh kekhawatiran, tekanan dan saya merasa bahwa saya tidak tenang dalam hidup.

Sampai lagu di atas terngiang di otak saya, saya merasa tertampar bahkan saya menangis saat menyanyikannya.

Saya memang punya pemikiran untuk memiliki bisnis sendiri , entah kapan terwujud. Yang saya mau, bergerak di dunia kuliner. Dan saya mulai mengawalinya dengan menjual kue. Kecil-kecilan sambil bekerja, bila ada yang pesan ya saya buatkan. Saya juga mengiklankan via website groupon disdus dan salah satu account instagram, juga membuat brosur.

Tanpa saya sadari  ternyata dari usaha kecil-kecilan ini Tuhan mencukupkan setiap kebutuhan saya, saat saya butuh uang lebih Tuhan kirimkan orang untuk membeli kue, demikian dan seterusnya.

Sampai siang tadi saat menghadiri misa minggu, biasanya saya menemani Felix sekolah minggu tapi Tuhan atur kami tidak sekolah minggu dan saya bisa konsentrasi mendengar kotbah romo. Bebetapa hal yang perlu saya bagikan:
  • Family that prays together, eats together will stay together. betapa saya tertohok, lama sekali kami tidak berdoa bersama, padahal kami punya cita-cita untuk selalu ajak anak punya waktu berdoa bersama, seberapapun singkat waktunya. Mari kita tingkatkan frekuensi doa bersama keluarga.
  • Jesus always give the best, Romo mengisahkan mengenai 5 roti dan 2 ikan, yang cukup untuk memberi makan ribuan orang, mengapa kita memberi juga bukan yang terbaik entah saat kolekte atau waktu orangtua untuk anak, sudahkan memberi waktu terbaik dan bukan sisa waktu, saat tenaga sudah habis dan larut malam.
  • God is never outdone in generousity, Tuhan tidak akan pernah kalah pemurahnya. Seringkali kita memberi bukan dengan tujuan memberi, tetapi membuang.Misalnya memberi baju bekas, bukan karena mau memberi tetapi misal dengan alasan bosan, sudah tidak cukup, rusak dll. Saat kita memberi yang terbaik pada Tuhan, maka Tuhan akan kembalikan pada kita berkali-kali lipat. Tuhan tidak akan kalah sifat pemurahnya dibanding kita. Dan ini seringkali saya alami, misal saat tidak ada uang dan saya tetap memberi entah kolekte atau memberi teman yang membutuhkan, Tuhan bukakan jalan untuk saya, ada saja rejeki yang datang.
Dan di tengah misa, seolah Tuhan bertanya pada saya secara pribadi, tanpa ada orang di sekitar saya, bila anakmu jadi Romo, is it ok? Saya tidak dapat menjawabnya dan hanya terdiam. 

Semoga share ini bisa berguna juga untuk saya agar saya terus bersyukur dan mengandalkan Tuhan setiap saat.