Kamis, 31 Agustus 2017

Yeay my first trophy

Ceritanya beberapa minggu yang lalu mendapat pengumuman akan diadakan talent show di skul, dan karena memang belum pernah ngikuti kursus minat dan bakat sama sekali, galaulah saya selama persiapan. Saya menawarkan aneka pilihan show yang bisa dipilih dari: menyanyi, puisi, menari, drama, dan beberapa kali ditanya jawabannya selalu mau menyanyi lagu Garuda Pancasila, dan yang membuat saya lumayan terkejut ternyata dia hafal liriknya, yang memang saya belum pernah mengajak menyanyikan lagu itu.

Singkat cerita, karena sudah memilih menyanyi lagu tersebut, akhirnya saya mantapkan hati untuk mempersiapkan sesuai keinginan nya. Saya hanya menyiapkan tongkat seadanya di rumah dan saya belikan bendera kecil untuk dibawa saat pentas dan saya buatkan lambang Negara, Burung Garuda. Jujur karena saya juga bekerja, persiapan saya termasuk sangat kurang, tapi dari awal saya sudah bilang, kalo ingin dapat piala harus berusaha keras.

Latihan yang beberan hanya 3 hari sebelum tampil, dan Puji Tuhan latihan berjalan lancar, dari cara masuk, perkenalan diri sampai cara keluar, walaupun pada kenyataannya tidak dilakukan karena sudah diperkenalkan oleh gurunya, tapi saya sangat bahagia karena F mau melalui prosesnya. Dan hasil berlatih cukup baik, termasuk dia berani menyanyi dengan suara lantang.

Untuk baju adat, saya baru menemukan 3 hari sebelum acara, menggunakan baju adat Kalimantan. Dan tiba di saat hari H, 26 Agustus tiba saat kami sudah mau berangkat, karena ngantuk, mulailah drama dimulai. Pakai alasan mau tampil kalo maminya jadi juri, dan akhirnya saya duduk di depan sendiri dan ijin pada Guru untuk duduk di depan.

Saatnya tampil, saya tahu dia grogi, sehingga menyanyi melihat wajah/lipsing guru, padahal saya yakin dia hafal liriknya. Bagian perkenalan dan penutup lupa disampaikan. Dan setelah melihat penampilan yang lain, saya pesimis bisa menang, karena yang lain tampil bagus.

Tiba saat pengumuman, saya sudah lemes, dan tiba-tiba saat pemenang 2 dibacakan, dia menang karena sangat Indonesia dengan bendera dan burung Garuda buatan saya. Betapa senang hati saya. Dia sih ketawa-ketawa aja. Ini piala pertamanya, hasil jerih payahnya sendiri. Dia bahagia sekali, bahkan tiap saat nyari pialanya.

Kalau saya pribadi, dia berani tampil saja sudah bagus, apalagi melihat teman-temannya banyak yang masih malu-malu. Saya justru lebih menekankan bahwa untuk mendapatkan sesuatu kita perlu berusaha dulu, dan hasil akan mengikuti. Mungkin ini hanya kompetisi kecil, tetapi bisa mengajarkan untuk mau berusaha.




Sabtu, 29 Juli 2017

Sleeping budha, Mojokerto

Beberapa minggu lalu kami memang sengaja mau mbolang ke patung Sleeping Budha yang tenar di daerah Trowulan, Mojokerto. Mencari tempatnya tidak susah, karena tentunya kami pakai GPS, sahabat kami saat travelling.

Sampai di tempat langsung menuju tempatnya, yang adalah lokasi Wihara, bahkan ada penginapan untuk para umat yang mau melaksanakan retret dan ada pula penginapan para bikhu, pemuka agama Budha.

Saat masuk halaman kami langsung menuju ke lokasi patung Budha Tidur yang besar itu sekitar 20 meter lebarnya, yang berada di tengah-tengah dan dikelilingi oleh kolam ikan. Seperti biasa kami beli pakan ikan untuk kasih makan ikan, just for fun.

Karena ramai banget pengunjung, dan mayoritas adalah kaum muslim yang berencana ambil foto, selfie dll, yang menjadi salah satu potret keragaman Negara kita, semoga semua bisa hidup berdampingan dengan damai. Lalu kami lanjut mengitari taman, dan ada beberapa patung Budha lain, ada juga beberapa hewan lain. Dan saat kami melewati kandang anjing yang tampak kelaparan, hati kecil Felix langsung tergerak, dan kami kasih makan bakso dan biscuit karena kasian sekali mereka kelaparan dan kehausan.
Fall in love dengan bunga teratai ini

Saat kami berkeliling ada juga miniature Borobudur yang bagus sekali. Ada juga patung Budha 4 rupa, sayang saya tidak terlalu bisa banyak menjelaskan mengenai agama budha, yang saya tahu bahwa prinsip hidup dalam keharmonisan sangat dijunjung tinggi, dan memang mungkin saya pribadi perlu banyak belajar.

Satu hal yang berkesan, ada juga satu ruangan alat musik tradisional jawa seperti gamelan dan masih dimainkan, bukan pakai kaset, dan tentunya membuat suasana teduh.

Lain kali kita mau mbolang lagi ke tempat lain.

Lebaran 2017

Awalnya lebaran tahun ini si papi malas mudik, tapi karena adik yang Bandung mudik, saya ajak si papi mudik, toh kami mudik juga jarang-jarang, biasanya libur panjang seperti lebaran kami mudik, tampaknya sudah jadi agenda semua orang yang punya kampung halaman.
Agenda wajib ke makam mama

Kami berangkat hari kamis, 22 Juni siang, saya sengaja ambil cuti ½ hari agar supaya menghindari macet, berdasar pengalaman pernah beberapa tahun yang lalu saat cuti bersama, waktu tempuh yang biasanya 12 jam harus kami tempuh selama 16 jam, kebayang bosannya dan capeknya badan kan. Kali ini kami berangkat melewati Semarang bersama seorang teman yang datang dari Papua. Puji Tuhan perjalanan super lancar, ke Semarang hanya butuh waktu 5 jam, termasuk kami istirahat untuk makan malam.

Masuk Semarang kami langsung masuk hotel dan mandi-mandi, kami menginap di Hotel Patra Jasa, daerah Semarang atas, memang termasuk hotel kuno tetapi untuk harga di bawah 400 ribu dan menempati kamar Junior Suite termasuk sangat murahhhhh untuk fasilitas yang kami nikmati, kamar yang nyamannn, luas, ada balkon, bahkan masuk kamar Felix langsung lari-lari. Lalu kami ke rumah sahabat suami saya untuk say hello sebentar lalu balik ke hotel.

Keesokan paginya kami sarapan dan tentu saja berenang. Kami berenang cukup lama, benar-benar kami mau menikmati fasilitas hotel, dan ini pertama kali F cukup lama di kolam yang dalam, dan dengan berbekal pelampung yang baru dia berani loncat, diterima si papi tentunya dan akhirnya dia sudah agak bisa berenang, minimal berani menggerakkan kaki dan berusaha berenang. Walaupun memang sesuai prediksi mengajari anak sendiri lebih susah dari pada les.

Kami yang awalnya berencana semalam saja di Semarang tetapi karena kami ingin hadir di doa 100 hari papi sahabat jadi kami extend semalam lagi. Thanx banget ke papi yang sudah milih hotel yang super nyaman, tapi hari ke-dua kami tidak berenang. Kami keluar hotel jam 10 dan menemui sahabat lain, yang sebenarnya tinggal di Sidoarjo tapi kami berjumpa di Semarang. Kemudian kami lanjut ke Parakan dan tiba di Parakan sore pas sebelum malam takbiran.

Awalnya kami berencana jalan-jalan di Parakan, namun apa daya, keponakan yang dari Bandung sakit dan akhirnya opname di RS bahkan sampai kami pulang hari kamis, masih dipaksa pulang ijin RS. Kami meninggalkan Parakan hari kamis dan mengantar adik dari Bandung ke Bandara, dan kami menginap di hotel di Jogja. Malam harinya bertemu sahabat lama dengan 2 anaknya, bahkan untuk makan malam, kami hanya pesan gojek. Maklum si papi capek nyetir karena perjalanan ke Jogja kami mengambil jalur alternative karena macet bila kami harus melewati Secang-Magelang. Keesokan harinya, kami pulang ke Surabaya.

Kami menyempatkan ke makam mama, selagi pulang,walau sejenak tapi anak-anak sudah senang. Sungguh banyak belajar dari jiwa anak yang polos, hanya bermain bersama walau di makam mereka sudah senang sekali.
Hamparan tanaman tembakau
Dibawah kaki gunung sindoro sumbing

Kami juga menyempatkan jalan pagi, melihat jembatan yang beberapa waktu lalu diresmikan oleh pak Presiden Jokowi beberapa minggu sebelumnya. Walaupun jembatannya hanya bisa dilalui 2 orang atau 2 motor berpapasn, akan tetapi untuk warga sangat membantu karena mereka tidak harus mutar. Pulangnya kami menikmati hamparan sawah yang luas, kebun tembakau yang menjadi produk unggulan darah Parakan tapi karena jarak yang jauh akhirnya nemu delman yang ternyata langganan si papi dulu. Jadi pulangnya kami naik delman, kesukaan anak-anak.


Lebaran kali ini benar-benar di luar dugaan kami, yang seharusnya kami berlibur bersama, jadi tidak bisa karena Galuh sakit. Satu-satunya liburan kami saat makan siang menuju Jogja kami makan di Pringsewu yang ada tamannya. Si Galuh yang sakit langsung seger liat ayunan, mereka lari-lari sendiri. Let the kid be kids. Bahkan ada mainan kuno, egrang, dan si Felix berani mencobanya, good job.

Senin, 29 Mei 2017

Another holiday with Noel


May day, alias hari buruh internasional yang diperingati setiap tanggal 1 Mei memang dijadikan hari libur nasional, dan karena bertepatan dengan hari Senin sedangkan si papi sedang ada dinas ke luar kota akhirnya saya dan junior memutuskan pergi di dalam kota saja, biar agak ramai kami pergi bersama Noel. Kami pergi ke Kids play, salah satu wahana di area Suroboyo Carnival yang cukup luas dan merupakan wahana edukasi yang digabungkan dengan permainan.

Buat para ortu yang punya anak kecil pasti senang ke sini, dengan fasilitas yang lengkap. Begitu memasuki pintu masuk para tamu langsung bertemu dengan lokasi yang mirip pasar basah, dengan aneka sayur, sehingga orang tua bisa memperkenalkan berbagai sayur pada anak. Ada juga semacam kandang ternak mini dengan patung aneka ternak, seperti: kuda, kambing, sapi. Sambil berjalan ada tempat permainan/ game dimana peserta bergerak untuk mengemudikan. Masuk lebih dalam ada area bermain puzzle, lego, blok. Lebih dalam lagi ada ruangan di mana anak bisa bermain origami, dan berbagai keterampilan lainnya. Sayang sekali anak-anak sudah mau main air jadi semua area tadi dilewatkan.

Lanjut saat masuk lebih dalam ada semacam rumah kaca dengan pohon plastik, hanya untuk menunjukkan pada anak-anak, dan ini pun dilewati. Kami akhirnya masuk ke area softplay, ada naik-naik yang lumayan terjal, berjalan di ketinggian, jujur di beberapa titik saya aja ngeri melihatnya, tetapi dia bisa melaluinya tanpa takut, good job. Terkadang menjadi mama melihat usaha anaknya cenderung mau membantu tetapi kadang kita harus membiarkannya mencoba sendiri, agar kelak dia mandiri.

Sudah teringat main air langsung minta main air, tapi kita makan dulu karena sebenarnya sudah dekat dengan jam makan langsung main air. Di sini memang untuk main air, bukan untuk berenang. Ada 3 kolam: 2 kolam dengan kedalaman sekitar 120 cm dan 1 kolam dengan kedalaman 140 cm. Yang membuat asik adalah ada banyak permainan ada beberapa balon besar yang bisa dinaiki. Ada seluncuran balon dan dia berulangkali naik seluncuran. Temannya yang awalnya takut jadi ikutan seneng melihat dia naik seluncuran. Saya bagian tangkap anaknya.

Lalu kita coba di kolam yang lebih dalam, dan ada permainan seperti di game Takeshi castle jalan di pelampung dan kakinya luput sehingga dia jatuh, hati saya langsung deg dan langsung saya tangkap. Puji Tuhan diawasi langsung, kalau tidak entah apa yang terjadi, walau ada pengawas pasti tidak tahu karena banyak orang di dalamya, so mom memang paling baik awasi sendiri anaknya. Padahal sebelum loncat sudah diberi petunjuk, yah namanya juga masih kecil. Dan karena kapok ga mau di mainan itu pindah lagi mainan nya dan lanjut ke kolam yang lebih dangkal. Dan karena kliatan sudah capek saya ajak anak-anak untuk sudahan, kami mandi dan makan lagi.

Oh iya tidak boleh bawa makanan dan minuman di sini, ada tempat makan sejenis foodcourt tetapi sayang banyak yang kosong, habis, tempat juga kurang luas. Yah kami hanya makan nunut di meja orang yang tungguin barang. Dan lanjut main lagi di kolam bola yang sebenarnya sejenis maze bisa naik-naik, dan saya juga ikutan naik lho, untuk kuat, kalo runtuh gawat. Jujur saya melihat dia main naik-naik sendiri cukup bangga, ternyata dia cukup berani main tanpa teman.

Sekitar jam 3 kami memutuskan pulang karena pasti capek karena mereka kelewatan jam tidur siang. Sambil menunggu jemputan main dulu di depan (free untuk pengunjung Kids play). Harga tiketnya juga termasuk tidak mahal, anak-anak 50 ribu dan pengantar 35 ribu untuk permainan sebanyak itu murahkan, dan sepuasnya bermain. Buka dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam.

Buat yang mau main di dalam kota saja bisa ke sini, harganya OK untuk waktu bermain yang tidak terbatas. Cocok untuk anak usia 4-12 tahun, tapi banyak juga anak remaja yang main di sini.

Rabu, 03 Mei 2017

Playdate di Batu bersama Noel

Add caption
Trip ke Batu kali ini sudah lama kita planningkan sudah setahun yang lalu, dan ada tgl merah di hari senin, 24 April 2017 yang lalu jadi kami memutuskan pergi bersama. Noel, yang adalah teman daycare sejak bayi dengan usia yang sama dan sekarang masih berstatus teman sekolah juga.

Ketan legenda yang jadi salah satu tujuan kuliner da  soto ayam di alun alun Batu


Aneka satenya enakkk
Kami berangkat jam 5.30 pagi, dijemput Noel dan langsung ke Batu, karena excited anak-anak tidak bisa tidur di mobil, pertanyaan yang muncul: “masih lama? Masih jauh? Kok ngga nyampe-nyampe?” Berulangkali dilontarkan oleh kedua anak ini. Jalanan luar biasa lancar, Sidoarjo-Batu ditempuh hanya selama 2 jam. Kami tiba di Batu jam 7.30 pagi lalu kami ke alun-alun Batu untuk sarapan. Kami makan soto, menu yang bisa dimakan anak-anak, makan ketan Legenda, sate Malaysia, hmmm sayang sekali koperasi susu belum buka. Setelah makan selama 1 jam kami lanjut ke Jatim Park II. Akhirnya tujuan kuliner tercapai.

Setiba di Jatim Park II sudah banyak sekali antrian (pintu masuk belum dibuka) dan karena kami cari diskon menggunakan kartu kredit pembelian harus di kantor marketing yang baru buka jam 10 (Puji Tuhan lagi dibuka jam 9.30, mungkin karena melihat antrian yang panjang). Untuk mengisi waktu, dan ini para krucil sudah super antusias, kami ke toko souvenir di depan dan beli baju untuk krucil.

Sebenarnya ini kedua kalinya kami ke Jatim Park II, tapi mungkin Felix tidak mengingat pertama kalinya ke sini. Tiket masuk per orangnya Rp 120.000,- untuk rombongan tiap pembelian 30 tiket gratis 1 tiket. Dan kami mengambil promo kartu kredit BCA (diskon 20%, jadi per tiket hanya Rp 96.000,- lumayan kan, dasar mak-mak suka banget sama diskon). Jadi bila mau menyempatkan bermain di sini bisa buka website resmi Jatimpark (http://www.jawatimurpark.com/id/) yang dengan jelas menunjukkan harga tiket, aneka diskon yang berlaku, bahkan ada tiket terusan yang pastinya lebih murah. Kami memang hanya membeli tiket 1 wahana, maklum masih bermain bersama anak 4 tahun yang masih butuh tidur siang, jadi kalau dipaksakan kasian anak-anak bila sakit setelah berlibur.
Aneka satwa

Melihat sudah ada tiket, kami langsung antri dan akhirnya pintu masuk dibuka sekitar pukul 09.45 dan langsung berjubel masuknya. Saya pribadi kurang suka menikmati wahana bila terlalu ramai, tetapi semua kembali ke demi anak, ya sudah dinikmati saja. Bila tidak terlalu ramai pasti lebih puas program eduvacation nya. Sepanjang jalan, tidak berkurang jumlah pengunjungnya.

Di Secret Zoo ini penataan hewan tergantung golongannya, aneka kera, kanguru, musang, reptilia, ikan, baru kemudian aneka kucing besar, savanna Africa dan masuk aneka permainan. Koleksi hewan di sini cukup lengkap.

With Noel


Tapi sebelum bermain kami makan dulu, kami makan siang di sana di dalam food court nya, walau anak-anak ngantuk tapi mereka tetap ingin main. Setelah makan sambil jalan-jalan saya naik komedi putar, lalu menjemput Noel untuk main bersama. Aneka mainan di sini gratis, jadi bila dihitung-hitung tidak mahal juga tiketnya. Bahkan ada kolam renangnya. Begitu melihat kolam renang pasti ingin berenang tapi kami lanjutkan perjalanan karena hujan.

Lalu gerimis mulai turun dan kami bergegas menuju museum satwa karena indoor. Dasar sudah ngantuk, rewel lah, nangis menjadi-jadi katanya  mau lihat hewan yang hidup, ngga suka lihat hewan yang mati. Karena di museum satwa, memang banyak sekali diorama yang berisi hewan yang diawetkan. Yah memang dia berhati lembut dan cukup suka bermain dengan binatang jadi mungkin saat melihat hewan yang diam menjadi tidak menarik baginya. Jadi saya segera keluar dari museum satwa untuk menenangkannya. Lalu kami pulang, sepanjang perjalanan kedua anak ini tidur pulas karena luar biasa capek lari-lari dan dalam perjalanan ke Malang hujan deras sekali dan banyak arema turun ke Malang karena ada pertandingan (plat mobilnya L dan hotel tempat menginap kami dekat dengan stadion), tetapi puji Tuhan tidak ada apa-apa sepanjang malam.

Puji Tuhan ke-2 ternyata hotelnya sangat dekat dengan MX mall, mall baru yang kecil, kami makan di sana tetapi karena kurang puas pindahlah kai ke Matos, dan main lagi di sana selama 30 menit di permainan softplay. Lalu kami pulang ke hotel untuk istirahat. Di Lobby hotel ada life music dan si papi turun menikmati music, sedangkan saya menemani bos kecil.

Keesokan harinya, jadwal pasti, berenang. Kami turun duluan dan sekitar stengah jam kemudian disusul oleh Noel, dan tidak lama kemudian teman saya dari kuliah datang dengan 3 anaknya. Masih ingat terakhir bertemu saat anak-anak berusia 2-3 bulan karena Lily di Surabaya lalu balik hijrah ke Malang. Dan happynya kami dibawakan sarapan ayam penyet lengkap (kami book hotel tanpa breakfast), dan suasana kamar langsung heboh dengan 6 orang dewasa dan 5 orang anak-anak yang semua sedang sarapan.


Kami di hotel sampai jam 11.30 (sampai ditelpon lobby mengingatkan mengenai check out hotel) dan langsung menuju Surabaya. Naik mobil kedua anak ini langsung tidur, karena capek setelah berenang. Kami langsung menuju Surabaya, karena kami menghindari macetnya jalan, Puji Tuhan macet hanya sampai setelah pertigaan Karanglo, setelahnya perjalanan lancar walau sesekali merambat.

Kami makan siang sekitar jam 3 sore di Sidoarjo dank e rumah Noel sebentar baru kemudian pulang. Ini liburan kami, memang tujuan kuliner di Malang tidak tercapai, tapi kami happy, nanti kapan kami akan pergi lagi.



Selasa, 14 Maret 2017

Akibat tangannya gatel seminggu lalu ngga baking dan buat kue, nyobain resep dari mom @tintinrayner  yang selalu mengundang untuk dicoba, saya ganti sedikit karena keterbatasan bahan yang ada di rumah. Saya ganti SKM dengan santan instan, dan saya buat setengah resep di bawah untuk diameter 16 cm pas untuk kluarga kecil saya, saya buat dengan pasta coklat, mocca, dan tiramisu.

Yuk para mama cantik buat snack untuk kluarga tercinta sendiri dengan bahan yang berkualitas dan lebih sehat.

Bolu Kukus (diameter 18 cm)

Bahan-bahan:
150 gram terigu
190 gram gula pasir
4 butir telur
1 sdt SP/ TBM
150 gr minyak goreng
1 sachet susu bubuk
1 sachet SKM
Pewarna/essence sesuai selera

Cara membuat:

*Pertama-tama masukkan telur, SP/ TMB dan gula ke dalam wadah berukuran sedang, lalu kocok hingga mengembang.
*Tambahkan cairan  kemudian tepung terigu sedikit demi sedikit bergantian dengan cairan, lalu kocok hingga adonan tercampur rata. Kalau anda menggunakan mixer, gunakan speed rendah. 
*Bila dibuat zebra: Siapkan loyang, kemudian tuangkan 1 sendok sayur adonan putih (adonan kedua yang tanpa coklat bubuk) tepat di tengah-tengah loyang. Kemudian tuangkan 1 sendok sayur adonan coklat tepat di atas adonan putih tadi. Lakukan sedemikian rupa sampai adonan habis.
* Terakhir kukus sampai matang (kurang lebih 30 menitan) menggunakan api sedang.
* Bila dibuat lapis / rainbow, tiap lapis dikukus selama 5 menit sebelum ditambah lapis berikutnya dan terakhir dikukus 20 menit

Jumat, 10 Maret 2017

Bolu kukus mekar

Banyak orang bilang kalo buat bolu kukus paling gampang dan semua orang pasti bisa, hehehe tapi saya malah tidak bisa. Sama juga dengan nasi goreng yang katanya pali g gampang, justru saya tidak bisa buat. Saya pribadi kurang suka bolu kukus, saya lebih suka aroma bolu yang dipanggang, menurut saya aromanya sangat berbeda.

Karena sedang tidak ada orderan dan masih belum puas dengan trial bolu kukus yang bagian bawahnya bantat walau mekar, saya coba lagi deh buat, sekalian trial resep baru, siapa tahu kelak akan butuh. Dan di trial yang ke 3 ini bolu kukus saya sukses dan saya sertakan tips nya (dari sumber lain) agar tidak gagal, walaupun pengalaman adalah guru yang baik, akan lebih baik bila kita bisa belajar dari pengalaman orang lain. Rasanya enak, lembut dan mekar, sesuai harapan saya dan bagian bawahnya tidak bantat. Berikut resepnya.
Bolu Kukus tanpa soda

Bahan membuat bolu kukus mekar tanpa soda :
  • 1 butir telur
  • 125 gram tepung terigu segitiga
  • 100 gram gula pasir
  • 125 ml susu cair
  • 1 sdt tbm emulsifier
  • pasta dengan aroma sesuai selera
CARA MEMBUAT BOLU KUKUS MEKAR TANPA SODA :
  1. Campurkan semua bahan lalu aduk adonan dengan mixer kecepatan rendah sampai adonan mulai tercampur. Selanjutnya naikkan kecepatan secara bertahap sampai kecepatan tinggi hingga adonan rata, mengembang dan kental atau sekitar 10 menit. Coba angkat mixer maka adonan akan berjejak atau jatuhnya sangat perlahan karena kental.
  2. Pisahkan adonan menjadi beberapa bagian untuk diberi pewarna dan aduk rata. Sementara itu panaskan kukusan dengan air yang tidak terlalu banyak sampai benar-benar mendidih.
  3. Siapkan cetakan bolu kukus, saya gunakan yang berlubang dan lapisi dengan cup kertas yang sama tinggi dengan cetakan. Tuang adonan dengan kombinasi warna sesuai selera, hasil di atas dengan cara mengisi adonan tidak sampai penuh tetapi bisa juga sejajar dengan cetakan untuk hasil yang lebih mekar.
  4. Masukkan cetakan ke dalam kukusan yang sudah panas dan beri jarak. Sesuaikan saja dengan kapasitas kukusan yang ada karena tidak masalah bila adonan yang lain dibiarkan menunggu giliran. Alasi tutupnya dengan kain atau serbet kemudian kukus di atas api besar selama 10 menit. Silahkan buka tutupnya jika 10 menit sudah berlalu dan lihat hasilnya, semoga berhasil dan bisa menjadi 11 buah bolu kukus yang mekar.

Jika anda baru pertama kali membuat bolu kukus atau telah berkali-kali membuatnya namun hasilnya kurang sukses maka mungkin tips di bawah ini bisa menjadi awal mula untuk mencoba:
  • Ikuti proses pembuatan dengan seksama. Umumnya bahan-bahan dikocok hingga mengembang dan kental, tandanya saat spatula disendokkan ke adonan dan dijatuhkan maka adonan akan terlihat berjejak. 
  • Untuk menghilangkan bau amis telur pada bolu gunakan 1 sendok teh vanila ekstrak atau essens vanila, niscaya bolu anda akan harum bebas bau amis. Ini menurut pujian teman-teman kantor saya yang berebutan menghabiskan semua bolu yang saya bawa ke kantor.
  • Gunakan cetakan bolu kukus yang berlubang-lubang kemudian masukkan cup kertas setinggi cetakan. Rapikan kertas cup agar pas menempati cetakan bolu.
  • Isi adonan hingga mencapai mulut kertascup.
  • Kukus bolu dalam dandang yang telah dipanaskan sebelumnya hingga mendidih menggunakan api besar. Jangan isi air dalam dandang terlalu tinggi hingga mencapai saringan kukusan, karena air yang meloncat-loncat saat mendidih dan mengenai bagian dasar cetakan akan membuat bagian bawah kue menjadi bantat.
  • Dandang harus dalam kondisi benar-benar panas, karena uap air yang panas ini yang akan membuat bolu mampu mekar dengan baik.
  • Jangan isi bolu terlalu banyak di dalam dandang agar uap yang dihasilkan bisa digunakan maksimal untuk masing-masing bolu. Sebaiknya kukus bolu bertahap dibandingkan semua cetakan dimasukkan ke dalam kukusan. 
  • Umumnya bolu dikukus selama 15 menit menggunakan api yang besar, alasi permukaan dandang dengan kain bersih yang menyerap air dan jangan buka penutup kukusan selama kue dikukus. Cek air yang tersisa dikukusan ketika bolu telah matang, tambahkan air jika kondisinya berkurang. Hati-hati jika menggunakan kain yang berwarna karena uap air kemungkinan akan membuat warna menjadi luntur dan menetesi permukaan kue.  Bolu anda akan menjadi totol-totol.
Source http://www.justtryandtaste.com/2012/11/bolu-kukus-mekar-tips-akhirnya-ngakak.html