Sabtu, 14 September 2013

Travelling with your baby? Why not...

Banyak orang menyarankan bahwa sebaiknya bayi diajak bepergian jauh setelah minimal setahun. Hmmm logikanya sih masuk akal, karena daya tahan tubuh anak kecil berbeda dengan orang dewasa. Sebenarnya saya juga sepaham, sampai akhirnya ada 2 undangan yang mengharuskan kami sekeluarga menempuh perjalanan jauh tentunya dengan Felix. Perjalanan pertama adalah saat usianya 2,5 bulan, kami kondangan di Semarang yang mana perjalanan membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam. Dan saat usianya 3 bulan kami kondangan di Jember dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

Perjalanan awal ke Semarang adalah perjalanan jauh kami yang pertama dan kami memutuskan bawa driver bila sewaktu-waktu kami berdua harus mengurus Felix. Dan benar, belum setengah perjalanan Felix muntah, mungkin capek dan masuk angin. Langsunglah kami berhenti dan ganti baju dll.

Perjalanan ke Jember kami juga tidak hanya bertiga tetapi dengan adik saya juga, tujuannya sama, supaya bila dibutuhkan kami berdua bisa jaga Felix.  Selain itu adik saya juga diundang di acara tersebut. Tentunya di perjalanan kedua semua jadi lebih lancar karena ini adalah perjalanan jauh kami yang kedua, selain itu jarak tempuhnya juga lebih pendek.

Travelling with babies, why not. Selama anda yakin nyaman, aman, semua perlengkapan dibawa, saya rasa semua akan berjalan lancar. Memang butuh persiapan ekstra untuk bepergian dengan bayi ataupun anak-anak. Beberapa hal ini adalah beberapa hal penting yang perlu dibawa, memang tidak wajib, bisa disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan Anda, ini adalah beberapa barang penting yang perlu dipertimbangkan untuk dibawa:

* stroller
Karena kedua perjalanan saya adalah untuk kondangan maka tentunya kami bawa stroller bila si kecil bobo tinggal taruh saja dia di stroller. Tapi bila tidak memungkinkan, misal Anda berkendara dengan kendaraan roda dua, naik kendaraan umum dll, tentunya sulit untuk membawa stroller.

*selendang ataupun gendongan jenis lain
Tampaknya barang yang satu ini wajib bawa deh.karena ini barang mujarab untuk ibu-ibu, baik untuk menimang bila si kecil rewel, untuk makan, dan tentunya untuk membawa si kecil kemanapun Anda pergi. Selain itu barang ini volumenya jauh lebih kecil dibandingkan dengan stroller sehingga praktis dibawa ke mana saja.

* obat-obatan
Menurut hemat saya penting banget bawa obat-obatan standar saat bepergian, misal obat turun panas, minyak telon, dan obat standar yang bebas dijual yang sudah Anda konsultasikan dengan dokter SPA Anda yang memang sering dibutuhkan anak Anda. Ga kebayang kan pusingnya saat anak sakit tapi masih harus cari toko untuk beli obat, apalagi bila Anda ke daerah yang agak terpencil dan jalan di malam hari.

* selimut, kain bedong, jaket
Yang ini juga wajib bawa untuk melindungi anak dari angin baik AC maupun angin di luar ruangan.

* * Car seat
Saya jadi jatuh cinta dengan produk yang satu ini karena sangat membantu. Saat kami bepergian jauh saat usia Felix 2,5 bulan kami menggunakan car seat untuk baby yang posisinya tidur. Tidak terbayangkan capeknya bila saya harus memangku selama perjalanan,  belum lagi resiko anaknya terlalu capek karena posisi yang tidak enak. Sekarang saat usia felix sudah 7 bulan kami ganti car seatnya yang sudah posisi duduk dan dapat digunakan sampai agak besar. Ini foto felix di car seat.


Hal kekhawatiran

Banyak sekali orang yang berkata bahwa anak akan membawa rejeki, atau anak punya rejeki sendiri, atau banyak anak banyak rejeki. Jujur saja saya bukan tipe orang yang begitu pasrah. Menurut saya kita harus bekerja untuk mendapatkan sesuatu dalam hal ini uang. Dan di masa ini, memang manusia didorong oleh lingkungan untuk lebih konsumtif, dan harga-harga semakin melambung terutama kesehatan dan pendidikan, sehingga manusia dituntut untuk benar-benar bekerja keras untuk mempersiapkan masa tua dan masa depan anak-anak.

 Sama seperti orang tua lain yang menginginkan yang terbaik untuk buah hati, baik pendidikan, kesehatan dan masa depan, mulailah kami mengatur pos dana kami, merencanakan sumber tambahan penghasilan, dll. Salah satu cara yang kami pilih adalah dengan menjual makanan dan snack, dan sejak Felix lahir usaha ini lebih lancar. Peribahasa bahwa anak punya rejeki sendiri memang benar, akhirnya saya mulai mempercayainya wkwkwkwkwk :)

Memang sudah menjadi sifat dasar manusia untuk selalu khawatir mengenai hidupnya. Saya jadi teringat masa saat masih aktif di KTM, sudah hampir setahun saya tidak lagi sel, jujur dalam lubuk hati ini, saya sudah merindukan untuk sel lagi. Rasanya setelah dulu sangat aktif, dan sekarang bahkan tidak sel, kehidupan rohani saya hancur lebur.

Kehidupan yang kami jalani bertiga, sungguh diberkati. Teringat ayat ini ni...
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah  dan kebenarannya , maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Jadi teringat sepanjang kehidupan saya yang sudah 3 dekade ini, Tuhan selalu menyertai setiap kehidupan saya. Saat paling sedih, saat paling berat, saat galau, Tuhan selalu membukakan jalan. Saat tidak ada yang bisa diajak curhat, Tuhan selalu mengirimkan malaikat untuk menemani dan berbagi. Terimakasih teman-teman STL dan ESCJ dan teman-teman SMU saya. Walaupun saat menjalani rasanya ingin menyerah saja, namun seberapapun lama proses yang harus dijalani, ternyata Tuhan menyertai dan memampukan saya melewati setiap halangan dan rintangan hidup.

Buat teman-teman jangan khawatir ya entah dalam hal ekonomi, kesehatan dll. Tuhan menciptakan kita manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Tuhan juga selalu mencukupkan kebutuhan kita.  Manusia diciptakan sebagai makhluk yang kuat yang mampu ditempa berbagai pencobaan. Tuhan pasti memberi jalan dan kekuatan, selain itu manusia akan semakin tangguh setelah melalui berbagai pencobaan. Cieeeee kaya aq ini penginjil aja yang udah makan garam kehidupan. Seberapapun kita putus asa tetap bergantung pada Nya dan berdoa.


Aq kangen sel, i will be back soon

Kasih Ibu

Menjadi ibu adalah salah satu pengalaman luar biasa yang dikaruniakan Tuhan pada saya. Anak yang telah lama kami nanti akhirnya lahir dengan lancar dan sehat. Sayapun menikmati cuti 3 bulan yang sungguh tak terasa berlalu begitu cepatnya. Hari demi hari berlalu, minggupun berganti dan bulan pun berganti. Cepat sekali rasanya waktu 3 bulan berlalu, rasanya di sebulan terakhir ingin rasanya waktu tidak berjalan. Tak ingin rasanya meninggalkan Felix di pagi hari untuk bekerja dan pulang di sore hari dengan tenaga yang sudah mulai menipis dan kehilangan moment-moment pertumbuhannya setiap harinya.

Awal hadirnya bayi yang mungil sungguh membawa kebahagiaan tersendiri, apalagi kami menantinya selama 2 tahun lebih. Hari-hari yang kami lalui begitu menyenangkan, walaupun capek namun saya merasa sangat bahagia. Semua pekerjaan rumah dan mengurus Felix kami jalani berdua, seharian saya di rumah dengan Felix, saat malam mulailah baterai saya habis dan gantian papinya yang menjaga Felix, bila lewat tengah malam baru giliran saya lagi yang jaga Felix. Itulah rutinitas kami selama sebulan pertama.

Awal kehadiran Felix di rumah merupakan awal bagaimana saya pertama kalinya merasakan betapa ada seseorang yang sangat tergantung pada saya. Mungkin Tuhan memang mendesain manusia seperti itu agar hubungan anak dan orang tua semakin erat. Beda dengan bayi makhluk Tuhan yang lain, yang setelah lahir rata-rata sudah mandiri.

Tiap jam memberi ASI merupakan perjuangan buat saya karena biasanya saya susah untuk terbangun saat saya sudah terlelap, namun yang sungguh mengherankan adalah tiap kali Felix lapar saya bisa langsung bangun, mungkin ini naluri keibuan, seberapapun capek tubuh ini selalu ada kekuatan extra untuk Felix tercinta.

Sama halnya dengan bayi lain, selama 30-40 hari pertama siklus tidur bayi masih berantakan dan belum menyesuaikan dengan siklus orang dewasa. Memasuki bulan kedua, Felix sudah pintar sekali, bangun pagi hari antara pukul 5 sampai pukul 6.30 pagi setiap harinya. Untuk membiasakannya juga tidak terlalu sulit.

Karena cuti saya 3 bulan, otomatis saya sering kontak dengan Felix. Dari awal sejak dalam kandungan Felix sudah kami biasakan mendengarkan musik, terutama lagu rohani. Juga di hari-hari awal kelahirannya saat sulit tidur, bisa semalaman saya menyanyi lagu rohani walau suara saya ini false wkwkwkwkw. Siang hari saya biasa memghiburnya dengan menyanyi lagu anak-anak dan sedikit joget, ya sedikit seperti orang aneh mungkin buat orang lain yang melihat.

Karena saya jadi sering menyanyi, saya mulai rajin mengingat-ingat lagu anak-anak yang dulu dinyanyikan saat saya masih anak-anak. Salah satu lagu yang saat itu terngiang adalah lagu `KASIH IBU`, kira-kira beginilah teks nya
Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi tak harap kembali
Bagai sang surya menyinari dunia

Dan ada satu lagu lagi yang juga teringat di benak saya, salah satu lagu rohani yang populer dan everlasting, yang dinyanyikan oleh penyanyi cilik Nikita dengan suaranya yang khas, judulnya  `di doa ibuku namaku disebut`. Kira-kira beginilah teks nya:

Di waktu ku masih kecil, gembira dan senang
Tiada duka kukenal, tak kunjung mengerang
Di sore hari nan sepi....ibuku bertelut
Sujud berdoa ku dengar namaku disebut

Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku ku dengar, ada namaku disebut

Sering ini kukenang, di masa yang berat
Di kala hidup mendesak dan nyaris ku sesat
Melintas gambar ibuku, sewaktu bertelut
Kembali sayup kudengar.... Namaku disebut

Di sore hari nan sepi... ibuku bertelut
Sujud berdoa ku dengar namaku disebut
Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku dengar ada namaku disebut....
Ada namaku di sebut

Sekarang dia telah pergi ke rumah yang tenang
Namun kasihnya padaku selalu ku kenang
Kulintas gambar ibuku sewaktu berteduh
Kembali sayup kudengar ... namaku disebut..

Entah mengapa walaupun saat itu saya berniat menghibur Felix agar tidak menangis, justru air mata saya jatuh tak tertahankan. Saya langsung teringat mami saya yang sangat luar biasa, menjadi single parent sejak saya kelas 4 SD sampai menguliahkan 2 anak. Pengorbanan dan cinta yang luar biasa yang saya lihat dari mami saya, sungguh saya kagum dan bersyukur punya mami yang luar biasa.

Luar biasanya lagi, saya diberi kesempatan Tuhan untuk menjadi mami untuk Felix. Tentu saja saya mau menjadi yang terbaik untuknya dan akan sangat membahagiakan bila kelak saat Felix dewasa dia juga bisa bangga punya mami seperti saya, sama seperti saya bangga punya ibu seperti mami. Termasuk keputusan saya untuk tetap bekerja demi masa depannya. Dengan segala keterbatasan, saya masih berupaya untuk mencari penghasilan tambahan, jual kue, dll. Walau capek senang rasanya ada uang tambahan yang bisa saya masukkan di dana pendidikannya, rasanya bahagia sekali walaupun bukan jumlah yang banyak. Sungguh pengalaman yang luar biasa menjadi ibu, apalagi saya belajar sendiri mulai dari seluk beluk merawat bayi, kesehatan, dll.

Sungguh kasih orangtua kita adalah kasih tanpa syarat, terutama ibu kita. Jadi selagi ibu kita masih ada luangkan waktu menjenguk nya walau sebentar, sekedar telpon walau capek. Karena kita tak selamanya hidup, jadi kita harus mempergunakan waktu kita sebaik mungkin. Jangan sampai menyesal pada saat dia sudah tiada barulah kita merindukan dan menyesal karena belum balas budi. Bayangkan saja bagaimana dia bangun di malam hari meberi ASI, bangun pagi memyiapkan semua sarapan seisi rumah, bingung saat kita sakit, mengajari mengerjakan PR, belum lagi harus bekerja. Luar biasa bukan pengorbanan untuk cintanya yang tanpa syarat untuk kita anaknya.


So love your mom ya.....




note: ini foto waktu jalan ke Sutos wkwkwkwkw :)

Selasa, 03 September 2013

Si anak berkat

Tepatnya kemarin, kami bertiga pergi ke Gereja Gembala Yang Baik untuk memenuhi kelengkapan salah satu sahabat kami yang akan menikah dalam waktu dekat. Dan seperti biasa kami harus kebut-kebutan untuk sampai di tempat tepat waktu. Waktu yang ditetapkan adalah jam 18.00 sedangkan saya pulang dari kantor jam 17.00. Untung kantor dekat dari rumah sehingga tidak banyak waktu yang terbuang di jalan. Tanpa kami rencanakan ada berkat sehingga kami bisa langsung makan dan langsung siap-siap pergi. Kami tiba di gereja sekitar pukul 18.15 dan kami menunggu sekitar setengah jam sebelum masuk menemui romo. Saat kami masuk, bertiga dan kedua pasangan yang akan menikah, suasana jadi akrab karena hadirnya Felix. Si Felix bingung liat sana-sini karena dia ada di ruangan baru. Tapi entah apa yang ada di pikirannya, seringkali dia melihat salib yang ada dia atas meja romo. Kami di ruangan sekitar setengah jam dan sebelum keluar ruangan romo memberkati Felix. Kami langsung menuju parkiran untuk segera pulang karena pekerjaan rumah masih menunggu di rumah. Tak disangka, saat dekat dengan pintu keluar halaman gereja kami berjumpa romo paroki kami, yang juga dulu membabtis Felix, dan lagi-lagi Felix dapat berkat dari Romo. Di mobil kami berbincang-bincang, sungguh berkat Felix luar biasa di hari biasa dia mendapat 2 berkat dari 2 romo paroki. Sungguh nama adalah doa yang luar biasa.